Surah Saba Ayat 20-21; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Saba Ayat 20-21

Pecihitam.org – Kandungan Surah Saba Ayat 20-21 ini, Allah menerangkan bahwa Iblis menyangka kaum Saba’ yang telah dibinasakan Allah beserta negeri mereka telah mengikutinya dan dengan penuh kepatuhan menjalankan tipu dayanya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah menolak dan membatalkan persangkaan Iblis yang tidak benar itu. Allah menegaskan bahwa tidak ada kekuasaan sedikit pun bagi setan terhadap manusia untuk menyesatkan mereka, sehingga mereka durhaka kepada-Nya.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Saba Ayat 20-21

Surah Saba Ayat 20
وَلَقَدۡ صَدَّقَ عَلَيۡهِمۡ إِبۡلِيسُ ظَنَّهُۥ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ

Terjemahan: Dan sesungguhnya iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebahagian orang-orang yang beriman.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ صَدَّقَ (Dan sesungguhnya telah membuktikan kebenaran) dapat dibaca Shadaqa atau Shaddaqa عَلَيۡهِمۡ (terhadap mereka) terhadap orang-orang kafir, antara lain adalah penduduk negeri Saba إِبۡلِيسُ ظَنَّهُۥ (iblis akan kebenaran sangkaannya) bahwasanya apabila ia menggoda mereka, maka niscaya mereka akan mengikutinya فَٱتَّبَعُوهُ (lalu mereka mengikutinya) maka benarlah dugaan iblis itu atau nyata benarlah apa yang diduga oleh iblis itu إِلَّا (kecuali) tetapi فَرِيقًا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (sebagian dari orang-orang yang beriman) yang benar-benar beriman, tidak mau mengikuti iblis.

Tafsir Ibnu Katsir: Ketika Allah swt. telah menyebutkan kisah tentang Saba’ serta keadaan mereka yang mengikuti hawa nafsu dan syaitan, Dia berfirman: wa laqad shaddaqa ‘alaiHim ibliisu dhannaHuu (“Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka.”)

Ibnu ‘Abbas dan lain-lain berkata: “Ayat ini seperti firman Allah yang menceritakan tentang iblis saat enggan sujud kepada Adam.” Kemudian Allah berfirman: ara-aitaka Haadzalladzii karramta ‘alayya la-in akh-khartani ilaa yaumil qiyaamati la ahtanikanna dzurriyyataHuu illaa qaliilan “(Dia (iblis) berkata:

“Terangkanlah kepadaku inikah orangnya yang Engkau muliakan atas diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebahagian kecil.”) (al-Israa’: 62)

Al-Hasan Bashri berkata: “Ketika Allah menurunkan Adam dari surga bersama Hawa, iblis pun turun dalam keadaan gembira dengan apa yang menimpa keduanya. dan dia berkata: “Jika aku berhasil merayu kedua nenek moyangnya, maka keturunanya pasti lebih lemah lagi.” Padahal itu hanya merupakan dugaan iblis. Maka Allah menurunkan:

Baca Juga:  Surah Luqman Ayat 10-11; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَلَقَدۡ صَدَّقَ عَلَيۡهِمۡ إِبۡلِيسُ ظَنَّهُۥ فَٱتَّبَعُوهُ إِلَّا فَرِيقًا مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ (“Dan sesungguhnya Iblis telah dapat membuktikan kebenaran sangkaannya terhadap mereka lalu mereka mengikutinya, kecuali sebagian orang-orang yang beriman.”) di saat itu iblis berkata:

“Aku tidak akan melepaskan diri dari anak Adam selama ruh berada di jasadnya dengan berusaha menggoda, merayu, dan menipunyna.” Lalu Allah berfirman: “Demi keperkasaan dan keagungan-Ku. Aku tidak akan menutup taubat darinya, selama dia belum direnggut maut.

Tidaklah dia berdoa kepada-Ku, melainkan Aku akan memperkenankannya. Tidaklah dia meminta kepada-Ku, melainkan pasti Aku memberikannya. Dan tidaklah dia meminta ampunan kepada-Ku melainkan Aku akan mengampuninya.” (HR Ibnu Abi Hatim)

Tafsir Kemenag: Pada Ayat ini, Allah menerangkan bahwa Iblis menyangka kaum Saba’ yang telah dibinasakan Allah beserta negeri mereka telah mengikutinya dan dengan penuh kepatuhan melaksanakan tipu dayanya. Ia menyangka mereka telah mendurhakai Allah dan tidak bersyukur atas segala nikmat yang dikaruniakan kepada mereka, kecuali sebagian orang yang beriman yang tetap imannya dan tidak menerima tipu daya itu.

Dengan demikian, Iblis menyangka bahwa dia dapat menguasai manusia dan membawa mereka ke jalan kesesatan, sebagaimana diikrarkan di hadapan Allah. Hal ini tersebut dalam firman-Nya:

(Iblis) menjawab, “Demi kemuliaan-Mu, pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang terpilih di antara mereka.” (shad/38: 82-83)

Tafsir Quraish Shihab: Iblis berhasil mewujudkan rayuannya pada diri mereka, sehingga mereka mengikuti jejak langkahnya. Hanya sebagian kecil, yaitu orang-orang beriman, yang tidak mengikutinya.

Surah Saba Ayat 21
وَمَا كَانَ لَهُۥ عَلَيۡهِم مِّن سُلۡطَٰنٍ إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يُؤۡمِنُ بِٱلۡءَاخِرَةِ مِمَّنۡ هُوَ مِنۡهَا فِى شَكٍّ وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ حَفِيظٌ

Terjemahan: Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

Baca Juga:  Surah Saba Ayat 28-30; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: Firman Allah: وَمَا كَانَ لَهُۥ عَلَيۡهِم مِّن سُلۡطَٰنٍ (“dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka.”) Ibnu ‘Abbas berkata: “Yaitu hujjah.” Al-Hasan al-Bashri berkata: “Demi Allah, dia tidak akan memukul dengan tongkat, tidak memaksanya sedikitpun dan tidak ada apapun keculai hanya tipu daya dan angan-angan yang diserukan kepada mereka, lalu mereka menurutinya.”

Firman Allah: إِلَّا لِنَعۡلَمَ مَن يُؤۡمِنُ بِٱلۡءَاخِرَةِ مِمَّنۡ هُوَ مِنۡهَا فِى شَكٍّ (“Melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu.”) yaitu Kami hanya memberikan kekuasaan kepadanya untuk menguasai mereka hanyalah agar tampak jelas siapa yang beriman kepada akhirat dan kepastian terjadinya, perhitungan balasannya, lalu dia memperbaiki pengabdiannya kepada Rabb di dunia dan siapa yang berada di dalam keraguan.

Firman Allah: وَرَبُّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ حَفِيظٌ (“Dan Rabbmu Mahamemelihara segala sesuatu.”) yaitu bersama dengan pemeliharaan-Nya, sesatlah pengikut iblis yang sesat. Dan dengan penjagaan dan pemeliharaan-Nya, selamatlah kaum Mukminin, pengikut para Rasul.

Tafsir Kemenag: Allah menolak dan membatalkan persangkaan Iblis yang tidak benar itu. Allah menegaskan bahwa tidak ada kekuasaan sedikit pun bagi setan terhadap manusia untuk menyesatkan mereka, sehingga mereka durhaka kepada-Nya.

Tipu daya setan itu hanyalah sebagai ujian dari Allah terhadap hamba-hamba-Nya, apakah mereka mau teperdaya oleh bujukan setan ataukah mereka menolaknya sama sekali sehingga tidak mempengaruhi sedikit pun pada keimanan dan ketakwaan mereka.

Al-hasan al-Bashri berpendapat bahwa setan itu tidak pernah memukul manusia dengan tongkat dan tidak pernah memaksa mereka untuk melakukan sesuatu. Tindakan setan hanya sekadar melakukan tipu daya, membujuk dengan angan-angan kosong, lalu manusia menerimanya.

Tipu daya setan itu hanya seperti itu, tidak ubahnya seperti bakteri-bakteri yang menyerang manusia di musim tersebarnya wabah penyakit. Barang siapa tidak memiliki ketahanan yang kuat dalam tubuhnya untuk menahan serangan penyakit itu, ia menjadi korbannya. Tetapi, penyakit itu tidak akan dapat menguasai orang yang di dalam tubuhnya terdapat unsur-unsur ketahanan yang kuat. Ia akan tetap sehat walafiat meskipun telah banyak orang yang jatuh sakit atau meninggal karenanya.

Baca Juga:  Surah Saba Ayat 14; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Bila ada orang yang terperosok masuk perangkap setan maka janganlah ia menyesali orang lain, yang salah dan lemah dalam hal ini adalah dirinya sendiri. Oleh sebab itu, setiap manusia harus membentengi dirinya dengan iman yang kuat dengan takwa dan selalu beramal saleh.

Firman Allah: Tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku, tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku tidak dapat menolongmu, dan kamu pun tidak dapat menolongku.

Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu.” Sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih. (Ibrahim/14: 22)

Allah lalu menegaskan kepada Nabi Muhammad bahwa Dia mencatat segala perbuatan manusia, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sebesar zarrah pun. Ia akan memperhitungkan perbuatan manusia dengan seadil-adilnya dan tidak ada seorang pun yang dirugikan dalam hal ini, bahkan Dia akan membalas perbuatan yang baik dengan pahala yang berlipat ganda.

Tafsir Quraish Shihab: Pada hakikatnya iblis tidak mempunyai kekuatan untuk menundukkan orang beriman. Akan tetapi Allah hanya bermaksud menguji agar terlihat jelas siapa yang meyakini kebenaran dan siapa yang meragukan hari akhirat. Wahai Muhammad, ketahuilah, bahwa Tuhanmu Maha Mengawasi dan Maha Mengatur segala sesuatu.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Saba Ayat 20-21 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S