Surah Yusuf Ayat 4; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 4

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 4 ini menceritakan tentang Kisah Nabi Yusuf as dalam al-Quran yang dimulai dengan mimpi, yang menjanjikan masa depan yang cerah dan baik bagi beliau. Mimpi yang dialaminya pada akhirnya memperoleh kedudukan yang tinggi dan mulia, dimana 11 orang saudara, ayah dan ibunya memuji dan menghormatinya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 4

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ إِنِّي رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِي سَاجِدِينَ

Terjemahan: (Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: “Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku”.

Tafsir Jalalain: Ingatlah إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ (Ketika Yusuf berkata kepada ayahnya) Nabi Yakub يَا أَبَتِ (“Wahai ayahku!) dibaca kasrah, yaitu abati untuk menunjukkan adanya ya idhafat yang tidak disebutkan. Sedangkan bila dibaca fatah, maka menunjukkan adanya huruf alif yang tidak disebutkan, yaitu abata, kemudian alif ditukar dengan ya

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 110; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

إِنِّي رَأَيْتُ (Sesungguhnya aku telah melihat) di dalam tidurku, yakni bermimpi أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ (sebelas buah bintang dan matahari serta bulan, kulihat semuanya) lafal رَأَيْتُهُمْ berkedudukan menjadi taukid atau pengukuh dari lafal رَأَيْتُ di muka tadi

لِي سَاجِدِينَ (sujud kepadaku.”) lafal سَاجِدِينَ adalah bentuk jamak, yang alamat i’rabnya memakai ya dan nun karena menggambarkan keadaan sujud, hal ini merupakan ciri khas daripada makhluk yang berakal.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman: “Wahai Muhammad, sebutkan kepada umatmu dalam ceritamu kepada mereka tentang kisah Yusuf as. ketika ia berkata kepada ayahnya, yaitu Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim as.”

Sebagaimana dikatakan Imam Ahmad dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang mulia, putra yang mulia, putra orang yang mulia; Yusuf bin Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim.” Hadits tersebut hanya diriwayatkan oleh al-Bukhari.

Baca Juga:  Surah Taha Ayat 36-39; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Ibnu Abbas mengatakan: “Mimpi para Nabi itu merupakan wahyu.” Para ulama tafsir telah membicarakan ta’bir [penafsiran] mimpi Yusuf itu, bahwa sebelas bintang menunjukkan saudara-saudaranya yang berjumlah tepat sebelas orang laki-laki, sedang matahari dan bulan menunjukkan kepada ibu dan bapaknya, sebagaimana hal ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas, adh-Dhahhak, Qatadah, Sufyan ats-Tsauri dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam.

Tafsir dari mimpi Yusuf tersebut menjadi kenyataan empat puluh tahun kemudian. Ada pula yang mengatakan, delapan puluh tahun kemudian. Yaitu ketika dia menaikkan kedua orang tuanya di atas ‘Arsy, yaitu singgasananya, sementara saudara-saudaranya berada di depannya, sedang mereka semua sujud kepadanya, dan Yusuf berkata: “Wahai ayah, inilah ta’wil mimpiku dahulu yang dijadikan Rabbku menjadi kenyataan.” (Qs. Yusuf: 100)

Baca Juga:  Surah Al-Kahfi Ayat 89-91; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Di antara kisah-kisah itu adalah kisah Yusuf ketika ia berkata kepada ayahnya, “Wahai ayahku, aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, tunduk dan bersujud di hadapanku.”

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 4 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S