Surah Yusuf Ayat 37-38; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 37-38

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 37-38 ini mengatakan bahwa Nabi Yusuf as pada awalnya berjanji akan menerangkan ungkapan mimpi kedua pemuda yang dipenjara bersamanya itu, sehingga pernyataan dan keterangan itu dapat mereka dengarkan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Apabila kalian melihat aku sanggup mengungkap makna mimpi kalian, maka kemampuan ini bukanlah semata-mata dariku, akan tetapi dari bantuan dan anugerah Allah SWT.

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 37-38

Surah Yusuf Ayat 37
قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي ۚ إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ كَافِرُونَ

Terjemahan: Yusuf berkata: “Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepadamu. Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian.

Tafsir Jalalain: قَالَ (Yusuf berkata) kepada kedua pemuda itu seraya menegaskan, bahwa dirinya pandai di dalam menakbirkan arti mimpi لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ (“Tidak disampaikan kepada kamu berdua makanan yang akan diberikan kepadamu) di dalam mimpi kamu berdua

إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ (melainkan aku telah dapat menerangkan takwilnya) apa yang akan terjadi di alam kenyataan قَبْلَ أَنْ يَأْتِيَكُمَا (sebelum makanan itu sampai kepada kamu berdua) sebelum kenyataan mimpi itu menimpa kalian berdua.

ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِي رَبِّي (Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Rabbku) di dalam ungkapan ini terkandung pengertian yang menganjurkan supaya mereka berdua beriman kepada Allah.

Selanjutnya hal ini diperkuat oleh perkataannya lagi, yaitu: إِنِّي تَرَكْتُ مِلَّةَ (Sesungguhnya aku telah meninggalkan tuntunan) agama قَوْمٍ لَا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ (orang-orang yang tidak beriman kepada Allah sedangkan mereka terhadap hari kiamat benar-benar) sungguh كَافِرُونَ (ingkar”).

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 112-113; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Yusuf as. memberitahukan kepada mereka berdua bahwa apapun mimpi mereka, dia dapat mengetahui tafsirannya dan memberitahukan ta’birnya sebelum hal itu terjadi. Oleh karena itu, ia mengatakan:

لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ (Tidak disampaikan kepada kalian berdua makanan yang akan diberikan kepada kalian melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu sebelum makanan itu sampai kepadamu).

Mujahid mengatakan: لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِ (Tidak disampaikan kepada kalian berdua makanan yang akan diberikan kepada kalian) pada hari ini; إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِ (Melainkan aku dapat menerangkan jenis makanan itu sebelum makanan itu sampai kepadamu) kemudian Yusuf berkata:

“Hal ini semata-mata karena pemberitahuan Allah kepadaku, karena aku menjauhi agama orang-orang yang kafir kepada Allah dan kepada hari akhir; mereka tdak mengharapkan pahala atau hukuman di akhirat.”

Tafsir Quraish Shihab: Sambil menegaskan apa yang telah mereka berdua ketahui tentang dirinya, Yûsuf berkata, “Tidak didatangkan untuk kalian berdua makanan sebagai rezeki yang telah ditetapkan untuk kalian, melainkan aku dapat memberitahukan bahwa itu untuk kalian sebelum makanan itu datang, dan aku dapat menceritakan seluk beluknya, serta cara membuatnya.

Itulah takwil mimpi dan berita-berita gaib yang telah diajarkan dan diwahyukan Tuhanku kepadaku oleh sebab aku hanya beribadah kepada-Nya dan menolak untuk menyekutukan-Nya.

Aku juga meninggalkan agama orang-orang yang tidak percaya kepada Allah dan tidak beriman secara benar. Mereka ingkar kepada hari akhirat dan pembalasannya.

Surah Yusuf Ayat 38
وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

Terjemahan: Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia tidak mensyukuri (Nya).

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 87-88; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Tafsir Jalalain: وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ (“Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku, yaitu Ibrahim, Ishak dan Yakub. Tiadalah patut) tidak pantas لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ (bagi kami mempersekutukan Allah dengan) huruf min di sini zaidah شَيْءٍ (sesuatu pun) karena kami selalu memelihara

ذَٰلِكَ (yang demikian itu) yakni ajaran tauhid مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ (adalah karunia Allah kepada kami dan kepada manusia seluruhnya tetapi kebanyakan manusia itu) dimaksud adalah orang-orang kafir لَا يَشْكُرُونَ (tidak mensyukuri.”) terhadap Allah; lalu mereka menyekutukan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ (Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku, yaitu Ibrahim; Ishaq dan Ya’qub) Maksudnya, aku menjauhi jalan kekafiran dan kemusyrikan serta memilih untuk mengikuti jalan para Rasul tersebut. Semoga shalawat dan salam dilimpahkan atas mereka semua.

Demikianlah keadaan orang yang mengikuti jalan petunjuk dan jalan para Rasul serta keadaan orang yang berpaling dari jalan orang-orang yang sesat, Allah pasti memberikan petunjuk kepada hatinya dan mengajari yang tidak diketahuinya, lalu menjadikannya pemimpin yang diikuti dalam berbuat kebaikan dan berdakwah ke jalan yang benar.

مَا كَانَ لَنَا أَنْ نُشْرِكَ بِاللَّهِ مِنْ شَيْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى النَّاسِ (Tidaklah patut bagi kami [para Nabi] mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah, yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia seluruhnya).

Tauhid seperti itu, yaitu: mengakui bahwa tidak ada ilah yang haq selain Allah, satu-satunya, tanpa sekutu bagi-Nya adalah: مِنْ فَضْلِ اللَّهِ (Dari karunia Allah) kepada kita, maksudnya diwahyukan dan diperintahkan kepada kami; وَعَلَى النَّاسِ (dan kepada semua manusia) dengan menjadikan kami sebagai juru dakwah yang mengajak kepada tauhid itu;

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 66-67; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ (Tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur) maksudnya mereka tidak mengetahui nikmat Allah yang telah diberikan kepada mereka dengan diutusnya para Rasul kepada mereka. “Bahkan mereka menggantikan nikmat Allah itu dengan kekafiran dan menempatkan kaum mereka di kampung kehancuran.” (QS. Ibrahim: 28)

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa ia menyebut kakek sebagai bapak; dan ia (Ibnu Abbas) mengatakan: “Demi Allah, siapa yang menghendaki, akan kulaknat di dekat Hajar Aswad (Ka’bah), Allah tidak menyebutkan kakek atau nenek (di dalam al-Qur’an).” Allah berfirman, yakni memberitakan tentang Yusuf as: وَاتَّبَعْتُ مِلَّةَ آبَائِي إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ (Dan aku mengikuti agama bapak-bapakku, yaitu Ibrahim; Ishaq dan Ya’qub).

Tafsir Quraish Shihab: Aku tinggalkan agama orang-orang kafir itu dan aku ikuti agama leluhurku, Ibrahîm, Ishaq, dan Ya’qub. Aku hanya menyembah kepada Allah semata.

Tidak patut bagi kami mempersekutukan sesuatu apa pun bentuknya–malaikat, jin atau manusia–dengan Allah, apalagi berhala-berhala yang tidak dapat mendatangkan manfaat dan mudarat, tidak dapat mendengar dan melihat.

Ajaran tauhid semacam itu adalah karunia yang diberikan oleh Allah kepada kami dan semua manusia, sebab kami deperintahkan untuk menyampaikannya kepada mereka. Kebanyakan manusia tidak mensyukuri karunia tersebut, tetapi malah mengingkarinya.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 37-38 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S