Ciri-ciri Surga Dunia Menurut Hadits Nabi dan Pandangan Ulama

Ciri-ciri Surga Dunia

Pecihitam.org – Banyak yang mengatakan bahwa jika ingin mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan dapatkanlah surga dunia. Lantas apa yang dimaksud dengan surga dunia? Simak keterangan berikut ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dari Abu Umamah ra. Ibnu Majah meriwayatkan sebuah hadits marfu:

مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ ، إنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ ، وَإِنْ نَظَرَ إلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ ، وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ [رواه ابن ماجه]

“Tidak ada keuntungan orang mukmin setelah taqwa kepada Allah yang lebih baik baginya dibanding isteri shalihah. Jika disuruh ia patuh, jika dilihat, menggembirakan, jika diberi bagian ia menerimanya dengan baik, dan jika ditinggal pergi ia tetap memurnikan cintanya untuk sang suami dalam menjaga dirinya dan harta suaminya”. (HR. Ibnu Majah)

Dalam “al-Kabir” dan Al-Awsath” dari Ibnu Abbas ra. Imam Ath-Thabrani meriwayatkan sabda Rasulullah Saw:

أَرْبَعٌ مَنْ أُعْطِيَهُنَّ فَقَدْ أُعْطِيَ خَيْرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ قَلْبًا شَاكِرًا , وَلِسَانًا ذَاكِرًا وَبَدَنًا عَلَى الْبَلَاءِ صَابِرًا , وَزَوْجَةً لَا تَبْغِيهِ حُوبًا فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ

“Ada empat perkara, jika seseorang diberinya, berarti ia telah diberi kebaikan dunia dan akhirat, yaitu: hati yang bersyukur, lisan yang berdzikir, badan yang sabar akan musibah, dan isteri yang tidak durhaka, berbuat dosa dalam dirinya dan harta suaminya”.

Dalam Shahih Muslim juga terdapat hadits dari Abdillah bin Amr bin ‘Ash ra, Rasulullah SAW bersabda:

الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِهَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ

Baca Juga:  Terkuak! Ternyata Kopi Selama Ini adalah Minuman Para Sufi

“Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita yang shalihah”.

Dari Muhammad bin Sa’d bin Abi Waqash dari ayahnya, Rasulullah SAW bersabda:

ثَلَاثٌ مِنْ السَّعَادَةِ : الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ تَرَاهَا تُعْجِبُك , وَتَغِيبُ فَتَأْمَنُهَا عَلَى نَفْسِهَا وَمَالِك , إلى قوله : وَثَلَاثٌ مِنْ الشَّقَاءِ : الْمَرْأَةُ تَرَاهَا فَتَسُوءك وَتَحْمِلُ لِسَانَهَا عَلَيْك , وَإِنْ غِبْت لَمْ تَأْمَنْهَا عَلَى نَفْسِهَا وَمَالِك . الحديث [وراه الحاكم]

“Ada tiga perkara yang mendatangkan keberuntungan yaitu: wanita shalihah yang jika kau pandang menyenangkanmu, jika kau tinggal ia menjaga diri dan menjaga hartamu. Dst. Dan ada tiga perkara yang mendatangkan kesengsaraan, yaitu wanita yang jika kau pandang menyakitimu dan membebankan lisannya padamu, dan jika kau tinggal, ia tidak menjaga dirinya dan hartamu dst”. (HR. Hakim)

Berdasar hadits di atas para ulama mutaqaddimin mengatakan bahwa salah satu dari tiga hal yang dapat membuat umur bertambah ialah wanita yang shalihah. Makna bertambahnya umur ialah orang yang memiliki isteri shalihah akan hidup dalam kebahagiaan dan penuh barokah. Inilah yang disebut sebagai surga dunia.

Lantas seperti apa ciri-ciri wanita yang shalihah? Syeikh Muhammad bin Ahmad As-Safarayini Al-Hanbali berkata :

قَصِيرَةُ أَلْفَاظٍ قَصِيرَةُ بَيْتِهَا * قَصِيرَةُ طَرْفِ الْعَيْنِ عَنْ كُلِّ أَبْعَدِ

Ciri-ciri wanita shalihah ialah: pendek bicara, pendek rumah, dan mata.

Pendek bicara maksudnya adalah wanita yang tidak banyak bicara, baik pada suami atau yang lain. Tidak pula suka berbicara jelek apalagi kasar dan tidak berbicara kecuali ada manfaatnya.

Baca Juga:  Perkembangan Ilmu Qiraat di Zaman Sahabat dan Tabi'in

Pendek rumah maksudnya adalah wanita yang hanya berdiam di rumah, tidak mudah keluyuran baik ke rumah tetangga, apalagi ke pasar. Ada pula ulama yang mengatakan bahwa pendek rumah bisa dimaknai dengan, “Bidadari itu selalu berada di rumah suaminya, tidak mau yang lain”.

Adapun wanita yang pendek mata maksdudnya adalah, pandangannya tidak jauh dan tidak mau memandang kepada selain suaminya.

Dalam kitab “Adabud dun-ya waddin”, disebtukan bahwa wanita yang bisa disebut mempunyai sifat maqsuratun itu jika, ada tiga perkara berikut:

1. Kuatnya agama hingga melahirkan kemauan untuk menutup diri dan menjauhi hal-hal yang dilarang (iffah). Juga mendorong untuk bersifat menerima (qana’ah) dan merasa cukup dengan apa yang telah ada.

2. Cerdas dan kemampuannya untuk berpikir jernih, kalkulasi yang tepat, dan tindakan yang baik dan bijak. Rasulullah bersabda:

وَلَا تَنْكِحُوا الْحَمْقَاءَ فَإِنَّ صُحْبَتَهَا بَلَاءٌ وَوَلَدَهَا ضِيَاعٌ

“Jangan kalian menikah dengan wanita yang bodoh. Maka menjadi suaminya adalah musibah dan anak-anaknya akan terlantar”.

  1. Keturunan orang baik-baik. Aktsam bin Shaifi mengatakan pada anak-anaknya: “Janganlah pilihan akan kecantikan lebih memberatkan kalian dari pada kejelasan nasab. Karena pernikahan adalah tangga menuju kemuliaan”.

Rasulullah bersabda:

تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لِأَرْبَعٍ : لِمَالِهَا وَلِجَمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَلِدِينِهَا , فَعَلَيْك بِذَاتِ الدِّينِ

“Wanita dinikahi karena empat perkara: kaya, cantik, keturunan baik-baik, dan agamanya kuat. (Tapi kalau gak bisa semunya) pilihlah yang beragama kuat (shalihah)”.

ثَلَاثَةٌ يُجَلِّينَ الْبَصَرَ : النَّظَرُ إلَى الْخُضْرَةِ , وَإِلَى الْمَاءِ الْجَارِي , وَإِلَى الْوَجْهِ الْحَسَنِ

Baca Juga:  Para Ulama Ini Memberi Peringatan Keras untuk Tidak Mengeluarkan Fatwa Tanpa Ilmu yang Cukup

“Ada tiga perkara yang dapat mempertajam pengelihatan; memandang hijau-hijauan, memangdang air yang mengalir dan memandang pada wajah rupawan” (HR. Al-Hakim) (Menurut para ahli hadits, hadits ini dha’if)

Imam Al-Mawardi mengatakan bahwa, kecantikan akan lebih melanggengkan kecintaan, karena cantik adalah sifat yang tetap. Selain itu dikatakan pula bahwa wajah rupawan adalah awal keberuntungan. Rasulullah bersabda:

أَعْظَمُ النِّسَاءِ بَرَكَةً أَحْسَنُهُنَّ وَجْهًا وَأَقَلُّهُنَّ مَهْرًا

“Wanita yang paling besar barokahnya ialah, wanita yang cantik dan sedikit maharnya”. (dan tidak terlalu menuntut soal harta benda)

Maka, jika ada wanita yang bersifat seperti di atas berarti itulah tanda-tanda seorang bidadari dunia, dan di akhirat ia akan menjadi sayyidahnya para bidadari surga. Namun demikian, bagi laki-laki jangan hanya sekedar menginginkan bidadari dunia saja, namun pantaskanlah diri kalian pula untuk mendapatkannya. Wallahua’lam bisshawab.

Disarikan dari: Adabudun-ya Waddin lil Mawardi, Ghada’ul Albab Syarh Mandzumatil Adab lilfarayini Al-Hanbali

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik