Tanggapi Ceramah Viral Ustad Abdul Somad, JK: Tokoh Agama Harus Beri Khotbah yang Baik

Jusuf Kalla

Pecihitam.org – Ustadz kondang Tanah Air, Abdul Somad, beberapa waktu lalu memberikan klarifikasi terkait video ceramahnya yang viral.

Diketahui, dalam video tersebut, Ustadz Abdul Somad (UAS) dinilai menghina salah satu simbol agama dalam ceramahny.

UAS dianggap menghina lambang-lambang agama Kristen dan Katolik, seperti salib dan patung yang berujung pelaporan dirinya ke pihak polisi.

Dari klarifikasinya, UAS mengatakan video yang beredar itu merupakan ceramahnya beberapa tahun silam.

Saat itu, kata UAS, sedang sesi tanya-jawab berlangsung dalam kajian tertutup di Masjid Agung An-Nur Pekanbaru Riau.

Dia menambahkan dirinya hanya menjelaskan akidah, keyakinan seorang muslim. Kala itu dia mengingatkan bahwa malaikat enggan masuk ke dalam rumah jika di dalamnya ada simbol patung.

Baca Juga:  Pendakwah Haikal Hassan Suplai Dana ke Pembobol Data Denny Siregar

“Oleh sebab itu, penjelasan itu saya jelaskan untuk menjaga akidah umat Islam. Saya tidak sedang dalam kapasitas perbandingan agama, atau berdebat atau berdialog, tapi menjelaskan akidah umat Islam,” ujar UAS.

Ceramah viral UAS tersebut menuai tanggapan dari berbagai tokoh. Salah satunya dari Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Menurut JK, tokoh agama harus memberikan khotbah dengan baik dan saling menghormati satu sama lain.

“Pertama, kita semua, Islam, Kristen, Budha, dalam berdakwah maupun memberikan khotbahnya haruslah lebih adem, dan lebih menghormati satu sama lain,” kata JK, dikutip dari Merdeka, Jumat, 23 Agustus 2019.

Ia juga meminta kasus yang kini sedang menimpa UAS sebaiknya diselesaikan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga:  PBNU Tolak RUU Tentang Sumber Daya Air, Ini Alasannya

“Apa yang terjadi pada Ustaz Somad itu tentu harus diklarifikasi, karena juga banyak usulan, ya dilalui dengan proses di negeri ini,” ungkap JK.

Sementara itu, Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi Masduki Baidlowi mengingatkan kepada UAS agar tak kembali membahas hal-hal yang dapat menyinggung seseorang maupun agama dalam berdakwah.

“Kami tidak dalam rangka menghakimi Ustaz Abdul Somad ya. Tapi dalam rangka bagaimana agar persoalan ini tidak melebar. Tapi memang ada satu diskusi di internal tadi itu jangan masuk ke wilayah yang sifatnya itu bisa menyinggung orang lain,” ujar Masduki.

Ceramah yang dibacakan UAS tersebut, kata Masduki, termasuk hal yang sensitif dan masih memiliki makna berbeda dari orang yang menerimanya.

Baca Juga:  Cegah Radikalisme di Masjid, JK: Dakwah Harus Diisi dengan Dai yang Paham Agama

“Soal patung itu misalnya, soal patung itu tadi sudah disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad. Itu dari hadist. Ternyata kalau dalam kajian Islam hadist itu masuk dalam wilayah fidriyah atau yang bisa pendapatnya berbeda antara satu dengan yang lain,” ujarnya.

“Persoalan seperti itu kita menginginkan Ustaz Abdul Somad tidak masuk dalam wilayah seperti itu. Apalagi misalnya menyinggung persoalan ke agama lain. Tapi tadi kan UAS sudah menjelaskan sama penjelasannya seperti yang dikemukakan itu. Ini adalah wilayah internal kita,” sambungnya.

Muhammad Fahri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *