Mengenal Istilah Tarekat dalam Khazanah Dunia Tasawuf

tarekat adalah

Pecihitam.org – Tasawuf merupakan sebuah konsep dalam Islam, yang didefinisikan oleh para ahli sebagai bagian batin, dimensi mistis Islam. Adapun secara pengertian, Tasawuf adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhohir dan batin guna menuju ma’rifatullah kebahagian yang abadi.

Penganut tasawuf disebut sebagai sufi. Sedangkan organisasi para sufi ini disebut dengan tarekat. Tujuan dari tarekat ini adalah untuk melembagakan ajaran para sufi agar dapat dengan mudah dipelajari dan dipraktikan oleh para pengikutnya (Riyadi, Agus: 2014).

Kata tarekat berasal dari bahasa Arab, yakni tariqah yang berarti jalan atau metode yang ditempuh para sufi dalam menjalankan ibadah, zikir dan doa. Ritual ibadah itu diajarkan seorang guru sufi kepada muridnya dengan penuh kedisiplinan. Hubungan murid dan guru itu, kemudian melahirkan kekerabatan sufi.

Adapun menurut Al Jurjani Ali bin Muhammad bin Ali (740-816 M), tarekat ialah metode khusus yang dipakai oleh salik (para penempuh jalan) menuju Allah SWT melalui tahapan-tahapan atau maqamat. Tujuan utama sebuah taretak tasawuf adalah menekan hawa nafsu. Sebab, hawa nafsu, kerap menjadikan manusia jauh dari Tuhan.

Singkatnya tarekat merupakann mazhab sufi layaknya mazhab dalam yurisprudensi Islam (fikih). Jika dalam mazhab fikih dikenal mazhab empat besar yaitu Hanafiah, Malikiah, Syafiiah, dan Hanabilah.

Maka dalam tarekat pun dikenal madzhab tarekat muktabarah (terverifikasi) seperti Qadiriyah, Naqsyabandiyah, Syatariyah, Rifaiyah, dan masih banyak lagi yang lainnya. Silahkan baca 145 Nama Tarekat dan Cabangnya di Seluruh Dunia.

Tarekat awalnya muncul pada periode abad ke-5 dan ke-6 H. Adapun tarekat yang pertama kali berdiri adalah Tarekat Qadiriyah. Tarekat ini diajarkan oleh Syaikh Abdul Qadir bin Abdullah Al Jailani seorang sufi tersohor di Baghdad yang juga keturunan Rasulullah Saw. Menurut legenda, sufi kelahiran Jilan, Persia 471 H ini adalah seorang wali yang memiliki banyak karomah.

Menurut Dr Yunasril dalam Eksiklopedi Tematis Dunia Islam “Tarekat Qadiriyah terkenal, karena keteguhannya dalam berpegang kepada syariat,”. Bahkan Orientalis Inggris, AJ Arberry juga mengakuinya. Menurut dia, faktor penentu keberhasilan tarekat itu dan tarekat sejenisnya adalah ketaatan dan keteguhannya kepada syariat Islam.

Guna mendekatkan diri dengan Sang Khalik, umumnya para pengikut tarekat secara rutin melakukan wirid berupa shalat sunah, dzikir dan doa sepanjang waktu, pagi, siang, sore dan malam hari.

Namun sebagai sebuah organisasi tempat berkumpulnya orang-orang yang berupaya untuk mengikuti kehidupan tasawuf, tarekat juga tidak hanya menjalankan ritual-ritual kegiatan keagamaan semata.

Karena kehadiran tarekat tidak serta merta menjadikan salik (pengikutnya) meninggalkan kehidupan duniawi. Seorang sufi tetap layaknya manusia pada umumnya, makan, minum, bekerja, bermasyarakat dan lain sebagainya.

Komponen utama sebuah oraganisasi tarekat terdiri dari guru, murid, amalan, zawiyyah dan adab. Di antara sederet tarekat, ada yang dipandang sah dan ada pula yang tidak sah.

Sebuah tarekat dikatakan sah (mu’tabarah), apabila amalan tarekat itu dapat dipertanggungjawabkan secara syariat, dalam artian sesuai dengan Al Quran dan Hadist Nabi.

Sedangkan, tarekat tak sah (ghair mu’tabarah) adalah tarekat yang tak berpedoman pada dua hal yang ditinggalkan Rasulullah SAW bagi umatnya, yakni Alquran dan Hadits.

Tarekat sudah berkembang di bumi Nusantara sejak masa kolonialisme. Bahkan sejarah tarekat di Indonesia mencatat gerakan ini juga ikut mengangkat senjata melakukan perlawanan terhadap penjajah. Baca Gerakan Kaum Sufi Melawan Penjajah.

Saat ini, di Indonesia sendiri juga berkembang berberapa tarket besar, seperti Tarekat Qadiriyah, Naqsyabandiah, Syattariah, Samaniah, Khalwatiah, Tijaniah, Idrisiah, Rifaiah dan lain sebagainya.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG