Waspada Penyakit Ain di Era Modern! Tak Terasa Namun Berbahaya

penyakit ain

Pecihitam.org – Selama ini mungkin kita sering mendengar istilah penyakit ain. Namun demikian, ternyata banyak di antara kita yang belum paham apa sebenarnya penyakit ain dan bahaya yang dapat disebabkan penyakit ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Penyakit ‘ain adalah perasaan kagum ataupun iri dengki terhadap orang lain yang ditimbulkan oleh pandangan mata. Penyakit ain ini bisa bersumber dari pandangan orang yang dengki dan jahat karena iri atau hasud, juga bisa timbul dari pandangan orang yang cinta dan orang baik karena takjub.

Setan suka sekali dengan orang yang ‘ain, dan keadaan ini dimanfaatkan oleh setan untuk menghasut orang yang ‘ain tersebut. Sehingga menimbulkan penyakit bagi orang tersebut baik itu berupa penyakit fisik maupun psikis.

Pada perkembangnnya, media sosial saat ini memang sangat mencuri banyak perhatian dari kalangan masyarakat, bahkan dalam aktivitas sehari-hari dari mulai bangun tidur sampai tidur lagi semua dapat dibagikan dengan meng-upload gambar-gambar berupa foto, video dan konten-konten lainnya melalui media sosial.

Dari sekian pengguna media sosial, mereka mempunyai tujuan sendiri dalam penggunaannya. Ada beberapa yang menggunakan media sosial sebagai alat komunikasi dengan keluarga, teman-teman dan pengguna media sosial yang lai. Ada juga yang menggunakannya sebagai media membagikan informasi, berbisnis dan berpolitik.

Baca Juga:  Iblis Lebih Takut Kepada Tidurnya Orang Berilmu daripada Shalatnya Orang Bodoh

Namun sebagian besar pengguna media sosial terlena dengan kemajuan dan kecanggihan aplikasi media sosial yang semakin banyak fitur-fitur didalamnya. Apalagi sering sekali pengguna media sosial meng-upload foto-foto baik itu selfie atau aktifitas lainnya yang kemudian menimbulkan kesan-kesan yang berbeda dari setiap orang yang melihatnya. Tentu saja ada yang positif dan negatif, ada yang pro dan yang kontra.

Ada yang beranggapan bahwa apa yang dibagikan dalam media sosial itu adalah bentuk dari kesombongan agar dapat menjadi konsumsi publik. Sehingga menimbulkan perasaan kagum atau bahkan iri dan benci dari orang lain yang melihat postingan dari orang yang mengunggah postingan tersebut. Hal ini merupakan penyakit yang dalam islam disebut dengan ‘ain.

Sayangnya penyakit ini tidak dapat disembuhkan dengan obat-obatan taupun perawatan medis. Karena ‘ain merupakan bentuk penyakit hati yang mengganggu kesehatan secara mental. Oleh karena itu penyakit ‘ain merupakan penyakit yang sangat berbahaya yang mana gejala dari penyakit ‘ain ini muncul tanpa kita sadari dan akan berlangsung secara terus-menerus bahkan sampai menyebabkan pada kematian.

Baca Juga:  Ingin Menjadi Istri Sholehah? Ikuti Tiga Tips Berikut Ini

Selain itu penyakit ‘ain juga dapat memicu terjadinya tindakan kejahatan dari orang lain, misalnya ketika meng-upload tentang sebagian harta yang kita punya dalam bentuk uang atau emas, maka hal ini mungkin saja memancing orang lain untuk berbuat tidak baik misalnya dirampok, ditipu dan lain sebagainya.

Penyakit ‘ain bukanlah penyakit pada jaman modern ini saja, namun sudah ada sejak jaman Rasulullah SAW. Banyak juga hadist-hadist yang menjelaskan tentang bahaya dari penyakit ‘ain ini , seperti hadist berikut;

“Rasulullah SAW bersabda, kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qdharnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat.” (HR. Bukhori).

Diceritakan juga oleh Ibnu Katsir R.a, bahwa, :

“Dikatakan bahwa fulan terkena ‘ain, yaitu apabila musuh atau orang-orang dengki memandangnya lalu pandangan itu mempengaruhinya hingga menyebabkan jatuh sakit.” (An-Nahiyah)

Penyakit ‘ain dapat diatasi dengan mendekatkan diri kepada Allah, membatasi penggunaan akun dimedia sosial, tidak membagikan atau meng-upload foto, video atau konten lainnya secara berlebihan atau sengaja agar membuat orang lain iri, jangan terlalu membanggakan kehidupan pribadi.

Baca Juga:  Jenis jenis Ibadah dalam Islam yang Perlu Kita Ketahui

Selain itu untuk menyembuhkan penyakit ini dengan berwudhu dan perbanyak istighfar selalu intropeksi diri sendiri agar terhindar dari segala bentuk perbuatan maksiat di mulai dari hal-hal yang sederhana.

Jadi, kita sebagai umat muslim hendaknya bersikap tawadhu’ dan selalu bersyukur kepada Allah Swt dengan tidak berlebihan dalam menggunakan media sosial dalam bentuk apapun. Mungkin dapat diganti dengan konten atau postingan-postingan yang berisi tentang informasi, dakwah, pengetahuan dan lain sebagainya yang dapat memberikan manfaat terhadap orang lain.

Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik