5 Alasan Mengapa Umat Islam Boleh Merayakan Maulid Nabi

Alasan Mengapa Umat Islam Boleh Merayakan Maulid Nabi

Pecihitam.org – Salah satu tradisi yang mengakar di kalangan Muslim Ahlussunnah wal Jamaah adalah tradisi perayaan maulid nabi, apalagi jika sudah Memasuki bulan Rabiul Awal. Mengapa mayoritas umat Islam di Dunia sangat antusias ketika merayakan maulid nabi?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebagaimana yang kita lihat, baik di dalam negeri (Indonesia) maupun di luar Negeri, begitu beragam cara masyarakat Muslim menyambut momen Tahunan ini. Panggung-panggung berdiri di mana-mana lalu berkumpul dan melantunkan shalawat serta puji-pujian terhadap Rasulullah saw.

Selain dari itu, ada juga yang melakukan zikir bersama, ceramah dan acara makan-makan yang sengaja disiapkan bagi mereka untuk menyambut hari kelahiran Nabi Muhammad Saw.

Bahkan di luar negeri, seperti Yaman, Chechnya, dan beberapa negara Islam lainnya, masyarakat sampai tumpah ruah turun ke jalan, mengarak spanduk besar bertuliskan nama Manusia Mulia kekasih Allah, Nabi Muhammad SAW sembari melantunkan Shalawat.

Mengapa mayoritas Umat Islam ini mau melakukan semua itu? Berikut ini lima alasan mengapa Umat Islam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW:

1. Sebagai bentuk kegembiraan dan kebanggaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga:  Perbedaan Bank Konvensional dan Bank Syariah

Merayakan maulid adalah wujud kegembiraan, kesyukuran dan kebanggaan umat Islam terhadap hadirnya manusia mulia dan terbaik sepanjang sejarah.

قلْ بِفَضْلِ اللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُوا هُوَ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ

“Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan”. (QS. Yunus;58)

Jangankan kita, Abu Lahab pun memperoleh keringanan siksaan hanya karena memerdekakan seorang budak bernama Tsuwaibah sebagai wujud kegembiraannya atas kelahiran Nabi Muhammad saw, sebagaimana disebutkan di dalam Hadits riwayat Abdu al-Razzak dalam al-Mushannafnya, juz 7, halama 478).

Jika seorang Abu Lahab saja mendapatkan manfaat, masa kita sebagai orang islam dan umatnya tidak mau mengejar manfaat yang lebih baik.

2. Sudah Dicontohkan oleh Rasululah Sendiri

Perayaan maulid Nabi pada dasarnya memang telah dicontohkan oleh baginda Rasulullah sendiri semasa hidupnya.

Beliau mengagungkan hari Lahirnya dengan cara berpuasa sebagai bentuk rasa syukur. Sebagaimana disebutkan dalam suatu Hadits yang diriwayatkan oleh Qatadah;

Bahwa Nabi Muhammad saw pernah ditanya oleh salah seorang sahabat mengapa ia berpuasa di hari Senin. Rasulullah pun menjawab, aku dilahirkan di hari itu apakah salah jika aku mengagungkannya dengan cara berpuasa? (HR. Muslim dalam Shahihnya kitab al-Shiyam)

Baca Juga:  Mana yang Harus Diutamakan, Berhaji atau Membantu Kerabat?

3. Sarana Mengenal Nabi Muhammad saw.

Rasululah adalah suritauladan yang patut diontoh oleh kita Ummatnya, maka melalu Maulid Nabi ini kita dapat mengetahui dan mengenal lebih jauh tentang beliau.

Mulai dari biografinya, sejarah hidupnya, perangainya, kehidupan keluarganya, kehidupan sosialnya, mukjizatnya hingga pada ajaran dan nilai-nilai baik yang dibawanya.

Tujuannya tak lain agar beliau bisa dijadikan teladan dalam menjalani kehidupan.

4. Perayaan Maulid Sudah Menjadi Keyakinan Mayoritas Umat Islam di Dunia

Perayaan maulid Nabi telah menjadi sesuatu yang sangat diyakini baik oleh mayoritas kaum muslimin, dari kalangan Awam, Santri, pejabat, hingga Ulama.

Hal ini dapat kita saksikan dari ujung timur hingga ujung barat dunia mayoritas umat islam merayakan kelahiran Nabi Muhammad saw.

Adapun yang berbeda atau menolak bentuk perayaan ini hanya ada sebagian kecil saja dari Umat Islam. Jumlahnya sangat sedikit dan tidak sebanding.

Berdasarkan hal ini, dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad dijelaskan bahwa sesuatu yang diyakini baik oleh mayoritas umat islam tentunya juga baik bagi Allah swt. Begitu pun sebaliknya. Sesuatu yang diyakini buruk oleh mereka itu juga menjadi buruk bagi Allah swt.

Baca Juga:  Ibnu Taimiyah Dianggap Sesat Karena Membolehkan Merayakan Maulid

5. Banyak Amalan Baik di Dalamnya

Perayaan maulid tidaklah seperti perayaan-perayaan yang umum, dimana terdapat hura-hura, meksiat dan hal-hal yang munkar lainnya.

Perayaan maulid justru selalu diungkapkan dalam bentuk kegiatan positif. Berkumpul untuk bersilaturrahmi, berdzikir, melantunkan puji-pujian dan shalawat Nabi, adanya suguhan makanan dan shadaqah serta lain sebagainya.

Demikianlah lima alasan mengapa Mayoritas Umat Islam di dunia ini bergembira dan sangat menikmati dalam merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW.

M Resky S

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *