Begini Proses Pengangkatan Khalifah Umar bin Khattab Sebagai Khalifah

Begini Proses Pengangkatan Khalifah Umar bin Khattab Sebagai Khalifah

PeciHitam.org – Sebagai orang Islam, kita tentu pelu mengetahui bagaimana proses penggantian tahta pasca wafatnya Nabi menuju masa pemerintahan khalifah yang pertama kali dijabat oleh Abu Bakar, kemudian dilanjutkan ke Umar bin Khattab. Lalu,  sudah tahukah kalian tentang Pengangkatan Khalifah Umar bin Khattab pertama kali? Mari kita bahas dalam artikel ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Muhammad sejak diutus menjadi Rasul sampai akhir hayatnya menduduki dua jabatan penting, yaitu sebagai Kepala Agama sekaligus Kepala Negara. Setelah beliau wafat, terjadilah perselisihan di kalangan kaum muslimin tentang berbagai masalah besar.

Di antara masalah besar tersebut yaitu tentang pengganti Rasul sebagai Kepala Negara. Akhirnya muncullah nama Abu Bakar sebagai calon yang secara umum diterima pada semua kalangan dengan melalui berbagai perdebatan kaum muslimin saat itu. Abu Bakar terpilih untuk mempertahankan status quo, memelihara semua peninggalan (ajaran Islam) yang dibawa oleh nabi Muhammad dan memanfaatkannya.

Terpilihnya Abu Bakar menunjukkan kesadaran politik yang baik dalam ummah dan cepatnya pemilihan menunjukkan bahwa mereka bertekad untuk bersatu dan melanjutkan tugas nabi Muhammad. Sebagai Khalifah, Abu Bakar memiliki fungsi ganda, yaitu sebagai pemimpin agama (khalifah, bukan Rasul) sekaligus merangkap kepala negara.

Baca Juga:  Perjanjian Aelia Umar bin Khattab dengan Umat Kristen Yerussalem

Pemunculannya sebagai pemimpin merupakan keputusan ad hoc (bersifat sementara karena terdesak oleh keadaan) yang diambil oleh ummah pada saat terjadi krisis kepemimpinan. Ummah telah menamakan sistim Khilafah ini sebagai “Khilafah yang adil dan benar” atau al-Khilifah al-Rashidah. Ini adalah kata-kata yang menjelaskan bahwa cara ini adalah satu-satunya cara yang benar bagi penggantian kedudukan Rasulullah Saw menurut pandangan kaum muslimin.

Pada hari Senin tanggal 21 Jumadil Akhir tahun 13 H/ 634 M, Abu Bakar As-Shidiq wafat, setelah itu dikuburkan pada malam itu juga. Ketika Abu Bakar sakit, Umar yang melakukan tugas Abu Bakar sebagai imam shalat. Kemudian Abu Bakar memerintahkan Utsman bin Affan untuk menuliskan wasiat, isi wasiat tersebut adalah mewasiatkan jabatan khalifah kepada Umar bin Khattab.

Pengangkatan Umar bin Khattab merupakan fenomena baru yang berbeda dengan proses pengangkatan sebelumnya dengan melewati perdebatan yang sangat keras. Umar diangkat melalui rekomendasi atau wasiat dari khalifah sebelumnya yakni Abu Bakar. Walaupun melalui rekomendasi tetap saja Abu Bakar memusyawarahkan keputusannya tersebut kepada para sahabat.

Sahabat yang terlibat adalah Abdul Rahman bin Auf, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib. Abu Bakar menanyakan kepada Abdurrahman tentang Umar, menurut Abdurrahman, Umar adalah orang yang mempunyai pandangan terbaik, namun Umar terlalu keras. Kemudian Abu Bakar menanyakan hal yang sama terhadap Utsman.

Baca Juga:  Inilah yang Dialami Siti Aminah 12 Hari Menjelang Lahirnya Nabi Muhammad

Menurut Utsman, Umar adalah orang yang mempunyai isi hati yang baik dibandingkan dengan lahiriahnya dan tidak ada orang yang sepertinya di kalangan umat Islam. Selanjutnya Abu Bakar menanyakan kepada Ali, Ali berpendapat bahwa Umar adalah orang yang keras, Abu Bakar bahwa setelahku butuh orang yang keras.

Setelah itu Abu Bakar mengumpulkan umat Islam dan meminta mereka untuk membaiat Umar. Umat Islam kemudian membaiat Umar dengan penuh ketaatan. Dalam sambutan pertamanya, Umar memohon kepada Allah agar diberi kekuatan dalam menjalankan pemerintahan.

Menurut Al-Baihani, Abu Bakar memilih Umar sebagai penggantinya berdasarkan beberapa pertimbangan, yakni sebagai berikut.

  • Umar pada saat itu adalah wakil dari khalifah Abu Bakar. Ia mempunyai peran yang sangat besar dalam pemerintahan Abu Bakar, selain itu Umar merupakan orang kepercayaan Abu Bakar.
  • Umar adalah orang yang selalu patuh akan perintah Abu Bakar. Menurut Umar apa yang diperintahkan Abu Bakar adalah sebuah kebijakan yang tepat dan disukai Nabi. Sehingga jiwa Abu Bakar dan Umar adalah seolah-olah satu walau berada dalam dua jasad.
  • Umar adalah orang yang paling dipercayai Abu Bakar daripada sahabat yang lain. Menurut Abu Bakar, Umar adalah orang yang memiliki pemikiran yang cemerlang, keluasan ilmu, keimanan yang kuat dan sikap yang tegas, walau begitu Umar adalah memiliki jiwa yang lembut.
Baca Juga:  Kisah Cinta Ibnu Hazm al Andalusi Hingga Alasan Melupakan Sang Kekasih

Begitulah sedikit cerita tentang Pengangkatan Khalifah Umar bin Khattab yang disepakati menjadi khalifah setelah Abu Bakar mendapat rekomendasi dari sahabat yang lainnya.

Mohammad Mufid Muwaffaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.