Inilah 2 Cara Memotong Kuku yang Benar Sesuai Sunnah

Cara Memotong Kuku Sesuai Sunnah

Pecihitam.org– Kuku harus dibersihkan dan dipotong. Jangan sampai dibiarkan panjang, karena bisa menjadi sarang kuman dan penyakit. Namun, sebelum itu kamu harus memahami cara memotong kuku sesuai sunnah yang diajarkan oleh Nabi.

Namun sebelum menjelaskan tentang tata cara memotong kuku yang benar sesuai sunnah, perlu juga diketahui tentang hukum memotong kuku, hari terbaik, serta batas maksimal seseorang harus memotong kukunya.

Adapun hukum memotong kuku adalah sunnah, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Jika kuku dibiarkan panjang atau dipelihara, memang tidak dihukumi haram, melainkan disebut khilaful awla (tidak sesuai tuntunan sunnah).

Sedangkan waktu maksimal seseorang harus memotong kukunya adalah paling lama 40 hari. Begitulah, sebagaimana riwayat Anas bin Malik

عن أنس رضى الله عنه قال وقت لنا في قص الشارب وتقليم الاظفار ونتف الابط وحلق العانة ان لا نترك اكثر من اربعين ليلة

Kami memberi batas waktu dalam mencukur kumis, memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan agar tidak ditinggalkan lebih dari batas waktu 40 malam” (HR. Muslim)

Maksudnya, para sahabat tetap selalu mencukur kumis, memotong kuku, membersihkan bulu ketiak dan mencukur bulu kemaluan ketika memang sudah mulai terlihat panjang.

Kalaupun mereka mengakhirkan waktu, maka tidak akan sampai melewati 40 hari.

Begitulah, selain alasan kesehatan, dalam Islam, jika kuku, bulu ketiak dan bulu kemaluan dibiarkan terlalu lama tidak dipotong atau dicukur, maka akan berpotensi menjadi tempat bersemayamnya setan jika tidak rajin dibersihkan.

Adapun mengenai kapan hari terbaik memotong kuku, menurut pendapat yang shahih adalah kapan saja jika memang kuku tersebut mulai panjang.

Namun, akan lebih utama jika dipotong secara rutin pada hari Kamis sore atau Jumat.

Adapun tentang mitos bahwa jika memotong kuku hari Sabtu menimbulkan penyakit yang menggrogoti tubuh; hari Ahad menyebabkan hilang berkah; hari Senin menjadi orang alim lagi fadhil (pintar dan utama); hari Selasa menyebabkan kebinasaan; hari Rabu menyebabkan buruk akhlak; hari Kamis mendatangkan kekayaan; hari Jumat menambah ilmu dan sifat santun, menurut Ibnu Hajar, ini adalah riwayat palsu dan bohong.

Karena, sekali lagi, memotong kuku itu boleh dan dinajurkan kapan saja telebih jika memang telah mulai panjang, terlepas itu hari Sabtu, Selasa atau Rabu.

Tata Cara Memotong Kuku
Mengenai tata cara memotong kuku sesuai sunnah, memang terdapat beberapa cara. Namun, di sini saya mencukupkan pada dua cara yang paling mudah dipraktekkan, sebagaimana disampaikan oleh Imam Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Muhaddzab

ويستحب ان يبدأ باليد اليمني ثم اليسرى ثم الرجل اليمني ثم اليسرى. قال الغزالي في الاحياء يبدأ بمسبحة اليمني ثم الوسطي ثم البصر ثم خنصر اليمنى ثم خنصر اليسرى إلى ابهامها ثم ابهام اليمنى

Memotong kuku dianjurkan dimulai dari tangan kanan, kemudian tangan kiri. Lalu kaki kanan, kemudian kaki kiri. Imam Al-Ghazali berkata dalam Ihya’ Ulum Al-Dien: dimulai dari telunjuk tangan kanan, kemudian jari tengah, kemudian jari manis, lalu jari kelingking.

Setelah itu, jari kelingking tangan kiri hingga ibu jarinya. Kemudian ibu jari tangan kanan.

Dengan penjelasan di atas, maka bisa diilustrasikan dua cara memotong kuku tersebut sebagaimana gambar berikut:

Versi Imam Nawawi

Versi Imam Al-Ghazali

Demikian penjelasan mengenai hukum dan tata cara memotong kuku sesuai sunnah. Wallahu a’lam bisshawab.

Faisol Abdurrahman
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG