Memberi Minum Saat Sakaratul Maut, Benarkah Disunnahkan?

memberi minum saat sakaratul maut

Pecihitam.org – Setiap yang hidup pasti akan mati dan setiap manusia yang akan mati semua pasti akan menghadapi sakaratul maut entah itu cepat atau lambat, baik dimana saja dan kapan saja waktunya. Saat menjelang ajal orang akan merasakan kehausan yang luar biasa, dan memberi minum saat sakaratul maut oleh orang yang ada didekatnya adalah sunnah. Benarkah demikian?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Setiap Muslim pasti berharap akan mengakhiri ending kehidupan di dunia ini dengan baik karena bagaimanapun amal seseorang akan ditentukan bagaimana kualitas di akhir hidupnya.

إِنَّ العَبْدَ لَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا

Artinya: “Sesungguhnya ada hamba yang mengerjakan amal yang menurut pandangan manusia adalah amal surga namun sejatinya itu adalah kegiatan penduduk neraka. Dan ada pula orang yang menjalani kehidupan yang menurut pandangan orang-orang adalah perilaku ahli neraka, namun sebenarnya amal tersebut merupakan amal ahli surga. Yang penting pada setiap amal adalah bagaimana purnanya.” (HR Bukhari: 6493)

Hadits di atas menjelaskan bagaimana pentingnya sebuah penutup pada detik-detik akhir menjelang kematian seseorang. Pada saat itu merupakan ujian terbesar yang bakal dimanfaatkan iblis untuk menjadikan orang tersebut sesat dan selama-lamanya masuk neraka.

Baca Juga:  Berbagai Rintangan dalam Beribadah (Bagian II): Kesulitan dalam Menuntut Ilmu

وَقَدْ رُوِيَ أَنَّ الشَّيْطَانَ لَا يكون في حال أشد على بن آدَمَ مِنْهُ فِي حَالِ الْمَوْتِ يَقُولُ لِأَعْوَانِهِ دُونَكُمْ هَذَا فَإِنَّهُ إِنْ فَاتَكُمُ الْيَوْمَ لَمْ تَلْحَقُوهُ بَعْدَ الْيَوْمِ

Artinya: “Diriwayatkan, setan tidak menggoda anak Adam melebihi hebatnya godaan pada saat orang akan meninggal dunia. Pada saat itu, setan berkata kepada teman-temannya, ‘Kumpul di sini, jika kalian tidak bisa menyesatkannya pada hari ini, kalian tidak lagi bisa menggodanya selamanya’.” (Muhammad Asyraf bin Amir Abadi, Aunul Ma’bud, (Darul Kutub Al-Ilmiyyah, cetaka II, 1415 H), juz 4, halaman 287).

Orang yang sedang sakaratul maut, karena saking sakitnya perpisahan antara nyawa dengan jasad biasanya akan merasakan haus yang luar biasa. Disitu setan akan selalu menggoda menawari iming-iming berupa minuman atau yang lainnya namun dengan syarat mau menyekutukan Allah SWT dan lain sebagainya.

Sebuah riwayat dari Sayid Ba’alai Al-Hadrami yang bersumber dari kitab Tuhfah menceritakan, orang yang menghadapi kematian dalam keadaan suci baik dari hadats maupun najis, akan didatangi malaikat Jibril. Orang yang akan mati juga disarankan untuk dibacakan surat yasin.

Baca Juga:  Inilah Tahapan-Tahapan Jihad fi Sabilillah yang Harus Dipahami Seorang Mujahid

Di lain itu, untuk menghindari kehausan yang menyerang maka di sunnahkan atau bahkan bisa diwajibkan memberi minum saat sakaratul maut kepada orang yang sedang merasakannya, terlebih apabila terlihat ada tanda-tanda orang tersebut sangat membutuhkannya. Hal ini penting dilaksanakan agar dia tidak tergoda atas iming-iming minum dari setan.

ويجرع الماء ندباً بل وجوباً إن ظهرت أمارات تدل على احتياجه، كأن يهشّ إذا فعل به ذلك، لأن العطش يغلب لشدّة النزع، ولذلك يأتي الشيطان بماء زلال ويقول: قل لا إله غيري حتى أسقيك اهـ تحفة.

Artinya: “Dan diberi tegukan air dengan hukum sunnah bahkan menjadi wajib apabila terlihat ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa orang yang sakaratul maut sedang membutuhkannya. Di antara tanda yang muncul mungkin seperti raut muka ceria yang tampak. Sebab haus memang sedang melanda hebat karena saking beratnya naza’. Oleh karena itu setan datang dengan air yang putih seputih telur. Ia berkata ‘Katakan tidak ada Tuhan selain aku (setan) sampai aku memberikan minuman kepadamu’.” (Sayyid Ba’alawi Al-Hadrami, Bughyatul Mustarsyidin, (Maktabah Darul Fikr), halaman 151)

Dengan demikian, dapat kita pahami, jika sedang berada di dekat orang yang akan meninggal, dan terlihat tanda-tanda membutuhkan uluran tangan minuman, maka hukumnya sunnah untuk memberi minum saat sakaratul maut pada orang yang sedang menjalaninya. Bahkan jika kebutuhan itu begitu kuat, bisa menjadikan wajib dalam rangka kita menolongnya agar selamat dan tidak tergelincir kepada godaan setan di akhir hayatnya. Semoga kita diselamatkan oleh Allah dan meninggal kelak dalam keadaan husnul khatimah. Amiin Yarabbal’alamin. Wallahua’lam Bisshawab

Baca Juga:  Hukum Menimbun Masker di Tengah Genting Wabah Virus Corona
Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.