Inilah 4 Fungsi Masjid Dilihat dari Perspektif Al-Quran dan Sunnah

Inilah 4 Fungsi Masjid Dilihat dari Perspektif Al-Quran dan Sunnah

PeciHitam.org Sebutan masjid berasal dari bahasa Arab dengan akar kata fi’il madli bentuk past tense atau masa lalu: sajada yang berarti khadla’a (merendahkan diri), dan wadla’a jabhatahu ‘ala al-ardli (meletakkan dahinya ke atas permukaan bumi atau tanah).

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sedangkan dalam bentuk ism makan atau keterangan tempat, kata Masjid berarti mushallah al-jama’ah atau tempat salat para jama’ah.

Pada umumnya, kata masjid dibedakan dengan mushalla dari segi fungsinya. Masjid dipakai sebagai tempat untuk menunaikan ibadah salat Jum’at dan salat rawatib atau salat lima waktu, sedang mushalla hanya untuk salat rawatib saja.

Masjid di zaman Rasulullah saw. difungsikan sebagai pusat kegiatan umat, baik yang bersifat ibadah maupun mu’amalah, dan menghimpun berbagai kelompok umat Islam.

Pada zaman perang, masjid dijadikan sebagai markas besar tentara, pusat gerakan pembebasan umat dari penghambaan taghut, penyebaran akhlak Islami, dan lebih dari itu sebagai pusat pendidikan.

Pada saat Rasulullah saw. sampai di Madinah, beliau segera mendirikan Masjid Quba’ di al-Mirbad. Di masjid ini beliau memberi pengajaran agama serta pengetahuan umum kepada para pengikutnya.

Di samping itu, masjid difungsikan sebagai pusat pemerintahan, lembaga pengadilan pendidikan, dan terutama sebagai tempat beribadah.

Fungsi Masjid Perspektif Al-Quran dan Sunnah

Masjid dalam pandangan Islam merupakan sarana yang amat penting pendidikan individu dan pembinaan umat. Bisa dibilang, fungsi Masjid dalam perspektif Alquran dan Sunnah Nabi saw. adalah sebagai berikut:

  • Berfungsi sebagai sarana ibadah salat dan berdzikir.
Baca Juga:  Siapa dan Bagaimanakah Wali Allah di Dunia?

Dalam Alquran Surat al-Taubat:108 menyebutkan bahwa “.. Masjid yang didirikan atas dasar taqwa (Masjid Quba), sejak hari pertama lebih patut kamu bersembahyang di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih. Dengan demikian, masjid merupakan tempat ibadah dan salat bagi para jama’ah.”

Nabi saw. bersabda: “Maukah engkau aku tunjukkan suatu perbuatan yang dapat menghapus dosa dan diangkat derajatnya oleh Allah?” para sahabat menjawab: “Mau, wahai Rasulullah.” Seru Nabi saw.. “Engkau sempurnakan wudlu dalam kondisi dimakruhkan (misalnya kondisi teramat dingin), dan engkau memperbanyak melangkah ke Masjid, serta menunggu datangnya waktu salat setelah salat. (Kalau kalian mengerjakan yang demikian), maka bagimu adalah ribath (perkara yang amat disukai).”

  • Berfungsi sebagai sarana pendidikan dan pengajaran.

Masjid, sepatutnya difungsikan sebagai tempat kajian Alquran. Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:

“Tidaklah suatu kaum berkumpul di suatu Masjid atau baitullah untuk membaca Alquran dan mengkajinya, melainkan diturunkan bagi mereka itu rasa tenang, dinaungi dengan rahmat dan dikelilingi oleh para malaikat dimana mereka berdzikir di sekitarnya.”

Diriwayatkan pula dari Abdullah ibn Mas’ud ra., ia berkata: “Abu Ishak ra. telah menceritakan kepada kami dengan berkata: Aku telah melihat seorang lelaki menemui al-Aswad bin Yazid, dia sedang mengajar Alquran di dalam masjid dan bertanya: bagaimanakah kamu membaca ayat ini “fa hal min muddakir”? Apakah dibaca dengan huruf dal ataupun zal? Dia menjawab: Dengan dall Karena aku mendengar Abdullah ibn Mas’ud berkata bahwa dia mendengar Rasulullah saw. membacanya yaitu dengan dal.”

Dalam kesempatan lain Nabi saw. memotivasi agar umat Islam datang ke masjid selain untuk salat, juga untuk mengkaji Alquran. Nabi saw. bersabda:

Baca Juga:  Beginilah Kontribusi Besar Madzhab Al-Asy'ari Dalam Ilmu Hadits

Mengapa salah seorang dari kalian tidak berangkat tiap hari ke masjid untuk belajar atau membaca Alquran sekedar dua ayat, sebab yang demikian itu lebih baik baginya dari pada memiliki dua onta betina, dan tiga ayat lebih baik dari tiga onta, empat ayat lebih baik dari empat onta, serta berapa pun jumlah ontanya.”

  • Berfungsi sebagai sarana pengadilan, hukum, musyawarah, dan tempat pertemuan untuk membahas urusan keislaman.

Di masa Nabi saw., masjid mengenal halal dan haram. Mereka juga mengkaji Alquran dan sunnah, hukum, bahasa, serta ilmu-ilmu lain yang dibutuhkan dalam kehidupan.

Melalui masjid mereka dapat menyadari pentingnya makna persaudaraan secara praktis, saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan takwa, serta hati mereka pun menjadi tenang dengan berzikir kepada Allah.

Di halaman masjid juga diselenggarakan beberapa bentuk permainan menunggang kuda. Diriwayatkan oleh Aisyah ra., dari Rasulullah saw. yang berkata kepadanya:

“Rasulullah saw. memanggilku, sementara seorang habasyah sedang bermain dengan kuda kendaraannya di halaman masjid.” Kemudian nabi saw. bertanya: “Hai Aisyah, apakah kamu suka melihat mereka?” aku menjawab: “ya“, lantas Nabi saw. menyuruhku berdiri di belakangnya, sehingga aku dapat melihat mereka dari belakang pundak Nabi saw. Aisyah melanjutkan bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Hal ini agar kaum Yahudi mengetahui bahwa dalam agama kita terdapat waktu luang.”

  • Berfungsi sebagai sarana sosial
Baca Juga:  Fadhilah Membaca Surat Al-Mulk; Dari Penyelamat Siksa Kubur hingga Pembela di Hari Kiamat

Ketika bencana atau petaka menerpa kaum mukminin, masjid dapat digunakan sebagai tempat berlindung. Di sana umat Islam dapat menyusun kekuatan untuk mengibarkan panji-panji Islam dan meninggikan kalimat Allah sebagaimana pernah terjadi dalam Perang Salib pertama atau dalam beberapa gerakan pembebasan melawan tentara salib dan Yahudi dalam Perang Salib kedua.

Ketika itu, kaum Muslimin melawan kaum penjajah yang bercokol selama satu abad lebih di berbagai negara Islam. Revolusi Siri bergema dari masjid besar yang ada di kota-kota Siria. Revolusi Aljazair pun berbasis di pondok-pondok dan sekolah-sekolah Islam yang berada di masjid-masjid. Demikian pula gerakan kemerdekaan Islam lainnya, seperti di Pakistan, Afghanistan, Indonesia, dan negara lainnya.

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan