Hadits Shahih Al-Bukhari No. 27 – Kitab Iman

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 27 – Kitab Iman ini, menjelaskan bahwa menyebarkan salam termasuk bagian dari keimanan. Baik kepada orang yang dikenal maupun orang asing yang tidak dikenal.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mengucapkan salam mencerminkan akhlak yang mulia, sifat tawadhu’ (rendah hati) dan menghormati serta tidak mencela orang lain, sehingga dengan demikian dapat terjalin hubungan saling mencintai antar sesama. Kemudian berinfak dalam kesusahan adalah merupakan perbuatan yang benar-benar mulia. Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 1 Kitab Iman. Halaman 146-147.

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي الْخَيْرِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ الْإِسْلَامِ خَيْرٌ قَالَ تُطْعِمُ الطَّعَامَ وَتَقْرَأُ السَّلَامَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ وَمَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Qutaibah] berkata, telah menceritakan kepada kami [Al Laits] dari [Yazid bin Abu Habib] dari [Abu Al Khair] dari [Abdullah bin ‘Amru] bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam; “Islam manakah yang paling baik?” Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Kamu memberi makan dan memberi salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal”.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 152 – Kitab Wudhu

Keterangan Hadis: السَّلَام مِنْ الْإِسْلَام (salam termasuk bagian dari Islam). Dalam riwayat Karimah ditambahkan kata ifsya’ (menyebarkan), yang berarti menyebarkan salam secara diam-diam atau terang-terangan. Kata tersebut sesuai dengan perkataan Rasulullah, “kepada orang yang engkau ketahui dan tidak engkau ketahui.”

Penjelasan “menyebarkan salam termasuk bagian dari Islam” telah diterangkan dalam bab Ith ‘am Ath-Tha aam (memberi makan). Ammaar adalah putra Yasir (Ammar bin Yasir). Dia adalah salah seorang yang pertama kali masuk Islam.

ثَلَاث (tiga), yaitu tiga sifat. Yang dimaksud ‘Alam” dalam hadits ini adalah seluruh manusia. Sedangkan وَالْإِقْتَار berarti miskin, atau membutuhkan menurut pendapat yang lain. Jika arti kedua yang diambil, maka kata مِنْ dalam kalimat مِنْ الْإِقْتَار berarti “dengan” atau “pada saat”.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 283 – Kitab Mandi

Abu Zinad bin Siraj dan ulamaulama lainnya berkata, “Orang yang melakukan tiga hal tersebut maka imannya telah sempurna, karena kesempurnaan iman sangat tergantung kepada tiga hal tersebut. Sebab seorang hamba yang memiliki sifat adil, akan selalu melaksanakan kewajiban yang diberikan kepadanya serta menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Tuhannya. Hal ini dapat mencakup semua rukun iman.

Mengucapkan salam mencerminkan akhlak yang mulia, sifat tawadhu’ (rendah hati) dan menghormati serta tidak mencela orang lain, sehingga dengan demikian dapat terjalin hubungan saling mencintai antar sesama.

Kemudian berinfak dalam kesusahan adalah merupakan perbuatan yang benar-benar mulia, sebab jika seseorang mau berinfak pada saat ia membutuhkan, maka pada waktu lapang ia akan lebih banyak lagi berinfak.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 5 - Kitab Permulaan Wahyu

Pengertian “berinfak” dalam hadits ini bersifat umum atau tidak hanya terbatas pada keluarga dan tamu, yang wajib maupun yang sunnah. Berinfak pada saat membutuhkan merupakan manifestasi dari keimanan kepada Allah, zuhud terhadap kehidupan dunia dan tidak banyak berangan-angan.

Hal ini membuktikan bahwa hadits tersebut adalah hadits marfu’ (dinisbatkan kepada Rasulullah), karena perkataan semacam itu hanya berasal dari lisan orang yang memiliki jawami’ul kalim, Wallahu ‘Alam.”

M Resky S