Inilah Beberapa Keutamaan Hari Jumat bagi Kaum Perempuan

keutamaan hari jumat

Pecihitam.org – Sebagian orang beranggapan bahwa keutamaan hari Jumat hanya dikhususkan untuk kaum lelaki, hal ini dikarenakan pelaksanaan shalat Jumat identik dengan kaum lelaki sehingga bagi perempuan tidak mempunyai keutamaan apa pun di hari mulia itu. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar, sebab beberapa keutamaan hari jumat juga dapat diamalkan oleh perempuan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hari Jumat merupakan hari yang sangat spesial bagi umat Islam. Dalam beberapa referensi disebutkan bahwa hari Jumat merupakan hari yang paling utama dalam satu minggu dan malamnya merupakan malam yang paling utama setelah malam lailatul qadar.

Pada hari itu Allah subhanahu wata’ala telah menciptakan Nabi Adam ‘alaihis salam dan pada hari itu pula Allah telah mempertemukan beliau dengan Siti Hawa di Muzdalifah dan pertemuan itulah yang menjadi dasar penamaan dari hari Jumat (yang berarti berkumpul).

Berikut ini penjelasan beberapa keutamaan hari jumat yang dapat diamalkan oleh kaum perempuan:

1. Mandi Jumat

Mandi Jumat merupakan amaliah sunnah yang khusus dilakukan pada hari Jumat, kesunnahan ini berlaku umum bagi siapa pun yang menghadiri ibadah shalat Jumat. Ditegaskan dalam hadits riwayat Ibnu Hibban dari Ibnu Umar sebagai berikut:

من أتى الجمعة من الرجال والنساء فليغتسل

“Barangsiapa yang mendatangi shalat Jumat baik laki-laki maupun wanita maka hendaklah mandi.”

Seorang wanita dalam konteks ini juga mendapatkan kesunnahan mandi Jumat apabila ia turut serta melaksanakan ibadah Jumat. Ketentuan hukum ini menjadi berbeda bila ia memilih shalat Dhuhur di rumah, maka tidak lagi disunnahkan baginya.

Baca Juga:  Hikmah Khatib Memegang Tongkat dengan Tangan Kirinya Saat Khutbah

Syekh Muhammad Nawawi Al-Bantani menyatakan:

وأما آداب الجمعة فكثيرة منها أنه (سن لمريدها) أي لمن أراد حضور الجمعة (غسل) وإن لم تجب عليه بل وإن حرم عليه الحضور كامرأة بغير إذن حليلها على المعتمد

“Sedangkan etika dalam shalat Jumat itu banyak, salah satunya adalah disunnahkan bagi orang yang menghendaki untuk mendatangi shalat Jumat untuk mandi, walaupun shalat Jumat tidak diwajibkan baginya bahkan walaupun haram baginya untuk mendatangi shalat Jumat seperti perempuan yang tidak mendapatkan izin dari suaminya menurut pendapat mu’tamad (kuat).” (Syekh Nawawi al-Bantani, Nihayah az-Zain, hal.142, Al-Haramain)

2. Memperbanyak shalawat Nabi

Memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW adalah salah satu dari amaliah yang dapat dilaksanakan pada hari Jumat bagi perempuan, hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Baihaqi:

أكثروا الصلاة علي ليلة الجمعة ويم الجمعة فمن صلى علي صلاة صلى الله عليه بها عشرا ـ رواه البيهقي بإسناد جيد

“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada mal Jumat dan hari Jumat, barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya 10 kali,” (HR Al-Imam Al-Baihaqi dengan sanad yang baik)

Bahkan Syekh Zainuddin Abdul Aziz al-Malibariy menyatakan dalam kitabnya Fath al-Muin bahwa memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW pada hari Jumat lebih utama daripada memperbanyak berdzikir dan membaca Al-Qur’an yang tidak ada keterangan khusus dari Nabi Muhammad SAW.

3. Memperbanyak Membaca Surat Al-Kahfi

Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Al-Hakim:

من قرأ سورة الكهف في يوم الجمعة أضاء له من النور ما بين الجمعتين

Baca Juga:  Syarat Wajib Shalat Jumat dalam Madzhab Syafi'i (Bagian 1)

“Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada hari Jumat maka akan ada cahaya yang menyinarinya diantara 2 Jumat.”

Dan hadits yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi:

من قرأ سورة الكهف ليلة الجمعة أضاء له من النور ما بينه وبين البيت العتيق

“Barangsiapa yang membaca Surat Al-Kahfi pada malam Jumat maka akan ada cahaya yang menyinarinya diantara dia dan Al-Bait Al-Atiq (Ka’bah).”

4. Memperbanyak Berdoa

Bagi siapa pun, laki-laki dan perempuan disunnahkan untuk memperbanyak berdoa di hari Jumat. Harapannya adalah doa yang dipanjatkan bertepatan dengan waktu ijabah (terkabulnya doa) yang dirahasiakan Allah di satu kali 24 jam hari Jumat. Syaikh Jalaluddin Al-Mahalli berkata:

ـ (ويكثر الدعاء) يومها رجاء أن يصادف ساعة الإجابة

“Dan sunnah memperbanyak berdoa pada hari Jumat karena berharap bertepatan dengan waktu ijabah.” (Jalaludin Muhammad bin Ahmad Al-Mahalli, Syarah Minhaj At-Thalibin, juz 1, hal. 334, Al-Hidayah)

5. Membaca Surat Yasin

Keutamaan membaca Surat Yasin berlandaskan hadits riwayat Abu Daud sebagai berikut:

من قرأ سورة يس والصافات ليلة الجمعة أعطاه الله سؤله

“Barangsiapa membaca surat Yasin dan al-Shaffat di malam Jumat, Allah mengabulkan permintaannya.” (HR Abu Daud dari al-Habr).

Al-Manawi menegaskan bahwa hadits ini tergolong hadits yang sanadnya terputus. Dengan demikian hadits tersebut berstatus lemah. Meski demikian, hadits tersebut tetap bisa diamalkan sebab berkaitan dengan keutamaan amal (fadlail al-a’mal).

6. Memperbanyak Kebaikan

Salah satu keutamaan hari Jumat adalah dilipatgandakannya pahala kebaikan sepuluh kali lipat dari pada hari yang lain. Keutamaan ini tidak terkhusus untuk laki-laki, namun berlaku juga bagi perempuan.

Baca Juga:  Berbicara Saat Khutbah Jumat Berlangsung Bagaimanakah Hukumnya?

Syekh Abu Bakr bin Syatha berkata:

ـ (قوله: وسن إكثار فعل الخير فيهما) أي في يوم الجمعة وليلتها، لما أخرجه ابن زنجوية عن ابن المسيب بن رافع قال من عمل خيرا في يوم الجمعة ضعف له بعشرة أضعاف في سائر الأيام، ومن عمل شرا فمثل ذلك اه. إرشاد العباد. ويقاس باليوم: الليلة، إذ لا فرق.

“Ucapan Syekh Zainuddin; dan sunnah memperbanyak kebaikan di malam dan hari Jumat; karena riwayat Ibnu Zanjawiyah dari Ibn al-Musayyab bin Rafi’, beliau berkata, Barang siapa yang berbuat kebaikan pada hari Jumat maka akan dilipatgandakan sepuluh kali lipat dari hari yang lain, dan barang siapa berbuat kejelekan maka juga demikian (dilipatgandakan dosanya sepuluh kali lipat). Dan disamakan hari, yaitu malam, sebab tidak ada perbedaan sama sekali.” (Syaikh Abi Bakr bin Sayyid Muhammad Syatha Ad-Dimyati, Hasyiyah I’anah At-Thalibin, juz 2, hal. 104, Dar Al-Fikr).

Beberapa aktivitas utama di atas sebagaimana dianjurkan untuk laki-laki, juga berlaku bagi perempuan, sebab redaksi yang disebutkan dalam hadits bersifat umum (man), bisa mencakup laki-laki dan perempuan, di dalam kajian ushul fiqh disebut dengan lafazh al-‘Am.

Itulah sedikit penjelasan keutamaan hari jumat yang tidak hanya terkhusus bagi laki-laki namun juga bagi kaum perempuan. Semoga bermanfaat. Wallahua’lam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.