Kalimat Dzikir yang Berat Timbangannya Melebihi Tujuh Lapis Langit dan Bumi

Kalimat Dzikir yang Berat Timbangannya

Pecihitam.org – Dalam ilmu fisika terdapat teori bahwa massa bumi adalah 5,9742 × 1024 kg, ukuran ini berdasarkan kajian para ilmuwan. Namun umpama benar ada timbangan yang dapat mengukur beratnya tujuh lapis bumi, manusia tentu sangat sulit membayangkan bagaimana berat sebenarnya. Lalu coba bayangkan lagi, jika ditambah dengan beratnya tujuh lapis langit yang materinya tidak diketahui secara pasti.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Secara akal saja, mungkin sudah tidak sanggup kita membayangkan berapa berat tujuh lapis langit dan bumi. Namun tahukah kamu bahwa ternyata ada kalimat dzikir yang timbangannya lebih berat dibanding tujuh langit dan bumi tersebut. Kalimat dzikir apakah itu? Berikut ulasannya

Dzikir istilah paling sederhananya adalah amalan yang dilakukan seorang hamba yang untuk mengingat Allah. Dengan demikian dzikir merupakan kalimat-kalimat yang dilafadzkan seorang muslim sebagai salah satu bentuk ibadah dengan cara mengingat Allah. Ada banyak sekali kalimat dzikir yang bisa amalkan antara lain seperti kalimat tasbih, tahmid takbir dan masih banyak lagi kalimat lainnya.

Baca Juga:  5 Etika yang Harus Dijaga Saat Ziarah ke Makam Rasulullah

Masing-masing kalimat toyibah (kalimat yang baik) ini memiliki keistimewaan tersendiri. Seperti contohnya kalimat dzikir yang berat pahala timbangannya melebihi tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi. Bukankah begitu istimewa dzikir tersebut?

Nah, kalimat dzikir yang berat pahala timangannya melebihi tujuh lapis langit dan bumi tersebut yaitu لا إله إلا الله Laa ilaha illallah yang artinya tiada Tuhan selain Allah.

Nabi Musa ‘Alahis salam berkata kepada Rabbnya, “Ya Allah, ajarkanlah kepadaku tentang sesuatu untuk berdzikir kepada-Mu?” Allah Ta’ala pun menjawab, “Ucapkanlah Laa ilaha illallah.”

Dalam riwayat yang disampaikan oleh Imam an-Nasa’i, Nabi Musa As memohon kepada Allah Ta’ala selepas mendapatkan ajaran tentang kalimat dzikir yang mulia itu. Pinta Nabi Musa As, “Ya Allah, setiap kali mengucapkan dzikir ini, berikanlah aku pahala yang istimewa.”

Sebagaimana disebutkan dalam hadist Qudsi dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah Saw bersabda; Allah Ta’ala mengatakan dalam firman-Nya “Wahai Musa, seandainya tujuh lapis bumi beserta isinya digabungkan dengan tujuh lapis langit dengan seluruh semestanya dan diletakkan di sebelah timbangan kalimat Laa ilaha illallah, niscaya kalimat itu lebih berat, melebihi semua itu.”

Baca Juga:  Tugas Malaikat Allah Sejak Diciptakan Hingga Hari Kiamat

MasyaAllah, begitu istimewanya kalimat dzikir yang satu ini sehingga berat pahala timbangannya melebihi tujuh lapis langit dan bumi. Padahal kita tahu bahwa menurut akal kita selama ini, bumi beserta isinya saja sudah sedemikian berat. Namun nyatanya, kalimat yang sebetulnya cukup ringan dan mudah diucapkan ini memiliki keutamaan yang lebih dibanding hal itu semua

Namun dalam fakta di kehidupan yang kita jalani, tidak semua manusia mampu mengucapkan kalimat Laa ilaha illallah ini. Hanya manusia pilihan dan mendapat hidayah dari Allah saja yang dapat dengan ikhlas mengucapkan kalimat tauhid yang begitu agung ini.

Sebab, bagi mereka yang tidak beriman kepada Allah Swt, maka kalimat Laa ilaha illallah adalah hal mustahil yang bisa terucap. Bukankah sejatinya kita ketahui, bahwa kalimat Tauhid ini adalah salah satu dari Syahadatain dan menjadi syarat mutlak ketika seseorang percaya untuk memeluk agama Islam.

Baca Juga:  Sepuluh Dzikir Anjuran Hujjatul Islam Imam Al-Ghozali

Kalimat yang jika diucapkan dengan ikhlas, kemudian pelakunya mati, maka ia akan diampuni segala dosanya dan berhak atas surga-Nya Allah Swt. Demikian semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik