Khalid Al-Miski; Seorang Pemuda dengan Aroma Minyak Kesturi, Inilah Kisah Hidupnya

Khalid Al-Miski, Seorang Pemuda dengan Aroma Minyak Kesturi

Pecihitam.org – Khalid Al-Miski merupakan pemuda yang tampan rupawan, taat beribadah, ikhlas dalam melakukan kebaikan serta bersungguh-sungguh dalam bekerja.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ia seorang pedagang keliling kampung yang membawa barang dagangannya di atas kepala. Siapa yang tidak kenal dengan pemuda ini?

Mulai dari sifat jujur, amanah dan taat kepada perintah Allah. Itulah karakter yang melekat padanya. Selain itu, aroma tubuhnya begitu wangi seharum minyak kesturi. Sehingga dari kejauhan, orang-orang sudah tahu Khalid Al-Miski yang akan datang karena mencium aromanya yang harum.

Lalu bagaimana awal ceritanya, hingga ia dianugerahi oleh Allah dengan aroma tubuh yang harum seharum aroma minyak kasturi itu?

Begini ceritanya. Suatu ketika saat beliau berjualan keliling membawa daganganya, salah seorang wanita cantik tertarik dengan ketampanan Khalid Al-Miski. Lalu wanita tersebut memanggil Khalid dengan maksud akan membeli barang dagangannya.

Wanita itu telah merancang tipudayanya untuk Khalid. Kemdian dimintanya pemuda rupawan ini agar masuk ke dalam rumahnya dengan alasan akan membeli dagangannya.

Tapi, ternyata wanita itu segera mengunci pintu-pintu rumahnya, kemudian berkata, “Kamu akan celaka jika tidak mau melayani aku! Sebab aku akan mempermalukanmu di depan umum sehingga mereka menuduhmu ingin memperkosaku”, kata wanita itu.

Baca Juga:  Kisah Hatib Ibnu Balta'ah Seorang Sahabat Nabi yang Berkhianat

Dengan rasa panik diiringi takut, Khalid tetap berusaha mencari cara agar bisa selamat, akan tetapi usaha itu masih saja bisa dipatahkan oleh wanita cantik itu.

Kemudian Khalid pun berusaha memperingatkannya dengan janji dan ancaman Allah. Namun wanita itu tetap saja ingin mempermalukan Khalid dan berusaha mengajaknya untuk berbuat zina.

Saat Khalid meyakini bahwa dirinya tidak bisa menye­lamatkan dari ancaman wanita tersebut, maka Khalid meminta satu permintaan sebelum melakukan zina. Beliau meminta izin untuk ber­benah diri di kamar mandi untuk membasuh mukanya.

Mendengar perkataan Khalid, eanita cantik itu merasa bahagia, hatinya berbunga-bunga karena orang yang sangat tampan itu mau diajak untuk berzina.

Sebenarnya Khalid masuk ke kamar mandi hanya ingin memikirkan bagaimana caranya agar selamat dari tipu daya setan yang telah memperdaya wanita itu.

Lalu, Allah membukakan fikirannya dan ia pun mempunyai ide yang tidak masuk akal, akan tetapi cara ini adalah jalan satu-satunya. Meskipun ia harus mengotori tubuhnya sekalipun.

Baginya tidak masalah asalkan dapat menghindarkan diri dari maksiat yang pasti mendatangkan murka Allah. Khalid pun melaksanakan ‘ide gilanya’ itu yakni, melumuri wajah dan tubuhnya dengan tinja. Dengan demikian, terciumlah bau busuk dari wajah dan tubuhnya. Sungguh itu sangat menjijikkan terlebih di mata wanita yang sudah kalaf tersebut.

Baca Juga:  4 Pesan Moral Dibalik Kisah Nabi Ismail AS

Lihat Kholid dalam kondisi berlumur tinja, kontan saja wanita itu marah dan mencaci Khalid kemudian me­nyuruhnya keluar dari rumahnya. Pemuda tersebut lari dan meninggalkan rumah wanita itu untuk menyelamatkan diri dan agamanya.

Itulah yang dulu dilakukan Khalid Al-Miski, seorang pemuda yang rela melumuri tubuhnya dengan tinja yang busuk demi menyelamatkan diri dan agamanya.

Namun berkat pengorbanannya yang terkesan gila ini, Allah menganugerahkan aroma tubuh yang wangi bagi Khalid. Aroma tubuhjua sangat harum menyamai aroma minyak kesturi. Dari sinilah, kmudian ia dikenal oleh orang-orang dengan sebutan Khalid Al-Miski yang artinya Khalid yang wangi tubuhnya seperti harumnya minyak kesturi. Karena memang dari jauh sebelum ia kelihatan, aroma tubuhnya yang harum itu sudah tercium oleh orang-orang.

Beginilah iman dan taqwa seorang pemuda yang sebenar-benarnya. Beliau meyakini bahwa Allah senantiasa mengawasi gerak-geriknya setiap saatvsekalipun di hadapannya seorang wanita yang cantik, namun ia hanya merasa takut kepada Allah.

Baca Juga:  Meneladani Kehidupan yang Sederhana dari Sahabat Nabi yang Menjadi Gubernur

Bukan takut kepada manusia atau undang-undang karena semuanya tidak dapat melihat dan mengawasinya sepanjang waktu. Hanya Allah Dzat Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat-lah yang senantiasa mengawasi kita.

Begitulah Khalid. Ia tetap berusaha mencari alasan dengan melumuri kotoran pada tubuhnya.

Tubuhnya memang kotor waktu itu, tapi justru itulah gambaran akan kebersihan hati dan ketulusan imannya. Sehingga dengan kasih-nya, Allah ganti bau busuk itu dengan aroma harum semerbak harumnya minyak kesturi.

Faisol Abdurrahman