Kisah Dokter Nasrani Menolong Rombongan Sufi yang Lapar

kisah dokter nasrani dan sufi

Pecihitam.org – Tanpa identitas catatan tahun dan nama tokoh-tokoh cerita, Ibnu Quddamah al-Maqdisi dalam kitab At-Tawwabin mengisahkan kisah inspiratif dan menggungah hati. Tentang berislamnya seorang dokter Nasrani di tangan para jamaah sufi.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Alkisah, sebanyak 40 orang dari jamaah sufi tengah mengadakan perjalanan religi. Di daerah sekitar Baghdad, mereka memutuskan untuk berhenti dan menetap selama tiga hari.

Saat itu, kondisi keuangan rombongan sufi tersebut sekarat, bahan makanan sudah habis dan tak ada bekal yang tersisa. Para sufi itu, harus menetap tanpa makanan sama sekali.

Salah seorang sesepuh sufi dalam rombongan itu tiba-tiba berkata, “Wahai kawan-kawanku, sesungguhnya Allah SWT mengizinkan hambanya berikhtiar”. Lalu sesepuh sufi itu mengutip ayat Al-Qur’an;

فَٱمْشُوْا فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوْا مِن رِّزْقِهِ

Maka berjalanlah di segala penjuru bumi dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. (QS al-Mulk: 15).

“Carilah sekiranya ada orang yang berempati dan memberi kita makan,” pungkas sesepuh sufi itu.

Mendengar petuah dari sesepuh sufi itu, lalu salah satu sufi dari mereka pergi berjalan menuju sudut-sudut Kota Baghdad, berharap ada orang yang mau membantu kesulitan makanan yang sedang mereka alami.

Baca Juga:  Kehebatan Sahabat Abu Hurairah Ad-Dausi Dalam Hafalan

Namun, usahanya belum membuahkan hasil. Sufi yang mencari bantuan tadi akhirnya kelaparan dan kelelahan. Kondisi fisiknya melemah. Ia kemudian memutuskan beristirahat di sebuah toko obat milik seorang Dokter Nasrani.

Suasana toko tengah ramai dan padat oleh para pelanggan. Sang Dokter pun tampak sibuk melayani dan memberikan obat. Di tengah-tengah kesibukannya, Dokter itu melihat sufi tersebut duduk terkulai lemas di depan tokonya. “Apa yang terjadi padamu, apakah anda sakit?” tanya sang Dokter yang mendekati sufi tadi.

Sang sufi belum sempat menjawab pertanyaan, Dokter itu dengan sigap memegang tangan dan memeriksa denyut nadinya lalu berkata, “Saya tahu persis penyakit yang mendera Anda.”

Lalu dokter itu memanggil pembantunya, “Wahai pembantu, berangkatlah ke pasar. Beli satu bungkus roti, daging panggang, dan satu kantong manisan.”

Sang sufi tadi tidak melupakan para temannya, ia mengadu kepada si Dokter bahwa ada 40 orang yang tengah mengalami penyakit sepertinya.

“Baik tidak masalah, wahai pembantu kalau begitu belilah makanan tadi untuk 40 orang,” Katanya si Dokter memerintahkan kepada pembantunya. Empat puluh makanan itu kemudian diserahkan kepada sufi tadi.

Baca Juga:  Inilah Alasan Kenapa Imam Abu Hanifah Tidak Pernah Tidur Malam Selama 40 Tahun

Bukan tidak percaya, namun Dokter itu hendak menguji kejujuran sufi yang ia tolong. Dokter Nasrani itu lalu berangkat bersama sang sufi ditemani pembantunya.

Setibanya di lokasi di mana rombongan sufi itu singgah, sang Dokter Nasrani dan pembantunya tidak ikut masuk ke tempat persinggahan rombongan sufi itu. Ia hanya menunggu di luar tempat persinggahan tanpa sepengetahuan rombongan.

Begitu masuk, sufi yang ditolong Dokter Nasrani tersebut disambut dengan riang. Perasaaan mereka campur aduk, senang sekaligus heran, bagaimana ia mendapatkan makanan sebanyak ini.

Atas desakan para anggota rombongan, sufi yang ditolong Dokter Nasrani tersebut akhirnya menceritakan kronologi kisahnya dengan lengkap. Akhirnya semua sufi dalam rombongan itu tahu kalau semua makanan itu pemberian Dokter Nasrani.

“Jika begitu, maka apakah kalian rela menyantap makanan dari Dokter Nasrani ini dengan lahap, tanpa memberikannya hadiah sedikitpun?” celetuk sesepuh sufi.

Secara spontan, mereka saling pandang, lantas mereka menahan diri sejenak dari keinginan makan. Mereka semakin bingung, hadiah apa yang hendak diberikan sebagai balasan itu.

“Berdoalah kalian semua kepada Allah, sebelum menyantap makanan pemberiannya agar si Dokter Nasrani diselamatkan dari api nereka,” Ujar sespuh sufi memberikan saran. Ide brilian tersebut lantas diterima.

Baca Juga:  Kisah Nabi dengan Sahabat Nu'aiman yang Hobi Mabuk

Para rombongan sufi itu pun berdoa, seperti yang telah disepakati bersama. Doa mereka hanya satu, agar Allah menyelamatkan Dokter Nasrani yang baik hati tersebut dari api neraka.

Dari luar tempat singgah, Dokter itu mendengar secara jelas percakapan mereka. Ia tergugah dengan sikap 40 sufi yang tidak rakus dengan makanan, meski mereka sangat kelaparan. Mereka malah menahan diri dan mendoakan keselamatan dirinya.

Tak menunggu lama, ia segera mengetuk pintu dan masuk, lalu mengungkapkan kekagumannya. Di hadapan rombongan sufi itu, sang Dokter Nasrani itu kemudian menyatakan keislamannya dan berikrar syahadat.

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik