Sampaikah Pahala Bacaan Qur’an dan Doa yang Dikhususkan Kepada Mayit?

Sampaikah Pahala Bacaan Qur’an dan Doa yang Dikhususkan Kepada Mayit

Pecihitam.org – Beberapa tulisan kami temukan telah menjawab serampangan tentang masalah sampaikah pahala bacaan Qur’an kepada mayit? Mereka memberikan jawaban bahwa pahala membaca Qur’an sama sekali tidak akan sampai kepada sang mayit.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mereka banyak berargumen dengan firman Allah, QS. An-Najm: 38-39. Sebagaimana dosa, pahalapun tidak akan sampai karena ia tidak mengusahakannya sendiri.

Beberapa di antara mereka menulis jawaban tersebut juga mengklaim bahwa Imam Syafii berpendapat demikian, entah darimana dan menurut siapa. Benar atau tidaknya.

Yang paling kuat, mereka berpegang pada pendapat Ibnu Taimiyah, tiada lain adalah ulama panutan yang dijadikan junjungan. Kesimpulan akhir dalam berbagai tulisan mereka adalah pengamal tahlil, zikir dan kalimah thayyibah untuk sang mayit merupakan hal sia-sia, bid’ah dan kekeliruan yang nyata.

Padahal para ulama madzhab Syafi’i tidaklah berpandangan demikian. Ini dibuktikan dengan banyaknya dalil yang mengatakan bahwa pahala bacaan Qur’an bagi sang mayit adalah sampai.

Orang yang telah meninggal juga jelas mengetahui siapa saja yang berziarah terhadap mereka. Karena pada dasarnya, orang yang telah meninggal hanyalah berpindah tempat dari alam dunia ke alam barzakh.

Baca Juga:  Mengusapkan Kedua Jempol Pada Mata Saat Adzan, Sunnahkah?

Imam Ibnu Hajar al-Haitami berkata dalam kitab al-Fataawaa Fiqhiyyah Kubraa juz 2 halamab 29:

(ﻭﺳﺌﻞ) ﻧﻔﻊ اﻟﻠﻪ ﺑﻪ ﻫﻞ ﻳﻌﻠﻢ اﻷﻣﻮاﺕ ﺑﺰﻳﺎﺭﺓ اﻷﺣﻴﺎء ﻭﺑﻤﺎ ﻫﻢ ﻓﻴﻪ؟ (ﻓﺄﺟﺎﺏ) ﺑﻘﻮﻟﻪ ﻧﻌﻢ ﻳﻌﻠﻤﻮﻥ ﺑﺬﻟﻚ ﻣﻦ ﻏﻴﺮ ﺗﻘﻴﻴﺪ ﺑﺰﻣﺎﻥ ﺧﻼﻓﺎ ﻟﻤﻦ ﻗﻴﺪ ﻛﻤﺎ ﺃﻓﺎﺩﻩ ﺣﺪﻳﺚ اﺑﻦ ﺃﺑﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ «ﻣﺎ ﻣﻦ ﺭﺟﻞ ﻳﺰﻭﺭ ﻗﺒﺮ ﺃﺧﻴﻪ ﻭﻳﺠﻠﺲ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﻻ اﺳﺘﺄﻧﺲ ﻭﺭﺩ ﺣﺘﻰ ﻳﻘﻮﻡ» ﻭﺻﺢ ﺣﺪﻳﺚ «ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﺣﺪ ﻳﻤﺮ ﺑﻘﺒﺮ ﺃﺧﻴﻪ اﻟﻤﺆﻣﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﻌﺮﻓﻪ ﻓﻲ اﻟﺪﻧﻴﺎ ﻓﻴﺴﻠﻢ ﻋﻠﻴﻪ ﺇﻻ ﻋﺮﻓﻪ ﻭﺭﺩ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺴﻼﻡ»

Artinya: Pertanyaan: semoga Allah memberikan kemanfaatan baginya, apakah orang-orang yang telah meninggal (mayit) mengetahui siapa saja yang menziarahinya di dalam kubur? Jawaban: ya, mereka mengetahuinya tanpa batasan zaman. Sebagaimana riwayat Ibnu Abi Dunya “tidaklah seorang laki-laki menziarahi kuburan saudaranya, lantas ia duduk di atas kuburannya, melainkan sang mayit terasa terhibur saat kedatangannya hingga ia beranjak”. Hadis ini shahih. “tidaklah seseorang melewati kuburan saudaranya yang mukmin yang mana ia mengenalnya pada saat saudaranya tersebut masih hidup melainkan ia akan menjawab salamnya (jika ia mengucapkan salam).

Baca Juga:  Inilah Pendapat 4 Madzhab tentang Hukum Kurban

Sederhananya, Imam Ibnu Hajar mengatakan bahwa mayit di alam kubur jelas mengetahui siapa yang menziarahinya, bahkan ia akan menjawab salam sang peziarah pabila ia mengucapkannya.

Lantas jika kita yang hidup membacakan tahlil, ayat Qur’an dan dzikir dengan niat pahalanya diserahkan bagi sang mayit, apakah pahalanya akan sampai?

Imam Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj juz 6 halaman 92 mengutarakannya sebagai berikut:

ﺇﺫا ﻧﻮﻯ ﺛﻮاﺏ ﻗﺮاءﺓ ﻟﻪ ﺃﻭ ﺩﻋﺎء ﻋﻘﺒﻬﺎ ﺑﺤﺼﻮﻝ ﺛﻮاﺑﻬﺎ ﻟﻪ ﺃﻭ ﻗﺮﺃ ﻋﻨﺪ ﻗﺒﺮﻩ ﺣﺼﻞ ﻟﻪ ﻣﺜﻞ ﺛﻮاﺏ ﻗﺮاءﺗﻪ ﻭﺣﺼﻞ ﻟﻠﻘﺎﺭﺉ ﺃﻳﻀﺎ اﻝﺛﻮاﺏ، ﻓﻠﻮ ﺳﻘﻂ ﺛﻮاﺏ اﻟﻘﺎﺭﺉ ﻟﻤﺴﻘﻂ ﻛﺄﻥ ﻏﻠﺐ اﻟﺒﺎﻋﺚ اﻟﺪﻧﻴﻮﻱ ﻛﻘﺮاءﺗﻪ ﺑﺄﺟﺮﺓ ﻓﻴﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻻ ﻳﺴﻘﻂ ﻣﺜﻠﻪ ﺑﺎﻟﻨﺴﺒﺔ ﻟﻠﻤﻴﺖ

Artinya: Apabila seseorang berniat agar pahala membaca Qur’an atau doanya diberikan kepada sang mayit, maka pahalanya akan sampai kepada mayit tersebut. Sedangkan kadar pahalanya sama dengan kadar yang diperoleh oleh yang membacanya. Artinya, pembaca dan mayit sama-sama mendapatkan pahala. Bahkan jika pahala pembaca gugur karena faktor duniawi seperti karena mengharapkan upah, maka bagi si mayit pahalanya tetep sampai, tidak gugur sama sekali.

Baca Juga:  Hukum Takziyah dengan Mengirim Karangan Bunga, Benarkah Haram?

Bacaan Qur’an dan doa tersebut baik di atas kubur sang mayit atau di rumah atau di tempat yang jauh sekalipun, maka pahalanya akan tetap sampai kepada sang mayit.

Jadi, jangan khawatir dan takut dengan anggapan mereka yang mengatakan bahwa pahalanya tidak akan sampai. Itu hanya kefanatikan dan ketidaktahuan atau ketidakmauan untuk mengetahuinya belaka.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bishshawaab.

Azis Arifin