Kisah Tenggelamnya Harta Qarun di Tangan Nabi Musa

harta qarun

Pecihitam.org – Didalam Al-quran disebutkan bahwa Qarun adalah kaum Nabi Musa yang diberi harta kekayaan yang luar biasa. Sedangkan, Imam Ibnu Katsir mencatat beberapa riwayat status Qarun ternyata masih kerabat Musa bin Imran as. Dia adalah putra dari paman kandung Musa. Ayahnya bernama Yashura bin Qahits, sedangkan ayah Musa adalah Imran bin Qahits.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Al-quran juga menyebutkan kesombongan Putra Yashura ini. Menurut beberapa ahli tafsir kesombongan itu nampak dari pakaiannya yang menjulur lebih panjang sejengkal. Dan menurut ahlitafsir lainnya menyebutkan kesombongan Qorun karena kekayaan laksana gunung yang dimilikinya.

Selain sombong, dia juga terkenal bakhil. Qorun ini menentang Nabi Musa, bahkan memprovokasi Bani Israil untuk melawan Nabi mereka. Kisah tentang Qarun ini terdapat dalam Hamisah Tafsir Yasin. Dalam kitab tersebut disebutkan bahwa, Imam Abu Laits meriwayatkan dari Ibnu Abbas ra. beliau berkata:

“Ketika Allah SWT memberi perintah pada Nabi Musa supaya mengeluarkan zakat, ia berkata kepada Qarun, “Sesungguhnya Allah SWT memberi wahyu untuk memerintahkanmu mengeluarkan zakat dari hartamu. Berilah lima dirham dari setiap dua ratus dirham.”

Namun Qarun tidak menerima perintah Musa. Putra Imran itu lalu memberi keringanan agar mengeluarkan zakat satu dirham dari setiap seratus dirham. Qarun tetap menolaknya.

Baca Juga:  Kehidupan Nabi Musa Waktu Kecil; Tinggal di Istana dan Pernah Menjambak Jenggot Fir'aun

Kemudian setelah kejadian itu, Qarun memprovokasi Bani Israil, “Sungguh Musa tidak rela sebelum ia mendapatkan harta kalian, bagaimana pendapat kalian?”

“Kami akan ikut pendapatmu,” jawab mereka.

“Aku punya rencana, kalau kita akan memfitnahnya telah berzina, setelah itu kita dapat membunuhnya.”

Rencana Qarun dan pengikutnya adalah memanggil seorang pelacur, dan memberinya banyak uang. Mereka menyuruhnya mengaku telah berzina dengan Musa.

Lalu, mereka datang dengan seorang pelacur menemui Musa yang sedang bersama masyarakat Bani Israil. Mereka lalu berkata, “ Wahai Musa, apa hukuman bagi orang yang mencuri?”

“Dipotong tangannya,” jawab Musa
‘Meskipun kamu pelakunya?”
“Iya, meskipun saya.”
“Apakah hukuman bagi orang yang berzina?”
“Dirajam atau dicambuk.”
“Meskipun kamu yang melakukan?”
“Iya, meskipun aku yang melakukan.”
“Hai Musa, kamu telah berzina dengan seorang perempuan.”
“Aku?” Nabi Musa terkaget atas tuduhan mereka.

Kemudian mereka membawa pelacur yang telah diberi uang banyak tadi. Saat perempuan itu datang, Musa menyumpah dan bertanya dengan Dzat yang mampu membelah lautan bagi bani Israil dan menurunkan Taurat atas orang-orang yang jujur.

Tanpa disangka perempuan itu berkata; “Demi Allah, aku tidak melakukan tuduhan itu. Aku bersaksi bahwa Engkau bersih dan Allah membersihkanmu dari tuduhan keji mereka. Engkau adalah utusan Allah. Mereka telah memberikan harta banyak kepada saya agar mengaku telah berzina denganmu.”

Nabi Musa pun lantas bersujud dan menangis. Allah SWT kemudian memberikan wahyu kepada Nabi Musa, “Aku telah menjadikan bumi tunduk kepadamu. Perintahlah ia sesukamu!”

Baca Juga:  Ketika Tongkat Nabi Musa Berubah Menjadi Ular di Hadapan Fir'aun dan Tukang Sihir

Tiba-tiba Nabi Musa berdiri, dan memerintahkan bumi supaya menelan Qarun dan para pengikutnya. Saat itu Qarun berada di atas permadaninya yang berharga dan tinggi. Bumi pun mengambil kakinya. Kursi dan permadaninya hilang ditelanya.

Setelah itu, Nabi Musa menghinakan dan mengecam mereka. Mereka pun pasrah. Namun nabi Musa semakin meluapkan amarahnya. “Hai Bumi, telanlah mereka,” perintahnya untuk kedua kalinya. Maka tanah menelan tubuh mereka sampai setengah badan mereka terpendam.

Sekali lagi Nabi Musa memberi perintah bumi. Tanah semakin menarik badan mereka sampai ketiak, tangan mereka melambai-lambai sedangkan tubuhnya terkubur.

Belum selesai di situ, Nabi Musa kembali menyuruh bumi. Ia pun menelan sampai leher, yang nampak dari mereka hanya kepala. Hingga Nabi Musa memberi perintah terakhir, dan mereka terkubur rata oleh tanah.

Setelah itu, Allah SWT menurunkan wahyu; “Hai Musa, hamba-Ku telah tunduk kepadamu, mereka memohon dan meminta belas kasih, namun kamu tidak berbelas kasih. Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, seandainya mereka berdoa dan meminta tolong kepada-Ku satu kali saja maka Aku akan mengasihi mereka.”

Melihat Qarun dan para pengikutnya ditelan bumi, Bani Israil berkomentar; “harta dan semua kekayaan Qarun tidak terpendam, Musa pasti akan menguasainya.”

Baca Juga:  Kisah Ibnu Hajar al Asqalani Ingin Punya Anak Laki-laki

Nabi Musa kemudian berdoa agar seluruh harta dan simpanan Qarun tenggelam. Akhirnya bumi menelan Qarun dan semua kekayaannya.

Para ulama berkomentar bahwa kehancuran Qarun karena disebabkan tiga perkara; cinta dunia, enggan berzakat, dan memfitnah Nabi Musa.

Demikian itulah mungkin salah satu asal usul adanya istilah harta karun, yaitu berasal dari kekayaan dan harta Qorun yang ditenggelamkan pada zaman Nabi Musa as. Wallahua’lam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.