Kitab Aqidatul Awam Karya Sayyid Ahmad al-Marzuqi

kitab aqidatul awam

Pecihitam.org – Kalangan umat muslim di Indonesia, utamanya dari kalangan Pesantren NU, telah menanamkan akidah terhadap generasinya secara perlahan sejak masa kecil.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Biasanya lewat pujian atau syair yang antara adzan dan iqamah di masjid, mushalla, atau surau di kampung-kampung, ajaran akidah Ahlussunnah wal Jamaah perlahan mengakar. Anak-anak dikenalkan dengan teologi ala Mazhab Asy’ariyyah yang dikenal dengan sebutan Aqaid 50.

Aqaid 50 terdiri dari 20 sifat wajib, 20 sifat mustahil, dan 1 sifat jaiz bagi Allah. Lalu 4 sifat wajib bagi Rasul, 4 sifat mustahil, dan 1 sifat jaiznya.

Ajaran tauhid inilah yang telah ada jauh sebelum datangnya ajaran wahabi yang memperkenalkan konsep tauhid uluhiyyah, rububiyyah, dan asma` wa shifat yang ujung-ujungnya sering menuduh syirik dan bidah kepada berbagai amaliyah umat islam.

Salah satu kitab terkenal tentang konsep tauhid Aqoid 50 ialah kitab Aqidatul Awam karya Syaikh Sayyid Ahmad al-Marzuqi (1205- 1281 H). Kitab ini terdiri dari 57 bait dan memuat pokok-pokok ajaran tauhid secara singkat, padat dan berisi.

Kitab ini juga ada dalam bentuk terjemah bahasa Jawa oleh K.H. Bisri Musthofa (ayah dari KH. Ahmad Musthafa Bisri) dengan judulnya Rawihah al-Aqwam yang sekarang tersebar luas.

Dalam bentuk komentar (syarah) Syekh Nawawi Banten juga telah menulis kitab Nuruzh Zhalam. Inilah 5 fakta tentang keunikan Aqidatul Awwam:

1. Berawal dari Mimpi

Syekh Nawawi Banten ketika mengawali kitab syarahnya atas Aqidatul Awwam menukil sebuah kisah unik. Sayangnya beliau tidak menjelaskan kisah tersebut diriwayatkan oleh siapa.

Baca Juga:  Simpanan Berharga, Warisan Tuan Guru Bangil untuk Aswaja

Disebutkan bahwa Sayyid Ahmad berimimpi bertemu Nabi Muhammad Saw diiringi para sahabat. Mimpi itu terjadi pada penghujung malam jum’at pertama, tanggal 6 rajab 1258 H.

Dalam mimpi tersebut, Rasulullah SAW bersabda kepada Sayyid Ahmad, “Bacalah untaian bait tentang tauhid yang siapa menjaganya akan masuk surga, memperoleh kebaikan yang diinginkan, dan sesuai dengan Alquran dan sunah”.

Sayyid Ahmad bertanya, “Bait apakah itu, wahai Rasulallah?” Para sahabat menyahut, “Dengarkanlah apa yang akan diucapkan oleh Rasulullah.”

Kemudian Rasulullah membacakan bait per bait Aqidatul Awwam dan Sayyid Ahmad diperintah untuk mengulang setiap selesai satu bait. Rasulullah membimbing hingga bait : وَصُحُـفُ الْخَـلِيْلِ وَالْكَلِيْمِ * فِيْهَـا كَلاَمُ الْـحَـكَمِ الْعَلِـيْمِ (bait ke-26).

Setelah Sayyid Ahmad terbangun, beliau telah hafal ke-26 bait yang diajarkan dalam mimpi tersebut. Hingga pada malam jumat tanggal 28 Dzulqa’dah, beliau kembali bermimpi bertemu dengan Rasulullah dan para sahabat.

Dalam mimpi tersebut, Rasulullah SAW bersabda, “Bacakan apa yang telah kau hafal.” Sayyid Ahmad lalu membaca bait-bait tersebut. Setiap selesai satu bait, para sahabat mengucap “amin”.

Setelah membacakan seluruh bait yang dihafalnya, Rasulullah SAW mendoakan Sayyid Ahmad. “Semoga Allah menolongmu kepada amal  yang diridai-Nya, menerima amal itu darimu, memberi kebaikan atasmu dan seluruh mukminin dengan bait-bait itu. Amin.”

Baca Juga:  Mengenal Kitab Hasyiyah al Sawi ‘ala Tafsir al-Jalalain Karya Syaikh Ahmad bin Muhammad al-Sawi

Setelah banyak orang mendengar bait atau nadzam tersebut, orang-orang meminta beliau mengajarkannya. Kemudian Sayyid Ahmad menambahkan bait-bait yang lainnya lagi hingga selesai 57 bait.

2. Tidak Seluruh Sifat Disebutkan

Dalam menjelaskan sifat wajib dan sifat mustahil bagi Allah, nadzam Aqidatul Awwam tidak menyebutkan seluruh sifat mustahil. Yaitu cukup dengan isyarat, “Sifat mustahil ialah kebalikan dari sifat wajib. Limapuluh perkara tersebut wajib dihapalkan.”

Melengkapi penjelasan tersebut, K.H. Bisri Musthofa dalam terjemahannya membuatkan jadwal khusus sehingga lima puluh pokok akidah aswaja itu bisa dipahami dengan mudah.

3. Tambahan Hal Wajib

Selain mengajarkan Aqaid 50, Kitab Aqidatul Awam juga memuat penyempurnaan keterangan dengan menjelaskan hal-hal yang harus diketahui dan diyakini umat islam.

Tambahan keterangan tersebut adalah nama-nama 25 rasul, nama-nama kitab yang diturunkan, dan nama-nama sepuluh malaikat utama.

Tidak hanya itu, pada bagian penutup, muallif (pengarang) melengkapi lagi dengan hal-hal yang wajib diketahui dan diimani mengenai hari akhir, keluarga besar Rasulullah SAW, hingga tentang isra’ mi’rajnya Nabi Muhammad SAW.

4. Masalah Melihat Allah Saat Isra’ Mi’raj

Di dalam kitab ini juga diterangkan ketika Rasul mi’raj hingga ke  Sidratul Muntaha. Di sana Rasulullah SAW diberi karunia untuk melihat Allah Swt. Kejadian melihat tersebut tidak bisa dijelaskan cara dan bagaimananya.

Bila kayf (tanpa tatacara) adalah istilah yang dipakai dalam hal ini. Artinya, meskipun Nabi Muhammad meihat wujud Allah, namun prosesnya tak bisa disifati dan dijelaskan karena Allah Mahasuci dari keserupaan dengan makhluk. Tidak terikat arah dan tempat.

Baca Juga:  Maqolah Kitab Nashoihul Ibad Karya Syekh Nawawi Al Bantani (Bagian 1)

Masalah melihat Allah memang masih dalam ranah khilaf. Mengenai hal ini, kitab Aqidatul Awam mencukupkan dengan pendapat bahwa Nabi SAW ketika mikraj melihat Allah SWT tanpa cara dan sifat.

Sebagaimana juga terjadinya mendengar kalam dari Allah. Kalam tersebut tidak memakai huruf, suara, lidah, atau apa pun hal yang terkait makhluk.

5. Penamaan yang Diakhirkan

Hal yang cukup menarik lainnya dari kitab Aqidatul Awam adalah penyebutan nama kitab yang diakhirkan. Umumnya kitab-kitab lain akan menyebutkan nama kitab di bagian awalnya.

Biasanya setelah basmalah, hamdalah, sedikit untaian kalimat tentang isi kitab, kemudian memperkenalkan nama kitab. Tapi tidak demikian dengan kitab Aqidatul Awam. Setelah semua pembahasan selesai, barulah di bagian akhir diperkenalkan nama kitab dan identitas penulisnya.

Silahkan download kitab tersebut pada link dibawah ini:

Kitab Aqidatul Awam karya Sayyid Ahmad al-Marzuqi
Terjemah Kitab Aqidatul Awam

Penting: Kitab ini berbentuk digital, jika anda menemukan link download yang error atau isi kitab yang tidak sesuai dengan teks aslinya silahkan komentar dibawah atau kirimkan email ke redaksi. Dan disarankan lebih baik membeli kitab yang berbentuk cetakan asli dari penerbit terpercaya sebagai bentuk kehati-hatian. Terima kasih.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.