Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah (Pemahaman yang Harus Diluruskan) Karya Sayyid Muhammad al Maliki

kitab mafahim yajibu an tushohhah

Pecihitam.org – Sayyid Muhammad Bin Alwy Al Maliky Al Hasany, adalah seorang ulama yang telah banyak sekali menulis Risalah-risalah dan Kitab-kitab ilmiah yang bermanfaat bagi dunia keintelektualan dan umat Islam. Salah satu karya tulis beliau yang terkenal adalah Kitab Mafahim Yajibu An Tushohhah.

Konon, ini merupakan kitab yang paling disayangi oleh Abuya Sayid Muhammad Al-Maliki, hal ini dibuktikan karena beliau pernah berkata yang kurang lebih, “Kitab karanganku yang paling dekat denganku adalah mafahim”.

Sejarah Kitab

Secara makna, Mafahim Yajibu An Tushohhah artinya adalah Pemahaman yang Harus Diluruskan. Kitab ini hadir menjawab kegelisahan kaum Ahlussunah Waljamaah atas munculnya gerakan Salafi-Wahhabi yang penuh dengan gelombang penyesatan dan pengkafiran di Jazirah Arab khusunya di Kota Mekkah Al-Mukarramah.

Dalam kitab tersebut Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki berusaha membuktikan atas kesalahan doktrin-doktrin serta pemahaman yang dilakukan oleh kaum Salafi-Wahabi yang akhirnya berujung pentakfitan dan penyesatan atas golongan yang lain khususnya Ahlussunnah Wal Jama’ah.

Meski demikian ternyata keberanian Sayyid Muhammad Al-Maliki dalam membuktikan kesalahan-kesalahan Salafi-Wahabi ini beliau sampai dikucilkan dan dituduh sebagai ulama yang sesat dan menyesatkan.

Tidak hanya berhenti disini, bahkan sejarah mencatat Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki pun dilarang kembali mengisi kajian-kajian ilmiah di Masjidil Haram. Kitab-kitab karya beliau tidak boleh diterbitkan lagi dimana-mana. Lebih parahnya lagi gelar guru besar Abuya As Sayyid Muhammad Bin Alwy Al Maliky Al Hasany di Universitas Umm ul-Qura dicabut. Beliau ditangkap dan passport-nya ditahan.

Namun beliau tidak sedikitpun merasa takut atau merasa menyesal atas ikhtiarnya ini. Dalam menyampaikan sebuah perkara yang haq beliau selalu istiqomah dan selalu yakin bahwa barangsiapa yang menolong agama Allah SWT maka diapun akan ditolong oleh Allah SWT.

Sungguh ketauladanan dan perjuangan istiqomah beliau ini patutlah kita tiru sebagai generasi modern ini guna menjaga faham ahlussunah wal jama’ah di lingkungan kita. Inilah sedikit sejarah betapa beratnya kitab ini dalam proses mengarangnya.

Isi Kitab Mafahim Yajibu an Tushohhah

Kitab Kitab Mafahim Yajibu An Tushohhah ini terdiri dari 3 bab dan terdiri dari 358 halaman. Dimana sebelumnya pada halaman 1 – 78 dicantumkan sambutan, pujian dari para ulama-ulama yang lain terkemuka dunia.

  • Pada Bab I. Kitab ini membahas mengenai masalah Aqidah dalam rangka menjadi parameter menilai seseorang Kafir dan Sesat, yang sub bab nya berisi Tuduhan palsu atas pernyataan Syaikh Muhammad Bin Abdul Wahhab, kesalahan dalam Pentakfiran, Konsep Tasawuf, pelurusan tentang pemahaman salah tentang Bid’ah, Tawasul, Madzhab Asy’ariyyah, Syafa’at, dan lain sebagainya yang dikupas tuntas secara mendalam oleh Abuya. Bab ini mulai halaman 79 – 203.
  • Pada Bab II. Kitab ini membahas mengenai Kenabian, yang sub babnya terdiri dari Keistimewaan Nabi Muhammad SAW, Hakikat Kenabian, Tentang Hukum Tabarruk. Bab ini mulai halaman 204 – 256.
  • Pada Bab III. Kitab ini membahas mengenai masalah-masalah Khilafiyah yang sub nya menyangkut antara lain Tentang Kehidupan Nabi di Alam Barzakh , Keutamaan Jasad Nabi di alam Barzakh, tentang Nabi Muhammad menjawab yang memanggilnya, tentang Keramat bagi orang shaleh, Tentang Hukum Ziarah Kubur, Tentang Tabarruk terhadap peninggalan-peninggalan Nabi dan Pembahasan seputar Hari Besar Islam seperti Hukum Maulid Nabi Muhammad SAW. Bab ini mulai halaman 257 – 349. Adapun halaman 350 – 358 adalah Daftar Pustaka Kitab.

Keistimewaan lain dari Kitab ini adalah karena disusun seorang ulama dari keturunan Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaih wasallam yang hidup di tengah-tengah dominasi masyarakat dan ulama salafi wahabi.

Sayyid Muhammad al Maliki selalu berhati-hati dan menyandarkan dirinya terhadap pendapat para ulama-ulama terdahulu. Terutama dalam hal pentakfiran dan penyesatan terhadap seseorang.

Itu sebabnya dalam kitab ini Sayyid Muhammad mencoba meluruskan tuduhan salafi-wahabi terhadap aliran Ahlussunnah Wal Jama’ah yang dianggap salah dan sesat oleh mereka dengan menggunakan sumber-sumber yang berasal dari ulama besar panutan mereka sendiri, yaitu terutama Ibnu Taymiyyah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dan Muhammad bin Abdul Wahhab.

Indonesia merupakan salah satu dari sekian negara yang memiliki alumni besar murid-murid dari Sayyid Muhammad al Maliki. Bahkan di Indonesia juga berdiri Hai’ah As Shofwah yang merupakan lembaga alumni santri Abuya As Sayyid Muhammad Bin Alwy Al Maliky Al Hasany. Lembaga ini adalah satu-satunya lembaga yang diizinkan mencetak dan memperbanyak kitab Mafahim Yajibu An Tushohhah ini.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG