Membekali Diri dengan Ilmu Adalah Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak

Membekali Diri Dengan Ilmu Adalah Kewajiban Orang Tua dalam Mendidik Anak

Pecihitam.org – Sudah menjadi kewajiban orang tua harus bisa mendidik anaknya dengan baik supaya kelak menjadi anak yang shalih dan shalihah. Namun, tidak semua orang tua memahami kewajiban itu. Oleh karena itu, kewajiban orang tua dalam mendidik anak harus dipersiapkan adalah orang tua harus membekali diri dengan ilmu, karena ilmu akan memandu setiap langkah kita.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ilmu merupakan salah satu modal yang harus dimiliki oleh orang tua untuk mendidik anak. Di zaman yang modern ini kita dituntut tidak menutup mata terhadap perkembangan zaman. Sebab, modernisasi zaman ini bisa memberikan dampak positif terhadap anak-anak kita, atau sebaliknya berpengaruh besar terhadap kemerosotan akhlak mereka, tentu kita perlu memikirkan itu.

Anak-anak kita adalah penerus kita di masa yang akan datang. Mereka penerus bangsa yang akan membawa maju dan tidaknya negara kita ini. Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita bersama yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia.

Pendidikan berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas, baik segi spiritual, intelegensia, dan skill. Karena pendidikan adalah proses awal mencetak generasi penerus bangsa.

Baca Juga:  Inilah Bekal Ibu dalam Mendidik Anak yang Harus Diapahami

Dengan ilmu seseorang akan menjadi takut kepada Allah. Ilmu juga akan mengangkat derajat seseorang disisi Allah dan sisi manusia. Sebagaimana firman Allah swt.

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu, ‘Berlapang-lapanglah dalam majelis, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, ‘berdirilah kamu,’ maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan,” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Apabila para orang tua memiliki ilmu dan wawasan luas, mereka akan mampu memberikan pengajaran dan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Mengetahui jalan kebaikan, yang dengannya mereka akan banyak berkesempatan untuk beramal, dan mampu mengajarkan kebaikan kepada masyarakatnya.

Orang tua yang memiliki banyak ilmu dan wawasan tidak akan ditipu dan dibohongi oleh pihak-piha yang ingin menjerumuskannya dari kalangan musuh-musuh Allah.

Dengan pembekalan ilmu yang dilakukan secara rutin setiap saat dalam halaqah (majelis ilmu), peluang-peluang untuk mendapatkan tambahan ilmu akan semakin besar, karena ia mendapatkan ilmu secara langsung dari para kiai maupun guru-guru.

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Rujuk dalam Islam? Pahami Dulu Syarat dan Tatacaranya

Selain itu, orang tua juga harus termotivasi untuk memperbanyak kegiatan membaca, kerena membaca termasuk kegiatan untuk menggali ilmu pengetahuan.

Orang tua yang memiliki ilmu pada dasarnya akan meningkatkan keimanannya, karena iman harus didahului dengan ilmu. Tanpa ilmu, orang akan cenderung malas.

Bisa kita bayangkan jika orang tua tidak mendapatkan siraman ilmu, maka keimanannya akan redup. Kemalasan dalam melakukan ibadah juga akan menjadi satu hal yang pada akhirnya akan dicontoh oleh anak-anak dan akan lahir generasi yang pemalas.

Penurunan keimanan akan melemahkan motivasi dalam banyak hal. Orang yang lemah motivasinya akan kehilangan semangat dalam menggapai sesuatu yang lebih baik di masa depan.

Padahal Rasulullah saw. menyampaikan kepada kita bahwa, “orang yang keadaannya hari ini lebih buruk dari hari kemarin, adalah orang celaka, sementara orang yang keadaannya hari ini sama dengan hari kemarin, maka dia rugi. Dan orang yang beruntung adalah orang yang keadaan hari ini lebih baik dari hari kemarin.”

Dengan keimanan yang terus meningkat, seseorang akan lebih produktif dalam beramal, baik dalam keluarga maupun masyarakat. Selain hal-hal tersebut di atas, dengan aktivitas pembekalan yang memadai, yang terkandung makna aktivitas thalabul ‘ilmi (mencari ilmu), seseorang akan dimudahkan jalan masuk surga.

Baca Juga:  Hukum Istri Minta Cerai dalam Islam, Adakah Sandaran Dalilnya?

Jadi, bagi orang tua yang menginginkan anaknya menjadi anak yang baik, shalih atau shalihah, menjadi generasi yang cerdas dan sukses di dunia dan di akhirat, maka orang tua harus membekali diri dengan ilmu dari sekarang.

Demikianlah uraian singkat ini semoga bermanfaat bagi saya dan pembaca semuanya. Amin. Wallahu ‘alam.

Mehri Andani MB