Mengungkap Cara Tidur Rasulullah SAW

Mengungkap Cara Tidur Rasulullah SAW

Pecihitam.org – Sebaik-baiknya tempat tidur adalah sarana istirahat yang nyaman. Telah diakui oleh berbagai pakar kesehatan, Cara Tidur Rasulullah SAW adalah cara tidur yang paling sehat. Pedoman yang ada dalam agama Islam adalah apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan  dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Salah satu hal yang dicontohkan dan jarang menjadi perhatian kita adalah Cara Tidur Rasulullah SAW.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Muhammad SAW tidur dengan memiringkan tubuhnya ke kanan. Posisi tidur ini ternyata sudah diajarkan Nabi Muhammad SAW 1400 tahun yang lalu. Seperti yang disebutkan dalam sebuah hadits al Barra bin Azib, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila kamu hendak tidur maka berwudhulah (dengan sempurna) seperti kamu berwudhu untuk sholat, kemudian berbaringlah di atas sisi tubuhmu yang kanan.” (HR. Bukhari).

Dengan tidur miring ke kanan, kita akan mendapatkan banyak manfaat, seperti mengurangi beban pada jantung, mengistirahatkan lambung, mengistirahatkan otak, meningkatkan waktu penyerapan zat gizi, merangsang buang air besar agar lancar, mengistirahatkan kaki bagian kiri, dan menjaga kesehatan paru-paru kita.

Baca Juga:  Inilah Keutamaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang Jarang Diketahui Umat

Tidur miring ke kanan merupakan posisi tidur yang di anjurkan Rasulullah, tapi ada juga larangan posisi tidur untuk dilakukan. Rasulullah SAW membenci orang yang tidur dengan tengkurap. Seperti dalam sebuah hadits dari Ibnu Tikhfah Al Ghifari, dari Abu Dzarr, ia berkata,

“Nabi SAW lewat di hadapanku dan ketika itu aku sedang tidur tengkurap. Beliau menggerak-gerakkanku dengan kaki beliau. Beliau pun bersabda, “Wahai Junaidib, tidur seperti itu seperti berbaringnya penduduk neraka.” (HR. Ibnu Majah)

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita mengikuti ajaran Rasulullah SAW. Ada beberapa adab atau cara yang dicontohkan kepada kita sebelum, saat, dan setelah tidur. Berikut ini ada beberapa adab atau cara yang harus kita praktikkan.

Kita diberi contoh tidur sudah dalam keadaan suci dari hadas dan najis, seperti yang ada dalam sebuah hadits dari Al Baro’ bin ‘Azib, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Jika kamu mendatangi tempat tidurmu maka wudhulah seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu” (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710)

Dan ada yang adab lain yang saat ini jarang ada orang yang menjalankan, sebisa mungkin kita tidur di awal malam jika tidak ada kepentingan atau kesibukan. Seperti dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abi Barzah, beliau berkata,

Baca Juga:  Selain Penanda Waktu Shalat, 5 Keadaan Ini Juga Disunnahkan Mengumandangkan Adzan

“Rasulullah SAW membenci tidur sebelum shalat ‘Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya.” (HR. Bukhari no. 568)

Sebelum tidur, ada juga Adab yang diajarkan Rasulullah SAW berupa bacaan-bacaan sebelum tidur.

Sebelum tidur Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam meniup kedua telapak tangan sambil membaca surat Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. Ketiga surat tersebut dibaca masing-masing satu kali, setelah itu usap kedua tangan ke wajah dan bagian tubuh yang dapat kita jangkau.

Dari ‘Aisyah, beliau radhiyallahu ‘anha berkata, “Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika berada di tempat tidur di setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan ’Qul huwallahu ahad’ (surat Al Ikhlash), ’Qul a’udzu birobbil falaq’ (surat Al Falaq) dan ’Qul a’udzu birobbin naas’ (surat An Naas). Kemudian beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari no. 5017)

Setelah mengusap sekujur badan, mereka membaca doa sebagai berikut.

Baca Juga:  Ta'rif Iman Menurut Syeikh Nawawi Al Bantani

بِسْمِكَ رَبِّيْ وَضَعْتُ جَنْبِيْ وَبِكَ أَرْفَعُهُ إِنْ أَمْسَكْتَ نَفْسِيْ فَارْحَمْهَا وَإِنْ أَرْسَلْتَهَا فَاحْفَظْهَا بِمَا تَحْفَظُ بِهِ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya, “Dengan nama-Mu hai Tuhanku, aku berbaring. Dengan nama-Mu juga aku terbangun. Jika Kau tahan nyawaku, berilah rahmat untuknya. Jika Kau lepaskan nyawaku, peliharalah sebagaimana Kau memelihara para hamba-Mu yang saleh,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Setelah itu dianjurkan membaca Ayat Kursi, Âmanar rasûlu hingga akhir surat, dan istighfar tiga kali. Semua ini diamalkan Rasulullah SAW sebelum tidur.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.