Cara Islam Mengatasi Kemiskinan Melalui Zakat, Infaq dan Shadaqah

Cara Islam Mengatasi Kemiskinan Melalui Zakat, Infaq dan Shadaqah

PeciHitam.org – Kemiskinan lahir bukan semata-mata disebabkan oleh faktor takdir, melainkan lebih kepada penganiayaan terhadap diri sendiri. Hal ini senada dengan arti etimologis ‘miskin’ itu sendiri, yaitu ‘diam atau tidak bergerak’.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dari sini diperoleh kesan bahwa faktor utama penyebab kemiskinan adalah sikap berdiam diri, enggan, atau tidak mau bergerak atau berusaha, dan keengganan berusaha adalah bentuk penganiayaan terhadap diri sendiri. Padahal Allah swt. telah menjamin rizki setiap orang di muka bumi.

Kewajiban setiap individu adalah berusaha mencarinya dan keluar dari rongrongan kemiskinan. Allah berfirman dalam QS. Hud ayat 6 dan QS. Al- Dzariyat ayat 58:

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.

Baca Juga:  Ini Komentar Sang Motivator Islam Ippho santosa Tentang Maulid Nabi

Maka tidak heran jika Rasulullah pernah berdoa sebagaimana yang terekam dalam salah satu hadisnya: “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari kekufuran dan kefakiran”. (HR. Abu Daud). Nabi saw. mengucapkan doa tersebut berarti mewajibkan setiap individu untuk keluar dari kemiskinan. Kemiskinan itu sama celanya dengan kekufuran, dan karena setiap individu harus memerangi kekufuran, berarti juga harus memerangi kemiskinan.

Manusia memiliki kuasa atas dirinya sendiri, tidak terkecuali kuasa atas dirinya keluar dari kemiskinan dan melakukan perubahan sosial. Ayat yang sering dirujuk kaitannya dengan hal tersebut adalah QS. Al-Ra’d ayat 11:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Cara Islam mengatasi kemiskinan antara lain dengan adanya zakat tiap tahun, infaq, sedekah dan lain sebagainya. Orang memiliki kecukupan harta didorong untuk membantu yang lain. Agar tidak terjadi ketimpangan sosial yang begitu besar. Tidak hanya memberi berupa materiil, memberikan pendidikan dan keahlian juga termasuk salah satu upaya jangka panjang untuk mengatasi kemiskinan.

Baca Juga:  Jangan Sampai Tersesat! Pahami Syarat Ulama Ini dengan Jeli

Islam memerintahkan umatnya untuk saling memperhatikan saudaranya yang kekurangan, membutuhkan uluran tangan. Secara tegas hal ini telah ditekankan oleh Rasulullah dalam hadis berikut ini:

مَا آمَنَ بِي مَنْ بَاتَ شَبْعَانَ وَ جَارُهُ جَائِعٌ إِلَى جَنْبِهِ وَ هُوَ يَعْلَمُ

Tidaklah beriman kepadaku siapa saja yang tidur dalam keadaan kenyang, sementara tetangganya kelaparan, padahal ia tahu (HR ath-Thabrani)

Ada juga yang redaksinya seperti di bawah ini:

أَيُّمَا أَهْلِ عَرْصَةٍ ظَلَّ فِيهِمُ امْرُؤٌ جَائِعٌ، فَقَدْ بَرِئَتْ مِنْهُمْ ذِمَّةُ اللَّهِ

Penduduk negeri mana saja yang di tengah-tengah mereka ada seseorang yang kelaparan (yang mereka biarkan) maka jaminan (perlindungan) Allah terlepas dari diri mereka (HR Ahmad)

Allah secara tegas juga memerintahkan penguasa untuk bertanggung jawab atas seluruh urusan rakyatnya, termasuk tentu menjamin kebutuhan pokok mereka. Rasulullah bersabda:

فَالْإِمَامُ الَّذِي عَلَى النَّاسِ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

Pemimpin atas manusia adalah pengurus dan ia bertanggung jawab atas rakyat yang dia urus. (HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad)

Baca Juga:  Sebentar Lagi Idul Fitri, Yuk Ketahui 6 Hal Saat Lebaran di Zaman Nabi

Ketiga hadis di atas merupakan segelintir contoh betapa Islam telah mengatur setiap individu maupun secara kolektif untuk senantiasa membantu sesamanya. Hal ini bertujuan tidak lain untuk mengatasi kemiskinan. Cara Islam mengatasi kemiskinan ini, apabila mampu diterapkan dalam tiap individu, hingga taraf pemerintah maka bukan perkara yang mustahil jika kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.

Mohammad Mufid Muwaffaq