Pasarijo, Marketplace Terbaru Persembahan IMNU. Beda!

marketplace pasarijo

Pecihitam.org – Mungkin masih banyak yang belum mengenal Pasarijo. Sebuah pasar online atau marketplace terbaru yang sebenarnya sudah sejak tahun lalu dirilis. Namun secara resmi diluncurkan sebagai sebuah platform baru pada 1 Juli 2019 kemarin. Tentunya ulasan berikut ini penting untuk Anda baca agar mengenal, dan akhirnya tertarik untuk bergabung ke pasar yang sejuk ini. Entah sebagai pembeli, penjual (reseller dan supplier), maupun sebagai dropshipper.

Review berikut sebagian merupakan rangkuman dari wawancara singkat penulis dengan CEO Pasarijo, Muhammad Asyrof.

Apa Itu Pasarijo

Pasarijo adalah platform marketplace sebagaimana umumnya yang sudah ada, yaitu untuk mempertemukan penjual, pembeli, supplier dan reseller secara online. Namun demikian sebagaimana dikutip dari situs IMNU, Pasarijo memiliki sisi pembeda yang membuatnya istimewa. Antara lain:

Kemudahan Menjadi Supplier dan Dropshipper

Setiap anggota baru yang mendaftarkan atau membuka akun di Pasarijo, bisa memiliki banyak kesempatan. Selain membeli produk, juga bisa menjadi dropshipper yang memasarkan produk dari supplier di Pasarijo ke tempat lain. Baik marketplace, media sosial, maupun media lainnya. Begitu juga jika memiliki produk, maka anggota bisa menjadi supplier.

Tampilan Dashboard yang Mempermudah Transaksi

Setelah berperan sebagai penjual, baik dropshipper ataupun supplier, maka pengguna akan mendapat fitur dashboard khusus. Fungsinya untuk mengatur dan memantau kegiatan jual beli di tokonya. Ada pengaturan harga, foto produk, dan fitur lainnya yang mempermudah pengguna untuk menjalankan transaksi.

Baca Juga:  4 Kegunaan Google Assistant untuk Sarana Ibadah

Pembentukan Grup dan Pembinaan Oleh Pakar Bisnis Online

Inilah yang menjadi poin istimewa dari Pasarijo.com. Tidak hanya bergabung, mencari penjual atau pembeli, tapi pengguna akan mendapatkan bimbingan bisnis online dari pakarnya. Tentu ini tidak bisa ditemukan di pasar online lainnya di Indonesia. Pelatihan-pelatihan bisnis ini bertujuan agar para pelaku UMKM semakin mengenal pemasaran secara online, sehingga bisa naik kelas dan siap menghadapi persaingan dalam dunia industri 4.0.

Kesempatan Bimbingan Secara Offline

Poin pembeda selanjutnya adalah kesempatan untuk mendapat bimbingan langsung secara offline. Hal ini karena IMNU sebagai pencetus Pasarijo telah memiliki cabang di berbagai daerah di Indonesia. Para dropshipper dan supplier bisa bertemu langsung dengan para mentor untuk memperoleh bimbingan. Pemilik UMKM dan pesantren-pesantren menjadi sasaran IMNU untuk melakukan berbagai workshop ini.

Hal-hal di atas sekaligus merupakan manfaat dan keuntungan tambahan sebagai reseller, dropshipper, maupun supplier di Pasarijo. Dimana lagi ada marketplace yang memberikan bimbingan para penggunanya agar semakin maju? Tentu butuh biaya besar jika ingin bergabung dengan pelatihan-pelatihan di luar marketplace ini. Sedang disini pengguna hanya perlu membayar biaya gabung saja di awal untuk mendapat kesempatan tersebut.

Beragam Produk yang Telah dan Akan Dijual di Pasarijo

Secara umum, melihat kategori yang tersedia di situs marketplace ini, maka tidak begitu berbeda dari pasar online lainnya. Namun ada sebuah kategori yang dibuat, meskipun belum terisi produk, yang menjadi sisi pembeda paling menarik. Produk digital.

Pada berbagai marketplace, produk digital masih belum mendapat tempat untuk membuka lapaknya. Sebab produk seperti ini memerlukan perhatian khusus. Selain non fisik, sistem marketplace yang biasanya terintegrasi dengan sistem penghitungan ongkos kirim kemungkinan menyulitkan developer. Juga risiko produk tipu-tipu yang sering terjadi di pemasaran produk digital.

Baca Juga:  Sains Abad Kedua Hijriyah yang Sekarang Menjadi Bidang Keilmuwan Populer

Sejauh ini kita tahu marketplace untuk produk digital yang populer di Indonesia adalah Ratakan dan P-store. Alih-alih membuat marketplace khusus, Pasarijo menyediakan ‘kavling’ sendiri untuk para kreator memasarkan produknya.

Pada beberapa bagian kategori memang belum tersedia produknya. Ketika hal itu penulis tanyakan, menurut CEO Pasarijo karena memang pihak manajemen melakukan assesment yang cukup ketat. Tujuannya agar hanya produk yang benar-benar bagus dan bakal diserap pasar saja yang nantinya dijual di Pasarijo.

Warga Nahdliyin yang Mayoritas, Agar Tidak Hanya Jadi Konsumen dan Penonton

Lahirnya Pasarijo tak lepas dari jumlah besarnya warga NU. Otomatis mereka selama ini juga menjadi pengguna dari berbagai marketplace. Kita tahu dari sekian banyak marketplace di Indonesia, belum ada yang benar-benar memiliki jaringan dan langkah untuk membina langsung para penggunanya, terutama para pemain baru di dunia pemasaran online.

IMNU yang merupakan komunitas pelaku bisnis online dari kalangan NU memandang sisi kekurangan ini sebagai celah yang harus diisi. Seperti diungkapkan oleh Muhammad Asyrof, CEO Pasarijo, motivasi utama didirikannya Pasarijo adalah ingin melakukan pemberdayaan dan pemerataan ekonomi.

“Bagi UMKM, kita ajak naik kelas, bertumbuh dan jadi besar. Bagi reseller (yang belum punya produk) kita ajak belajar bersama dengan menjual produk-produk supplier, sehingga bisa tumbuh bersama”, ungkapnya.

Baca Juga:  Aplikasi Syariaid, Mudahkan Umat Cari Ustadz yang Ramah dan Toleran

Pengembangan Pasarijo, Dari Bentuk Perusahaan Hingga Peluncuran Aplikasi

Pengembangan Pasarijo benar-benar menjadi perhatian besar para perintisnya. Hal ini dibuktikan dengan badan hukum yang sejak awal langsung dibentuk, yaitu PT Pasar Digital Nusantara. “Supaya lebih profesional,” ungkap CEO Pasarijo, Muhammad Asyrof.

Selain itu, aplikasi untuk Pasarijo juga sudah mulai dikerjakan oleh tim khusus. Kedepannya aplikasi tersebut akan bisa diunduh dari Play Store, sehingga memudahkan pengguna untuk bertransaksi di Pasarijo. Dengan adanya aplikasi khusus ini nantinya, maka keberadaan Pasarijo semakin diperhitungkan dalam kancah persaingan marketplace di Indonesia.

Pasarijo dan IMNU

Lahirnya Pasarijo memang tak bisa terpisahkan dari adanya komunitas Internet Marketers Nahdlatul Ulama (IMNU). Sebab COO Pasarijo, Cariban Gaban merupakan salah satu dari tiga pencetus lahirnya IMNU dua tahun yang lalu.

Komunitas khusus bagi para pelaku dan pemain internet marketing ini memandang perlunya melakukan gebrakan khusus untuk memberikan sumbangsih bagi kemajuan warga NU secara khusus, dan Indonesia secara umumnya.

Warga NU yang besar jumlahnya tentu juga menjadi pengguna terbanyak dari sekian banyak marketplace di Indonesia. Namun mereka hanya sebatas pengguna yang tak mendapat perhatian khusus untuk berkembang. Untuk itulah IMNU melalui Pasarijo ingin meningkatkan posisi para penggunanya.

Jadi, setelah tahu dan kenal mendalam tentang Pasarijo, tentunya Anda tidak boleh ketinggalan untuk mendukung kemajuannya. Sebuah marketplace yang berani tampil beda dan memiliki visi mulia.

Nasrudin
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *