Pentingnya Dakwah di Media Sosial Pada Era Digital, Nahdliyin Harus Paham!

Pentingnya Dakwah di Media Sosial Pada Era Digital, Nahdliyin Harus Paham!

PeciHitam – Era digital telah membawa arus perubahan yang sangat besar dan dinamis di seluruh belahan bumi. Perubahan tersebut terjadi di hampir seluruh aspek kehidupan manusia, baik itu aspek ekonomi, politik, gaya hidup, bahkan agama.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Peluang pangsa pasar yang besar dan cakupan yang lebih luas menjadi sebagian di antara kemanfaatan yang bisa diterima dari penggunaan teknologi.

Merujuk kepada besarnya dampak yang diberikan oleh sosial media hingga dapat memberikan sebuah perubahan sosial di masyarakat, termasuk dengan perubahan dalam metode dakwah. Di era digital ini kemudian variasi metode dakwah untuk menyentuh masyarakat pun berubah, baik dari segi konten maupun penggunaan media.

Para tokoh agama tidak sedikit kemudian yang memanfaatkan media sosial, bahkan pengikut mereka di beragam platform yang mereka gunakan bisa mencapai angka jutaan.

Perkembangan media sosial yang kemudian digunakan sebagai media dakwah oleh banyak tokoh agama tentu memberikan gambaran bahwa arus dan karakter dakwah memerlukan perubahan.

Masyarakat generasi z sebagai kelompok yang memiliki semangat dalam menjalani nilai-nilai yang diyakininya perlu juga dilihat sebagai mad’u atau objek dakwah yang perlu mendapat perhatian khusus.

Baca Juga:  Berkaca dari Musibah Banjir di Masa Rasulullah Saw

Tidak bisa dipungkiri media sosial telah berhasil mempengaruhi sebagian besar masyarakat. Di sisi lain, media sosial tidak hanya sebagai alat penghubung dalam interaksi masyarakat.

Kemampuannya dalam mempromosikan sesuatu, baik benda maupun nilai, melalui beragam konten interaksi seperti gambar dan video menjadikan media sosial lebih menarik dari pada media komunikasi lain yang cenderung hanya menggunakan teks dan bersifat terbatas.

Mau tidak mau, di era digital ini, para tokoh agama juga harus ikut mendakwahkan Islam yang ramah di media sosial. Hal ini sebagai bentuk perlawanan atas ajaran agama yang tergolong radikal, sebagai mana yang kita ketahui memang sudah lama mewabah sekarang ini.

Bahkan KH. A. Mustofa Bisri atau yang biasa disebut Gus Mus sering kali memberikan wejangan-wejangan spiritualnya melalui akun media sosial miliknya. Beliau pernah berkata:

“Dalam mengajak kebaikan, bersikap keraslah kepada diri sendiri dan lemah lembutlah kepada orang lain. Jangan sebaliknya.”

Sudah saatnya kita serius dalam dakwah dengan media sosial. Bentuk keseriusan kita tersebut dapat dicapai melalui sikap konsisten kita dalam membagikan dakwah-dakwah yang berkualitas, namun tetap dengan cara yang baik.

Baca Juga:  Hey, Kamu yang Sering Menghadiri Walimah Tanpa Diundang! Baca Ini, ya

Sebab, kelebihan dakwah di media social sekarang ini mampu menjangkau jamaah yang lebih luas. Tidak hanya itu, pesan-pesan dakwah tersebut juga dapat dinikmati kapan saja dan dimana saja.

Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam berdakwah di media sosial, antara lain:

Pertama, isi kontennya harus bermanfaat dan menebarkan konsep Islam yang damai.

Hal ini amat penting mengingat konten-konten sekarang ini yang tersebar dalam social media didominasi oleh kelompok-kelompok Islam radikal-ekstremis, dan kelompok tekstualis. Mereka menyerbu dan memenuhi wacana dan konten keislaman kita di dunia maya.

Ini yang menjadi salah satu penyebab keberislaman masyarakat kita menjadi kaku, hitam-putih, dan halal-haram. Kelompok-kelompok Islam moderat harus lebih giat lagi dalam berdakwah dengan menggunakan media sosial sehingga model keberislaman masyarakat kita tidak rigid. Kedua, mengemas dengan menarik.

Kedua, selain konten, kita juga harus diperhatikan kemasan dengan seksama. Sebab, sebaik apapun kontennya, jika kemasannya kurang menarik, maka tersebut juga tidak akan ada orang untuk membaca atau melihatnya. Oleh sebab itu, maka konten harus dikemas dengan semenarik mungkin.

Baca Juga:  Ketika Rasulullah Tetap Mendoakan Pamannya Meski Tak Mau Beriman

Ketiga, responsif atau menyesuaikan dengan tren terkini. Hal ini perlu diperhatikan sebab di saat seperti sekarang ini membuat konten yang relevan dengan peristiwa hari ini bukanlah hal mudah.

Jika kontennya tersebut relevan, seperti apa yang berkembang di masyarakat maka peluang untuk dibaca atau ditonton jauh lebih tinggi.

Kita harus saling bahu membahu dalam mebarkan paham Islaman wasathan (Islam Moderat). Hal ini penting untuk meng-counter wacana kelompok ekstremis, radikalis maupun tekstualis.

Itulah gambaran mengenai betapa pentingnya dakwah di Sosial Media saat ini. Untuk itu, nahdliyin harus mulai sadar dan melek!

Mohammad Mufid Muwaffaq