Pentingnya Mempelajari Asbabun Nuzul Al Qur’an

Asbabun Nuzul

Pecihitam.org Dalam membaca Al Qur’an terlebih jika mushaf yang digunakan merupakan mushaf yang lengkapi dengan point Asbabun nuzul, tentulah membuat kita bertanya tanya tentang apa maksud dari Asbabun Nuzul itu, terlebih bagi kita yang memang belum pernah mendengar istilah tersebut. Padahal sebagai Umat Muslim, tentulah kita sangat dianjurkan untuk memaknai Al Qur’an itu dengan melengkapinya Asbabun Nuzul ayat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Secara umum, Asbabun Nuzul sendiri dapat diartikan sebagai bentuk sebab turunnya suatu ayat atau wahyu, sehingga dalam memahami Asbabun Nuzul itu dinilai sangat penting dalam mengkaji ayat ayat al Qur’an.

Bahkan para peneliti di bidang ulumul Qur’an  merasa bahwa ilmu ini sangat diperlukan dalam menafsirkan ayat, maka tak heran jika sebagian dari mereka menulis kitab yang hanya benar benar membahas tentang asbabun Nuzul.

Seperti Syaikh Ali bin al Madini (guru Imam Bukhari dan Imam Muslim), al Wahidi atau Abu Hasan Ali bin Ahmad dalam kitabnya yang berjudul Asbabun Nuzul, maupun Syaikhul  Ibnu Hajar al Asqalani yang sempat mengarang sebuah kitab yang khusus di bidang ini pula (Asbabun Nuzul).

Namun sebelum para ulama menetapkan suatu riwayat yang ditetapkan sebagai Asbabun Nuzul suatu ayat, tentu mereka mengacu pada riwayat yang shahih dari Rasulullah Saw., atau paling tidak berasal dari para Sahabat.

Sebagaimana yang dituturkan oleh al Wahidi bahwasanya;

“Tidak boleh menyatakan apapun terkait sebab turunnya ayat al Qur’an melainkan berdasarkan riwayat dan dalil dari orang orang yang menyaksikan turunnya ayat, mengetahui sebab sebabnya dan mencari tahu ilmunya, lalu mereka menemukan apa yang mereka cari”

Dan jika Asbabun Nuzul itu hanya mengacu pada perkataan seorang Tabi’in, maka Imam As Suyuthi berpendapat bahwa

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 96-99; Seri Tadabbur Al Qur'an

“Jika perkataan Tabi’in dalam masalah ini, akan diterima jika dinyatakan secara tegas. Hanya saja riwayat semisal ini dimasukkan dalam kategori Mursal jika memang rangkaian sanadnya benar terhubung kepada seorang Tabi’in tersebut dan ia sendiri termasuk salah satu Imam Tafsir yang berguru kepada sahabat, seperti Mujahid, Sa’id bin Jubair dan lainnya”

Adapun kajian tentang Asbbun Nuzul, paling tidak terpatok pada dua hal yakni;

Pertama, Al Qur’an turun berkaitan dengan suatu peristiwa, sebagaimana turunnya QS. An Nur/ 24: 11

“Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar”

Ayat diatas diturunkan Allah Swt., tepat ketika Rasulullah Saw., mempertanyakan kebenaran dari semacam issue yang mengatakan bahwa Aisyah berzina dengan Shafwan bin Mu’aththal as Sulami.

Maka untuk memperjelas hal tersebut, Allah menurunkan wahyunya guna membuktikan bahwa Aisyah tidaklah bersalah, sekaligus untuk memberitahu bahwa yang menyebarkan berita bohong tersebut bukan lain adalah dari kalangan mereka sendiri.

Kedua, Al Qur’an turun berkaitan pertanyaan pertanyaan sahabat yang diajukan kepada Rasulullah Saw., sebagimana ketika datang Khaulah binti Tsa’labah ketika di dzihar oleh suaminya. Kemudian turunlah QS. Al Mujadilah/58: 1

Baca Juga:  Surah At Tin; Asbabun Nuzul, Terjemahan dan Tafsir

“Sesungguhnya Allah Telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha melihat”

Adapun manfaat kita dalam mempelajari Asbabun Nuzul, diantaranya ialah:

  1. Dengan asbabun Nuzul tentu akan menjelaskan kepada kita tentang hikmah dalam menuntut pemberlakukan suatu hukum, dan mengetahui bahwa Syariat itu menjaga maslahat maslahat umum dalam mengatasi berbagai persitiwa sebagai bentuk kasih sayang terhadap umat manusia.
  2. Asbabun Nuzul ayat merupakan cara terbaik untuk memahami makna makna al Qur’an dan mengungkap kerumitan pada sejumlah ayat ayat dalam penafsirannya ketika Asbabun Nuzul ayat ayat tersebut tidak diketahui.

    Seperti yang dikatakan oleh Ibnu Daqiq al Id berkata “penjelasan Asbabun Nuzl adalah cara  yang kuat dalam memahami makna makna al Qur’an”

    Begitupun dengan yang dikatakan oleh Ibnu Taimiyah bahwa
    “Mengetahui Asbabun Nuzul akan membantu pemahaman terhadap ayat tertentu, karena sesungguhnya pengetahuan tentang sebab akan menurunkan pengetahuan terhadap musabab (Akibat)
  3. Dengan Asbabun Nuzul, tentu akan membantu kita untuk mengetahui terkait siapakah ayat Al Qur’an itu diturunkan dan ini bertujuan agar tidak diterapkan pada yang lain karena dorongan permusuhan ataupun karena dorongan hawa nafsu. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yusuf bin Mahik, ia berkata bahwa:

    Marwan memimpin  Hijaz. Ia dipekerjakan Muawiyah bin Abu Sufyan. Lalu ia menyampaikan pidato dan menyebut Yazid bin Muawiyah agar dibaiat sepeninggal ayahnya. Kemudian Abdurrahman bin Abu Bakar mengatakan sesuatu, lalu marwan berkata, ‘Tangkap dia’.

    Abdurrahman masuk ke rumah Aisyah, hingga mereka tidak bisa menangkapnya. Akhirnya Marwan berkata, ‘Sungguh, terkait dia inilah turun ayat

    “ Dan orang yang Berkata kepada dua orang ibu bapaknya: “Ahh bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa Aku akan dibangkitkan, padahal sungguh Telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: “Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar”. lalu dia berkata: “Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka”. (QS. Al Ahqaf/46: 17)

    Mendengar hal itu, Aisyah berkata “Sungguh, Allah tidak menurunkan apapun dari Al Qur’an terkait kami, selain yang Allah turunkan terkait pembebasanku (dari tuduhan keji)”

Itulah sekilas tentang Asbabun Nuzul, semoga menjadi pengetahuan baru bagi kita semua dan semoga bermanfaat!

Baca Juga:  Surah Az-Zumar Ayat 32-35; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Salah satu sumber bacaan: Syaikh Manna’ al Qatthan, Dasar Dasar Ilmu al Qur’an, (Jakarta Timur: Ummul Qura’, 2017)

Rosmawati