Ribuan Pengasuh Pondok Pesantren Ini Sepakat Kembalikan Fungsi Masjid

Ribuan Pengasuh Pondok Pesantren Ini Sepakat Kembalikan Fungsi Masjid

Pecihitam.org – Ribuan pengasuh pondok pesantren dari berbagai daerah menyatakan tekad dan kesiapannya untuk mengembalikan fungsi masjid dan mushala sebagai pusat pergerakan Islam Ahlussunnah Waljama`ah.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam Seruan Jihad Pemenangan Jokowi-Ma’ruf yang dideklarasikan pada acara Silaturrahim Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia di Pesantren Asshiddiqiyah, Batu Ceper, Kota Tangerang, Kamis (11/4).

Dalam deklarasi itu ada empat seruan jihad. Seruan itu berbunyi:

Kami para pengasuh pondok pesantren se-Indonesia, menyerukan kepada segenap alumni dan masyarakat untuk:

(1) bersama-sama berjihad memenangkan almukarom guru kita bapak Prof dr KH Maruf Amin dalam Pilpres tanggal 17 April 2019 sebagai wakil Presiden pembawa aspirasi kaum santri dan umat Islam;

Baca Juga:  KH Maimun Zubair: Kiai Muda Zaman Now Harus Melek Teknologi

(2) Menjaga suasana keamanan negara yang kondusif dan menolak segala bentuk hoaks dan ujaran kebencian dalam pemilu;

(3) Bermunajat dan memohon kepada Allah SWT untuk keselamatan dan persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan pemimpin yang berakhlak dan peduli kepada kesejahteraan masyarakat;

(4) Mengembalikan masjid dan mushala di seluruh Indonesia untuk menjadi pusat gerakan Islam ahlussunnah waljamaah.

Mustasyar NU Sampang KH Syafiuddin yang ikut hadir acara itu mengatakan, langkah tersebut dilakukan karena saat ini banyak masjid yang ditunggangi oleh kelompok kepentingan tertentu, juga dijadikan kampanye yang merugikan Jokowi-Ma’ruf.

“Kadang diselipkan dalam ceramah, sampai yang berbau fitnah, hoaks juga dilakukan,” katanya

Baca Juga:  Diduga Ada Ajaran Menyimpang, Arah Kiblat Masjid Ini Mengarah ke Utara

Menurutnya, jihad mengembalikan fungsi masjid dan musala merupakan cara untuk menghentikan fenomena yang telah massif tersebut.

Lewat masjid pula, kiai dan pengasuh pondok pesantren di seluruh Indonesia dapat meluruskan segala fitnah serta membendung ujaran kebencian yang memecah belah bangsa.

“Kita jadikan masjid pusat pergerakan kita menjaga NKRI. Insya Allah negeri ini aman,” tandasnya.

Dia pun mendorong santri dan pimpinan pesantren di seluruh daerah agar bersatu menyambut seruan jihad ini. Indonesia harus dipimpin oleh orang yang mengutamakan persatuan, yang memberikan optimisme bukan pesimisme, bisa kerja dan paham agama.

“Pemimpin ulama dan umara. Insya Allah negeri ini lebih maju, menjadi baldatun thoyyibatun warabbun ghafur,” pungkasnya.

Baca Juga:  Heboh Fahmi Amhar Ceramah Soal Islam Nusantara, Gus Nadir: Dia Itu HTI!
Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *