Sunnah Rasul di Malam Jumat, Keutamaan Dan Hikmahnya

sunnah rasul

Pecihitam.org – Ada yang mengatakan pada malam jumat atau kamis malam banyak sekali kemulian. Dan juga amalan-amalan yang di sunahkan dilakukan di malam tersebut, sepertihalnya membaca tahlil, dzikir, termasuk berhubungan suami istri dan banyak lagi amalan-amalan lainnya. Jadi sunnah rasul itu banyak ya bukan sekedar hubungan suami istri. Tetapi memang disini akan sedikit membahas mengenai sunnah rasul tentang hubungan suami istri, benarkah ada keutamannya dilakukan di malam jumat?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hikmah Sunnah Rasul di malam Jumat. Mengenai hadist yang menjelaskan tentang keutaman jima’ di malam atau hari jum’at itu memang ada. Dan hadist dibawah ini yang dijadikan sandaran ulama tentang deskripsi pertanyaan di atas.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam kitab Musnad-nya meriwayatkan sebuah hadits berikut ini:

ﺭﻭﻯ ﺃﻭﺱ ﺑﻦ ﺍﻭﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ” ﻣﻦ ﻏﺴﻞ ﻭﺍﻏﺘﺴﻞ ﻳﻮﻡ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﻭﺑﻜﺮﻭﺍﺑﺘﻜﺮﻭﻣﺸﻰ ﻭﻟﻢ ﻳﺮﻛﺐ ﻭﺩﻧﺎ ﻣﻦ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﻭﺍﺳﺘﻤﻊ ﻭﻟﻢ ﻳﻠﻎ ﻛﺎﻥ ﻟﻪﺑﻜﻞ ﺧﻄﻮﺓ ﺃﺟﺮ ﻋﻤﻞ ﺳﻨﺔ ﺻﻴﺎﻣﻬﺎ ﻭﻗﻴﺎﻣﻬﺎ..

Baca Juga:  Hubungan Suami Istri yang Dilarang Islam, Para Pasangan Wajib Tahu!

Artinya: “Barangsiapa yang bersuci (ghosala/ghossala) dan mandi. Kemudian bergegas berangkat dengan berjalan, tidak dengan menaiki dan mendekat dengan Imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan sholat malamnya.

Dari penjelasan Imam Nawawi hadits ini derajanya adalah hasan. Dan hadits ini diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, Imam An Nasa’i, Imam Ahmad bin Hanbal, Imam Ibnu Majah, Imam At-Turmudzi, dan lainnya dengan sanad yang hasan.

Memang ada perbedaan pendapat pendapat oleh sebagian ulama mengenai harokat pada huruf sin pada kata “ghosala”. Yang mana apakah kata itu ditasydid atau tidak. Sebagaimana mereka juga berbeda pendapat mengenai makna dan maksud dari kata itu. Namun, baik kata tersebut dibaca ghosala (tanpa tasydid) ataupun ghossala (dengan ditasydid) sebagian ulama menjelaskan. Bahwa maksud dari kata tersebut adalah menggauli istrinya, sebagaimana yang dikatakan oleh Az-Zamahsyari.

Jika mengikuti ulama yang membaca “ghossala” (dengan tasyidid) arti dari kata tersebut adalah ”memandikan”. Maksudnya karena sang suami menjima’ istrinya dan menyebabkannya mandi jinabat, maka secara tidak langsung sang suami telah ”memandikan ” istrinya.
Dan menurut riwayat Imam Al Azhari menggunakan kata ghosala (tanpa tasydid) pun artinya juga jima’.

Baca Juga:  Berhubungan Saat Haid atau Nifas Mengenakan Kondom Bagaimanakah Hukumnya?

Dan keterangan diatas merupakan sebagian pendapat mengenai arti dari kata tersebut. Yaitu baik dibaca ghosala (tanpa tasydid) ataupun dibaca ghossala (dengan tasydid). Hadits di atas di jadikan dalil oleh sebagian ulama’ tentang kesunnahan menjima’ istri sebelum berangkat sholat jum’at.

Nah, oleh karena disunnahkan untuk bergegas pergi ke masjid di pagi hari (hari jumat). Akhirnya dipahami bahwa jima’ itu dilakukan pada malam harinya, dan disimpulkanlah hukum kesunnahan menjima’ istri pada malam jum’at.

Kesimpulan hukum ini juga dikatakan oleh satu hadits yang diriwayatkan oleh Imam Baihaqi dalam kitab Syu’abul Iman:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَيَعْجِزُ أَحَدُكُمْ أَنْ يُجَامِعَ أَهْلَهُ فِي كُلِّ جُمُعَةٍ فَإِنَّ لَهُ أَجْرَيْنِ أَجْرُ غُسْلِهِ، وَأَجْرُ غُسْلِ امْرَأَتِهِ

Baca Juga:  Bagaimana Menjawab Adzan yang Silih Berganti? Ini Hukum dan Caranya

Dari Abu Hurairah dia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Apakah seorang dari kalian tidak mampu untuk mendatangi’ istri setiap jum’at, sesungguhnya baginya dua pahala, pahala mandinya sendiri dan pahala memandikan istrinya.”

Dan hikmah dari sunnah rasul menggauli istri sebelum pergi menunaikan sholat jum’at ialah agar matanya tidak melihat hal-hal yang mengganggu pikirannya ketika pergi kemasjid dan menjadikan hatinya lebih tenang. Serta menjadikan sholatnya menjadi lebih khusuk. Hikmah lainnya adalah membantu istrinya untuk memperoleh kesunnahan mandi jum’at. Wallahu’alam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.