Surah Al-Ahzab Ayat 55; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ahzab Ayat 55

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 55 ini, menjelaskan Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi. untuk berjumpa tanpa memakai tabir dengan bapak-bapak mereka, baik bapak kandung maupun bapak sesusuan, anak-anak mereka, baik yang seketurunan maupun yang sesusuan, saudara-saudara mereka, atau anak saudara-saudaranya, baik laki-laki maupun perempuan, perempuan-perempuan muslimat yang dekat maupun yang jauh, atau hamba sahaya yang mereka miliki, baik laki-laki maupun perempuan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ahzab Ayat 55

Surah Al-Ahzab Ayat 55
لَّا جُنَاحَ عَلَيۡهِنَّ فِىٓ ءَابَآئِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآئِهِنَّ وَلَآ إِخۡوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآءِ إِخۡوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآءِ أَخَوَٰتِهِنَّ وَلَا نِسَآئِهِنَّ وَلَا مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ وَٱتَّقِينَ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ شَهِيدًا

Terjemahan: “Tidak ada dosa atas isteri-isteri Nabi (untuk berjumpa tanpa tabir) dengan bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan yang beriman dan hamba sahaya yang mereka miliki, dan bertakwalah kamu (hai isteri-isteri Nabi) kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

Tafsir Jalalain: لَّا جُنَاحَ عَلَيۡهِنَّ فِىٓ ءَابَآئِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآئِهِنَّ وَلَآ إِخۡوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآءِ إِخۡوَٰنِهِنَّ وَلَآ أَبۡنَآءِ أَخَوَٰتِهِنَّ وَلَا نِسَآئِهِنَّ (Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi terhadap bapak-bapak mereka, anak-anak laki-laki mereka, saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara laki-laki mereka, anak laki-laki dari saudara mereka yang perempuan, perempuan-perempuan) yang beriman مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ (dan hamba sahaya yang mereka miliki) yakni hamba sahaya laki-laki dan perempuan, untuk melihat dan bercakap dengan mereka tanpa memakai hijab.

Baca Juga:  Surah Al-Anbiya Ayat 68-70; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَٱتَّقِينَ ٱللَّهَ (dan bertakwalah kalian kepada Allah) dalam hal-hal yang diperintahkan-Nya kepada kalian. إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ شَهِيدًا (Sesungguhnya Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu) tidak ada sesuatu pun yang samar dari pengetahuan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Ketika Allah memerintahkan istri-istri beliau untuk berhijab dari laki-laki asing, Allah menjelaskan bahwa tidak wajib berhijab terhadap kerabat-kerabat mereka, sebagaimana orang-orang yang dikecualikan-Nya di dalam surah an-Nuur.

Sebagian ulama salaf bertanya: “Mengapa Allah tidak menyebut ‘amm [saudara ayah] dan khal [saudara ibu] dalam dua ayat ini?” ‘Ikrimah dan asy-Sya’bi menjawab: “Keduanya tidak disebutkan, karena keduanya digolongkan pada hubungan anak.”

Ibnu Jarir berkata dari asy-Sya’bi dan ‘Ikrimah tentang firman-Nya: لَّا جُنَاحَ عَلَيۡهِنَّ فِىٓ ءَابَآئِهِنَّ (“Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi [untuk berjumpa tanpa tabir] dengan bapak-bapak mereka.”) aku bertanya: “Mengapa ‘amm dan khal tidak disebutkan?” Beliau menjawab: “Karena keduanya disifatkan pada anak-anak keduanya.” dimakruhkan wanita mengulurkan khimarnya terhadap khal dan ‘amm-nya.

Firman Allah: وَلَا نِسَآئِهِنَّ (“perempuan-perempuan yang beriman.”) yaitu dengan demikian tidak diwajibkan berhijab terhadap wanita-wanita Mukminah. Firman Allah: وَلَا مَا مَلَكَتۡ أَيۡمَٰنُهُنَّ (“Dan hamba-hamba sahaya yang mereka miliki.”) yaitu, budak laki-laki dan wanita, sebagaimana yang telah diisyaratkan. Sa’id bin al-Musayyab berkata: “Yang dimaksud hanyalah budak-budak wanita saja.” (HR Ibnu Abi Hatim).

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 60-62; Seri Tadabbur Al Qur'an

Firman Allah: وَٱتَّقِينَ ٱللَّهَ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَىۡءٍ شَهِيدًا (“dan bertakwalah kamu [hai istri-istri Nabi] kepada Allah. Sesungguhnya Allah Mahamenyaksikan segala sesuatu.” Tidak ada satu pun yang tersembunyi dari-Nya, maka hendaklah diawasi oleh Rabb Mahapengawas.

Tafsir Kemenag: Tidak ada dosa atas istri-istri Nabi. untuk berjumpa tanpa memakai tabir dengan bapak-bapak mereka, baik bapak kandung maupun bapak sesusuan, anak-anak mereka, baik yang seketurunan maupun yang sesusuan, saudara-saudara mereka, atau anak saudara-saudaranya, baik laki-laki maupun perempuan, perempuan-perempuan muslimat yang dekat maupun yang jauh, atau hamba sahaya yang mereka miliki, baik laki-laki maupun perempuan.

Adanya hijab di antara mereka itu akan menimbulkan banyak kesulitan karena mereka selalu berkhidmat dalam urusan rumah tangga. Tetapi, yang perlu diingat adalah agar selalu bertakwa kepada Allah untuk mengikuti perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, karena Allah selalu menyaksikan segala sesuatu yang mereka perbuat.

Orang-orang yang disebutkan dalam ayat ini, yaitu ayah para istri Nabi., anak-anak mereka, saudara-saudara mereka, keponakan atau anak saudara mereka, baik saudara laki-laki maupun saudara perempuan, atau perempuan-perempuan lain dan juga budak mereka adalah mahram yaitu orang-orang yang tidak boleh menikahi mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 30-31; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Adapun orang-orang selain tersebut di atas yaitu yang bukan mahram tidak boleh menemui istri-istri Nabi. tanpa hijab. Hal ini untuk menjaga kehormatan istri-istri Nabi. yang merupakan ummahatul mu’minin.

Tafsir Quraish Shihab: Para istri Nabi Muhammad tidak menanggung dosa jika tidak memakai hijab di hadapan bapak, anak, saudara, anak saudara laki-laki mereka, anak saudara perempuan mereka dan di hadapan wanita beriman lainnya juga di hadapan para hamba sahaya yang mereka miliki.

Hal yang demikian itu disebabkan oleh adanya kebutuhan yang tidak mungkin dihindari dari masing-masing pihak. Bertakwalah kepada Allah dalam melaksanakan segala perintah dan jangan melampaui batas. Allah Maha Megetahui segalanya dan tidak satu rahasia pun yang samar bagi Allah.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama
kandungan Surah Al-Ahzab Ayat 55 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S