Surah Al-An’am Ayat 161-163; Seri Tadabbur Al-Qur’an

Surah Al-An'am Ayat 161-163

Pecihitam.org – Allah SWT di dalam Surah Al-An’am Ayat 161-163 memerintahkan Rasulullah SAW untuk menyampaikan megenai nikmat yang telah diberikan kepadanya serta memberitahukan kepada mereka tentang kebenaran agama yang ia bawa.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an Surah Al-An’am Ayat 161-163;

Surah Al-An’am Ayat 161
قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ

Terjemahan: Katakanlah: “Sesungguhnya aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik”.

Tafsir Jalalain: قُلْ إِنَّنِي هَدَانِي رَبِّي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ (Katakanlah, “Sesungguhnya Aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus) lalu dijadikan badal دِينًا قِيَمًا (yakni agama yang benar) agama yang lurus مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (agama Ibrahim yang lurus dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik”).

Tafsir Ibnu Katsir: دِينًا قِيَمًا (yakni agama yang benar) maksudnya adalah berdiri tegak dan kokoh. مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (Agama Ibrahim yang lurus dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik)

Baca Juga:  Teori Big bang dalam Tafsir al Ibriz Karya KH Bisri Musthofa

Diperintahkannya Rasulullah SAW untuk mengikuti agama Ibrahim, bukan berarti Nabi Ibrahim lebih sempurna Agamanya daripada beliau, karena Rasulullah SAW telah menjalankan agamanya tersebut secara total, dan agamanya tersebut pun telah disempurnakan oleh beliau, yang tidak ada seorang pun sebelumnya yang pernah sampai pada kesempurnaan ini.

Oleh sebab itulah Rasulullah SAW disebut sebagai Khatamul Anbiya, penghulu anak cucu Adam secara menyeluruh, dan pemilik tempat terpuji yang sangat diinginkan oleh manusia termasuk juga oleh Khalilullah (kekasih Allah), Ibrahim.

Surah Al-An’am Ayat 162
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Terjemahan: Katakanlah: sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.

Tafsir Jalalain: قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي (Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadahku) amal ibadahku, yakni ibadah haji dan lain-lainnya وَمَحْيَايَ (hidupku) kehidupanku وَمَمَاتِي (dan matiku) meninggalku لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ (hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam).

Tafsir Ibnu Katsir: Allah SWT memerintahkan Nabi SAW agar mengabarkan kepada kaum musyrik yang menyembah selain kepada Allah SWT dan menyembelih binatang dengan menyebut selain nama Allah, bahwa yang demikian itu beliau berseberangan dengan mereka, karena sesungguhnya shalatnya hanya untuk Allah dan sembelihannya adalah atas nama-Nya saja yang tiada sekutu bagi-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 125; Seri Tadabbur Al Qur'an

Adapun khusus mengenai firman-Nya: إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي Mujahid mengatakan: “Kata nusuk berarti penyembelihan binatang saat menunaikan ibadah haji dan umrah”. Sedangkan Imam ats-Tsauri berkata dari as-Suddi, dari Sa’id ibnu Jubair, ia mengatakan: “نُسُكِي berarti sembelihanku”.

Surah Al-An’am Ayat 163
لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

Terjemahan: Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

Tafsir Jalalain: لَا شَرِيكَ لَهُ (Tiada sekutu bagi-Nya) di dalam hal demikian, وَبِذَٰلِكَ (dan demikian itulah) ketauhidan أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ (yang diperintahkan kepadaku, dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah”) dari kalangan umat ini.

Tafsir Ibnu Katsir: Secara khusus terkait dengan Firman-Nya وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ Qatadah mengatakan, “Yaitu dari umat ini”. Dan makna ini adalah yang benar, karena semua Nabi sebelum beliau, mereka adalah menyeru kepada Islam, yang pokoknya adalah ibadah kepada Allah SWT semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya.

Baca Juga:  Surah Az-Zumar Ayat 71-72; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Maka Allah Ta’ala menyampaikan bahwa Dia mengutus para Rasul-Nya untuk membawa Islam, hanya saja mereka berbeda-beda dalam syariat, sebagian menasakh sebagian lainnya, hingga terakhir dinasakh oleh syariat Nabi Muhammad SAW yang tidak akan pernah dinasakh lagi sesudah itu. Dan syariatnya itu senantiasa tegak dan tersebar hingga hari Kiamat tiba.

Shadaqallahul adzhim, Alhamdulillah demikian uraian singkat mengenai Surah Al-An’am Ayat 161-163 berdasarkan Tafsir Jalalain dan Tafsir Ibnu Katsir yang merupakan kelanjutan dari seri Tadabbur Al Qur’an kita di situs ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua penuntut ilmu. Amin

M Resky S