Surah Al-Anfal Ayat 17-18; Seri Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Al-Anfal Ayat 17-18

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anfal Ayat 17-18 ini menjelaskan, bahwa Allah-lah yang Maha Menciptakan segala perbuatan hamba-Nya dan bahwasanya Dia pula-lah yang terpuji atas segala hal yang datang dari mereka yang berupa kebaikan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 17-18

Surah Al-Anfal Ayat 17
فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Terjemahan: Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Tafsir Jalalain: فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ (Maka yang sebenarnya bukan kamu yang membunuh mereka) di Badar dengan kekuatanmu وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ (akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka) dengan melalui pertolongan-Nya yang Dia limpahkan kepada kalian

وَمَا رَمَيْتَ (dan bukan kamu yang melempar) mata kaum musyrikin, hai Muhammad إِذْ رَمَيْتَ (ketika kamu melempar) dengan batu kerikil, sebab sekali lempar dengan segenggam batu kerikil yang dilakukan oleh manusia tidak akan dapat memenuhi mata bala tentara yang begitu banyaknya

وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ (tetapi Allahlah yang melempar) dengan cara mengenakan lemparan itu kepada mereka; hal ini sengaja Dia lakukan guna mengalahkan orang-orang kafir

وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً (dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan) yakni anugerah حَسَنًا (yang baik) yang dimaksud adalah ganimah/harta rampasan perang. إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ (Sesungguhnya Allah Maha Mendengar) perkataan mereka عَلِيمٌ (lagi Maha Mengetahui) tentang keadaan mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ قَتَلَهُمْ (Maka sebenarnya bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah yang membunuh mereka) Maksudnya, bukan karena daya dan kekuatan kalian, kalian bisa membunuh musuh-musuh kalian yang jumlahnya sangat banyak itu sementara kalian sedikit.

Baca Juga:  Tafsir Surat Al-An’am Ayat 130: Tentang Sosok Rasul bagi Bangsa Jin

Akan tetapi Allah-lah yang menjadikan kalian mampu menaklukkan mereka, sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Sungguh Allah telah menolongmu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah”. (QS. Ali Imran: 123).

Dan firman Allah yang artinya: “Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai”. (QS. At-Taubah: 25)

Allah Tabaraka wa Ta’ala mengajarkan, bahwasanya kemenangan itu bukanlah pada banyaknya personil, juga bukan karena memakai baju besi dan peralatan, kemenangan tidak lain dari Allah.

Sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al-Baqarah: 249).

Kemudian Allah swt, berkata kepada Nabi-Nya juga, berkenaan dengan segenggam debu yang dilemparkan ke muka orang-orang kafir pada perang Badar, saat beliau keluar dari ‘arisy (tenda) setelah beliau dengan khusyuk memanjatkan doa, permohonan dan kepasrahannya kepada Allah, lalu beliau lemparkan segenggam debu itu kepada orang-orang kafir sambil bersabda: “Buruk sekali muka-muka mereka”

Kemudian Rasulullah memerintahkan para sahabatnya untuk bersifat shidq (benar atau jujur) dalam melakukan penyerangan setelah itu, lalu mereka melakukannya, maka Allah swt. pun menyampaikan lemparan itu ke mata orang-orang musyrik, sehingga tidak seorang pun dari mereka kecuali terkena lemparan debu itu, sehingga mereka sibuk mengurusi matanya, lupa pada keadaannya.

Baca Juga:  Surah Al-Anfal Ayat 53-54; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Karena inilah Allah berfirman: وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ رَمَىٰ (Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allahlah yang melempar) Maksudnya, Dialah Allah yang menjadikan debu itu sampai kepada mereka dan Dialah yang menyibukkan mereka dengan debu itu, bukan kamu.

Muhammad bin Ishaq berkata dari Urwah bin az-Zubair berkenaan dengan firman Allah: وَلِيُبْلِيَ الْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَاءً حَسَنًا (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin, dengan kemenangan yang baik).

Maksudnya, agar orang-orang mukmin mengetahui hikmah-Nya atas mereka, berupa kemenangan mereka atas musuh mereka, padahal jumlah musuh sangat banyak sementara itu mereka sedikit, dengan demikian mereka akan mengetahui kebenaran Allah dan mensyukuri nikmat-Nya.

Demikian juga Ibnu Jarir mentafsirkan: إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ (Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) Maksudnya, Maha Mendengar dan mengabulkan doa, Maha Mengetahui siapa yang berhak mendapatkan pertolongan dan kemenangan.

Tafsir Quraish Shihab: Apabila kalian telah memenangkan peperangan itu atas mereka dan kalian telah berhasil membunuh musuh, maka sesungguhnya hal itu bukan semata-mata karena kekuatan kalian.

Allahlah yang memenangkan kalian dan Dialah yang membunuh mereka dengan jalan memberikan kekuatan pada kalian dan meniupkan ke dalam jiwa orang-orang kafir itu rasa takut dan gentar.

Demikian juga halnya dengan engkau, wahai Rasul, bukan dirimu yang melakukan pada saat engkau melemparkan debu dan kerikil ke arah muka mereka sehingga membuat orang-orang kafir itu gentar, tapi Allah yang melakukannya dan mereka gemetar dengan lemparan itu.

Baca Juga:  Surah Al-Anfal Ayat 70-71; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Itulah di antara karunia baik yang diberikan Allah pada orang-orang beriman, meskipun ada di antaranya dalam bentuk ujian yang menyulitkan, sebagai cara Allah untuk menampakkan jiwa keikhlasan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui urusan dan Maha Mendengar ucapan orang-orang beriman dan musuh-musuh mereka.

Surah Al-Anfal Ayat 18
ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ الْكَافِرِينَ

Terjemahan: Itulah (karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu), dan sesungguhnya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir.

Tafsir Jalalain: ذَٰلِكُمْ (Itulah) kemenangan itu suatu hal yang nyata وَأَنَّ اللَّهَ مُوهِنُ (dan sesungguhnya Allah melemahkan) membuat tidak berdaya كَيْدِ الْكَافِرِينَ (tipu daya orang-orang yang kafir).

Tafsir Ibnu Katsir: Ini adalah bisyarah (berita gembira lain) di samping hasil yang dicapai berupa kemenangan, yaitu bahwasanya Allah swt. memberitahukan kepada mereka, bahwasanya Dia melemahkan tipu daya orang-orang kafir di waktu-waktu yang akan datang dan memperkecil urusan mereka dan bahwasanya seluruh yang mereka miliki berada pada kebinasaan dan kehancuran. Dan hanya milik Allahlah segala puji dan karunia.

Tafsir Quraish Shihab: Itulah kemenangan yang besar dan Allah Maha Melemahkan tipu muslihat orang-orang kafir.

Demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-Anfal Ayat 17-18 berdasarkan Tafsir Quraish Shihab, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita dan menjadi cahaya dalam kehidupan dunia dan akhirat kita. Amin.

M Resky S