Surah Al-Anfal Ayat 25; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Al-Anfal Ayat 25

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Anfal Ayat 25 ini yaitu bahwa Allah SWT memperingatkan setiap hamba-Nya yang beriman mengenai adanya fitnah, yaitu berupa ujian dan cobaan yang menimpa orang-orang yang melakukan perbuatan buruk begitu pula bagi yang tidak melakukan keburukan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Anfal Ayat 25

وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً ۖ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Terjemahan: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Tafsir Jalalain: وَاتَّقُوا فِتْنَةً (Dan peliharalah diri kalian daripada siksaan) jika siksaan menimpa kalian لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً (ia tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kalian) bahkan siksaan itu merata kepada mereka dan selain mereka. Dan cara untuk memelihara diri supaya jangan tertimpa siksaan ialah membenci penyebabnya, yaitu perkara mungkar. وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ (Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya) terhadap orang-orang yang melanggar perintah dan larangan-Nya.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 97; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Dengan ayat ini Allah SWT memperingatkan hamba-hambaNya yang beriman tentang adanya fitnah, yaitu ujian dan cobaan yang menimpa orang-orang yang berbuat keburukan dan yang tidak berbuat keburukan, ia tidak hanya khusus menimpa para pelaku maksiat, juga bukan hanya menimpa orang yang secara langsung melakukan dosa, akan tetapi menimpa kedua-duanya, sekiranya ujian itu tidak ditolak dan diangkat (dicabut).

Dari Ibnu Abbas ra, dalam menafsirkan ayat ini: “Allah swt memerintahkan orang-orang beriman agar mereka tidak membiarkan kemunkaran terjadi di hadapan mereka, sebab Allah bisa menimpakan adzab secara merata”. Ini adalah penafsiran yang baik sekali.

Ibnu Mas’ud berkata: “Tidak ada seorang pun di antara kalian kecuali tercakup ke dalam fitnah, sesungguhnya Allah berfirman yang artinya: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu)”. (QS. At-Taghaabun: 15).

Baca Juga:  Surah Al A'la; Tafsir, Asbabun Nuzul dan Terjemahan

Maka, siapa saja yang meminta perlindungan, mintalah perlindungan kepada Allah dari berbagai fitnah yang menyesatkan”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir.)

Tafsir Quraish Shihab: Lindungilah diri kalian dari dosa-dosa besar yang merusak tatanan masyarakat. Jauhilah sikap enggan berjihad di jalan Allah, perpecahan, dan rasa malas melaksanakan kewajiban melakukan amar makruf nahi munkar.

Karena, akibat buruk dosa itu akan menimpa semua orang, tidak khusus hanya orang yang berbuat kejahatan saja. Yakinlah bahwa siksa Allah di dunia dan akhirat itu amat keras.

Hikmahnya adalah bahwwa Dalam melakukan perbuatan dosa, terkadang manusia melakukannya sendiri dan secara sembunyi-sembunyi. Balasan atas dosa ini ditanggung sendiri oleh pelakunya. Tapi terkadang dosa yang dilakukan tidak bersifat individu, tapi sosial dan skala dosa atau kerusakan yang ditimbulkan juga luas.

Ayat ini mengatakan, apabila kemungkaran telah tersebar terang-terangan di kalangan masyarakat, sedang orang-orang alim yang mampu mengantisipasi menjalarnya kemungkaran tersebut diam tutup mulut, maka azab dan siksaan Allah akan diturunkan kepada semua lapisan masyarakat.

Baca Juga:  Surah Al-Anfal Ayat 9-10; Seri Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Karena itu yang dimaksud dengan menjauhkan diri dari berbagai fitnah dalam ayat ini ialah tidak beruzlah dan menjauhkan diri dari karamaian masyarakat. Akan tetapi hendaknya memberi peringatan dan tetap bergaul dengan baik agar masyarakat dapat terhindar dari segala fitnah.

Alhamdulillah, demikianlah telah kita tadabburi bersama Surah Al-Anfal Ayat 25 berdasarkan Tafsir Quraish Shihab, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Jalalain. Semoga menambah kecintaan kita terhadap Al-Qur’an dan semakin meningkatkan Iman kita. Amin.

M Resky S