Surah Al-Ankabut Ayat 28-30; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ankabut Ayat 28-30; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ankabut Ayat 28-30 ini, Allah menyuruh Nabi Muhammad menceritakan kisah Nabi Lut. Beliau diutus ke suatu kaum yang berdiam di negeri Sodom. Lut sendiri berdiam di negeri itu. Salah seorang dari putri kaum itu dikawininya, sehingga Lut punya hubungan besan dengan mereka.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dengan tegas Lut mengatakan kepada kaumnya bahwa apa yang mereka kerjakan selama ini dipandang sebagai perbuatan yang disebut fahisyah (perbuatan jahat dan tercela).

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ankabut Ayat 28-30

Surah Al-Ankabut Ayat 28
وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ

Terjemahan: “Dan (ingatlah) ketika Luth berkata pepada kaumnya: “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun dari umat-umat sebelum kamu”.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) ingatlah لُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ إِنَّكُمْ (ketika Luth berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kalian) inna dapat dibaca tahqiq dan tashil لَتَأْتُونَ الْفَاحِشَةَ (benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji) yakni mendatangi dubur laki-laki/homosex مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ الْعَالَمِينَ (yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kalian.”) baik oleh manusia maupun jin.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan (ingatlah) ketika Lut berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kamu benar-benar mengerjakan perbuatan yang amat keji yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu. Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan,

“Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar. Lut berdoa, “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu.

Tafsir Kemenag: Allah menyuruh Nabi Muhammad menceritakan kisah Nabi Lut. Beliau diutus ke suatu kaum yang berdiam di negeri Sodom. Lut sendiri berdiam di negeri itu. Salah seorang dari putri kaum itu dikawininya, sehingga Lut punya hubungan besan dengan mereka. Dengan tegas Lut mengatakan kepada kaumnya bahwa apa yang mereka kerjakan selama ini dipandang sebagai perbuatan yang disebut fahisyah (perbuatan jahat dan tercela).

Istilah sodomi yang populer saat ini berasal dari nama kota di mana kaum Lut melakukan perbuatan tercela itu. Apa yang mereka kerjakan belum pernah diperbuat oleh umat-umat sebelumnya seperti dijelaskan dalam ayat berikutnya tentang jenis perbuatan apa yang mereka kerjakan itu.

Tafsir Quraish Shihab: Dan ingatlah, wahai Rasul, ketika Kami mengutus Lûth kepada kaumnya. Kemudian ia menyeru mereka kepada keesaan dan ketaatan kepada Allah, dan mengingkari perbuatan keji yang mereka perbuat dan belum pernah dilakukan oleh seorang makhluk Allah pun sebelumnya.

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 41-42; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Surah Al-Ankabut Ayat 29
أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنكَرَ فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَن قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Terjemahan: “Apakah sesungguhnya kamu patut mendatangi laki-laki, menyamun dan mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu? Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar”.

Tafsir Jalalain: أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ الرِّجَالَ وَتَقْطَعُونَ (Apakah sesungguhnya kalian patut mendatangi laki-laki, menyamun) orang-orang yang lewat di tempat kalian, kemudian kalian melakukan perbuatan keji terhadapnya di tempat kalian, sehingga orang-orang tidak mau lagi lewat di jalan kalian السَّبِيلَ وَتَأْتُونَ فِي نَادِيكُمُ (dan kalian mengerjakan di tempat-tempat pertemuan kalian) yakni tempat kalian berkumpul الْمُنكَرَ (perbuatan kemungkaran) yakni sebagian kalian melakukan perbuatan keji dengan sebagian yang lain.

فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَن قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (Maka jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan, “Datangkanlah kepada kami azab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.”) menganggap keji perbuatan ini, dan bahwasanya azab akan menimpa atas para pelakunya.

Tafsir Ibnu katsir: أْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنكَرَ (“Dan mengerjakan kemunkaran di tempat-tempat pertemuanmu.”) yaitu mereka melakukan apa yang tidak layak, baik perkataan maupun perbuatan, di majelis-majelis mereka tempat berkumpul dimana sebagian mereka tidak mengingkari sebagian yang lain sedikitpun.

Ada pula yang berkata: “Sebagian mereka mendatangi sebagian yang lain di tempat-tempat kebesaran.” Itulah yang dikatakan oleh Mujahid. Dan ada pula yang berkata: “Mereka saling mengeluarkan angin [kentut] dan saling tertawa, itulah yang dikatakan oleh ‘Aisyah ra. dan al-Qasim.” Serta ada pula yang berkata: “Mereka saling mengadu domba dan berlomba-lomba mengadu ayam. Semua kelakuan itu lahir dari mereka, padahal hal itu buruk bagi mereka.”

Imam Ahmad meriwayatkan, bahwa Ummu Hani berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah saw tentang firman-Nya: أْتُونَ فِي نَادِيكُمُ الْمُنكَرَ (“Dan mengerjakan kemunkaran di tempat-tempat pertemuanmu.”) beliau bersabda: ‘Mereka melempari orang-orang yang berada di jalan dan mengejeknya. Itulah kemunkaran yang mereka lakukan.’” (HR at-Tirmidzi, Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Hatim. Kemudian at-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan. Kami tidak mengetahuinya kecuali dari hadits Hatim bin Abi Shaghirah, dari Samak.”)

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 31-35; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan firman-Nya: فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلَّا أَن قَالُوا ائْتِنَا بِعَذَابِ اللَّهِ إِن كُنتَ مِنَ الصَّادِقِينَ (“Maka jawaban kaumnya tidak lain dengan berkata: ‘Datangkanlah kepada kami adzab Allah, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.’”)

Tafsir Kemenag: Kaum Lut senang melampiaskan syahwatnya kepada sesama pria. Kebiasaan ini jelas bertentangan dengan tujuan kebutuhan biologis manusia biasa. Nafsu seksual yang normal justru merangsang pria untuk melampiaskan nafsu syahwatnya kepada wanita. Perbuatan ini sangat dicela Lut dan ia menasihati kaumnya agar perbuatan terkutuk tersebut ditinggalkan.

Penduduk kota Sodom juga senang melakukan perampokan dan pembunuhan di jalan yang dilalui oleh kafilah yang membawa barang dagangan. Barang-barang mereka dirampas, kemudian pemiliknya dibunuh. Di samping itu, perkataan dan perbuatan mereka di tempat-tempat perkumpulan sangat menjijikkan, merusak sendi-sendi akhlak dan moral yang mulia dan pikiran yang sehat.

Rasulullah bersabda: Diriwayatkan dari Ummu Hani binti Abu thalib, yang bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, apa pendapatmu tentang arti ayat “Kamu mengerjakan kemungkaran di tempat-tempat pertemuanmu” (al-‘Ankabut/29: 29), kemungkaran apa yang mereka lakukan itu?” Beliau menjelaskan bahwa mereka senang mengejek orang yang lewat di jalan dan menghinanya. (Riwayat al-hakim)

Lut tidak tinggal diam melihat kepincangan-kepincangan yang terjadi dalam masyarakat kaumnya. Ia berusaha mencegahnya dengan memberikan nasihat dan pengajaran yang berharga. Akan tetapi, semua itu mereka pandang remeh dan tidak pernah mereka gubris. Ketika Lut mengancam kaumnya bahwa Allah akan menurunkan azab kalau mereka tidak juga mau mengubah kelakuannya yang keji itu, mereka malah menantang. Kalau benar Tuhan itu akan mendatangkan siksaan-Nya, mereka menantang agar Lut mohon kepada Tuhan supaya diturunkan siksaan yang dijanjikan itu sekarang juga. “Kami akan membuktikan sampai dimana kebenaran ucapanmu, hai Lut,” tegas mereka pula. Karena kebencian yang mendalam, mereka mengusir Lut dari negeri mereka. Sebab tak ada gunanya orang-orang suci seperti beliau tinggal bersama mereka.

Allah menjelaskan: Dan jawaban kaumnya tidak lain hanya berkata, “Usirlah mereka (Lut dan pengikutnya) dari negerimu ini, mereka adalah orang yang menganggap dirinya suci.” (al-A’raf/7: 82) Umat Lut menantang supaya didatangkan azab. Nabi Lut akhirnya mohon agar Allah menolongnya. Ayat di atas menggambarkan betapa keras sikap kekafiran dan keras kepala mereka, sampai-sampai mereka tega mengusir rasul utusan Tuhan itu dari negerinya sendiri.

Tafsir Quraish Shihab: Sesungguhnya yang kalian lakukan adalah kemungkaran yang membinasakan. Kalian melakukan perbuatan yang keji dengan para lelaki, kalian memutuskan jalan untuk mengembangkan keturunan, sehingga hasilnya adalah kehancuran. Kalian melakukan kemungkaran-kemungkaran di dalam masyarakat kalian tanpa rasa takut kepada Allah dan rasa malu di antara kalian. Akan tetapi kaumnya tidak mendengarkannya dan tidak menjawabnya kecuali dengan ejekan saja serta meminta kepadanya agar menyegerakan azab Allah yang diancamkan kepada mereka apabila memang benar apa yang dikatakannya.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 38-40; Seri Tadabbur Al Qur'an

Surah Al-Ankabut Ayat 30
قَالَ رَبِّ انصُرْنِي عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ

Terjemahan: “Luth berdoa: “Ya Tuhanku, tolonglah aku (dengan menimpakan azab) atas kaum yang berbuat kerusakan itu”.

Tafsir Jalalain: قَالَ رَبِّ انصُرْنِي (Luth berdoa, “Ya Rabbku, tolonglah aku) dengan membuktikan apa yang telah aku katakan kepada mereka, yaitu menurunkan azab عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ (atas kaum yang berbuat kerusakan itu.”) Maksudnya mereka yang durhaka karena melakukan homosex, Allah memperkenankan doa Nabi Luth.

Tafsir Ibnu Katsir: ini merupakan kekufuran, ejekan dan pembangkangan mereka. untuk itu, Nabiyyullah meminta pertolongan dari keburukan mereka dengan doanya: عَلَى الْقَوْمِ الْمُفْسِدِينَ(“Ya Rabbku tolonglah aku atas kaum yang berbuat kerusakan itu.”)

Tafsir Kemenag: Lut kemudian sampai pada kesimpulan bahwa kaumnya tidak mungkin lagi menerima seruannya. Ia tidak berharap lagi bahwa kaumnya akan mendapatkan petunjuk dari Allah. Di saat itu, Lut berdoa kepada Allah agar membantunya menghadapi dan memberantas perbuatan-perbuatan jahat dan busuk yang sudah mendarah daging dalam kehidupan masyarakatnya, serta menjadi kebudayaan yang turun temurun.

Mereka menganggap ancaman-ancaman Lut sebagai gertak sambal belaka. Oleh karena itu, Allah sungguh-sungguh mengabulkan doa Lut. Allah lalu mengirimkan kepada mereka hujan batu dari langit sehingga mereka binasa semua. Ini diakibatkan kefasikan dan kekufuran mereka.

Tafsir Quraish Shihab: Kemudian Lûth memohon pertolongan kepada Allah agar menimpakan azab kepada mereka dan meminta untuk menolongnya dari kaum yang melakukan kerusakan di bumi.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama
kandungan Surah Al-Ankabut Ayat 28-30 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S