Surah Al-Ankabut Ayat 36-37; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Ankabut Ayat 36-37

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Ankabut Ayat 36-37 ini, dikatakan “harapkanlah (pahala) hari akhir”, berarti hendaklah kamu merasa takut dengan kedatangan hari itu dan persiapkanlah dirimu dengan amal saleh sebanyak-banyaknya guna menghadapinya. Di samping seruan untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, dan memperbanyak amal untuk perbekalan di kampung akhirat, Syuaib juga menganjurkan supaya meninggalkan segala perbuatan yang bersifat merusak dan membinasakan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Ankabut Ayat 36-37

Surah Al-Ankabut Ayat 36
وَإِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Terjemahan: “Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan, saudara mereka Syu’aib, maka ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah olehmu Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan”.

Tafsir Jalalain: وَ (Dan) Kami utus إِلَى مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ (kepada penduduk Madyan saudara mereka Syuaib, maka ia berkata, “Hai kaumku! Sembahlah oleh kalian Allah, harapkanlah pahala hari akhir) maksudnya takutlah kalian akan hari itu, yaitu hari kiamat وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ (dan janganlah kalian berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.”) Lafal mufsidiina berkedudukan sebagai hal atau kata keterangan keadaan yang mengukuhkan makna ‘amilnya. Lafal ta’tsau berasal dari lafal ‘atsiya yang artinya membuat kerusakan.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman: يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَارْجُوا الْيَوْمَ الْآخِرَ (“Hai kaumku, beribadahlah kepada Allah, harapkanlah hari akhir.”) Ibnu Jarir berkata: “Sebagian ulama mengatakan, bahwa maknanya adalah takutlah kepada hari akhir.” Seperti firman Allah (“[yaitu] bagi orang yang mengharapkan [rahmat] Allah dan [kedatangan] hari kiamat.”) (al-Ahzaab: 21) Dan firman-Nya:

Baca Juga:  Begini Cara Al-Quran Menjawab Patologi Sosial dari Waktu ke Waktu

وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ (“Dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi berbuat kerusakan.”) yaitu berjalan di dalamnya dengan berbuat dhalim kepada penghuninya. Hal ini disebabkan mereka mengurangi timbangan dan menyamun manusia di jalan. Di samping itu mereka kufur kepada Allah dan Rasul-Nya.

Maka Allah membinasakan mereka dengan gempa yang dahsyat, menggoncang negeri mereka, teriakan yang mengeluarkan hati dari dadanya, adzab pada hari mereka dinaungi awan yang dapat mencabut ruh-ruh dari jasadnya, itulah adzab pada hari yang dahsyat. Kisah mereka telah diuraikan dalam surah al-A’raaf, Huud dan asy-Syu’araa’.

Tafsir Kemenag: Allah mengutus Nabi Syuaib kepada kaum yang berdiam di negeri Madyan, supaya mereka beribadah kepada Allah Yang Maha Esa dengan ikhlas. Ibadah tersebut akan bermanfaat untuk kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat kelak.

Dalam ayat ini dikatakan “harapkanlah (pahala) hari akhir”, berarti hendaklah kamu merasa takut dengan kedatangan hari itu dan persiapkanlah dirimu dengan amal saleh sebanyak-banyaknya guna menghadapinya. Di samping seruan untuk menyembah Allah Yang Maha Esa, dan memperbanyak amal untuk perbekalan di kampung akhirat, Syuaib juga menganjurkan supaya meninggalkan segala perbuatan yang bersifat merusak dan membinasakan.

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 46; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Jangan saling merugikan antara sesama manusia, seperti mengurangi takaran dan timbangan, dan merampok kafilah yang sedang lalu. Kemudian mereka juga diperintahkan untuk memperbanyak tobat kepada Tuhan sambil mengembalikan diri kepada-Nya dengan jalan mengerjakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Tafsir Quraish Shihab: Allah telah mengirimkan seorang rasul kepada penduduk Madyan, yaitu Nabi Syu’ayb. Dia menyerukan mereka kepada ketauhidan dan beribadah kepada Allah, takut kepada hari akhir dan melakukan apa yang mendatangkan pahala Allah sebagaimana yang mereka harapkan, serta melarang mereka untuk terus- menerus melakukan perusakan bumi.

Surah Al-Ankabut Ayat 37
فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ

Terjemahan: “Maka mereka mendustakan Syu’aib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat, dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.

Tafsir Jalalain: فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَتْهُمُ الرَّجْفَةُ (Maka mereka mendustakan Syuaib, lalu mereka ditimpa gempa yang dahsyat) gempa yang sangat kuat goncangannya فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ (dan jadilah mereka mayit-mayit yang bergelimpangan di rumah-rumah mereka) yakni mereka mati dalam keadaan terduduk di atas lutut mereka di tempat tinggal masing-masing.

Tafsir Ibnu Katsir: Dan firman-Nya: فَأَصْبَحُوا فِي دَارِهِمْ جَاثِمِينَ (“Dan jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka.”) Qatadah berkata: “Yaitu mereka menjadi mayat.” Sedangkan yang lainnya berkata: “Sebagian mereka dilempar ke sebagian yang lain.”

Baca Juga:  Surah Al-Ankabut Ayat 64-66; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Akan tetapi, sebagaimana halnya kaum Nabi Lut, umat Nabi Syuaib pun durhaka dan tidak mau menerima nasihat Nabi Syuaib. Mereka malah mendustakannya. Oleh karena itu, berlakulah sunah Allah. Ketika mereka dengan terang-terangan mengingkari Syuaib setelah diberi peringatan berulang-ulang, maka tibalah waktunya Allah mengazab mereka.

Bumi tempat kediaman mereka diguncang oleh gempa yang menggetarkan dan menghancurkan tanah kediaman mereka. Mereka mati jungkir balik dan ditelan bumi, tanpa bergerak lagi. Cerita lebih lengkap tentang Nabi Syuaib telah disebutkan pula oleh Tuhan dalam ayat-ayat lain, yaitu pada Surah Al-A’raf/7: 88-93, Hud/11: 87-94, dan asy-Syu’ara’/26: 176-190.

Tafsir Quraish Shihab: Lalu mereka mendustakan dan mendurhakainya. Maka Allah menghancurkan mereka dengan gempa sangat keras yang meruntuhkan rumah-rumah mereka dan menimpa diri mereka sehingga mereka mati bergelimpangan.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama
kandungan Surah Al-Ankabut Ayat 36-37 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S