Surah Al-Fath Ayat 15; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Fath Ayat 15

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Fath Ayat 15 ini, menerangkan bahwa Orang-orang Arab Badui yang tidak ikut mengerjakan umrah ke Mekah bersama Rasulullah saw berkata kepada Nabi Muhammad saw pada waktu beliau akan pergi ke Khaibar.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kesediaan mereka untuk pergi ke Khaibar itu karena mereka yakin bahwa Perang Khaibar akan dimenangkan oleh kaum Muslimin, sehingga akan memperoleh harta rampasan yang banyak dalam peperangan itu.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Fath Ayat 15

سَيَقُولُ ٱلۡمُخَلَّفُونَ إِذَا ٱنطَلَقۡتُمۡ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأۡخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعۡكُمۡ يُرِيدُونَ أَن يُبَدِّلُواْ كَلَٰمَ ٱللَّهِ قُل لَّن تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمۡ قَالَ ٱللَّهُ مِن قَبۡلُ فَسَيَقُولُونَ بَلۡ تَحۡسُدُونَنَا بَلۡ كَانُواْ لَا يَفۡقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا

Terjemahan: Orang-orang Badwi yang tertinggal itu akan berkata apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan: “Biarkanlah kami, niscaya kami mengikuti kamu”; mereka hendak merubah janji Allah. Katakanlah:

“Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”; mereka akan mengatakan: “Sebenarnya kamu dengki kepada kami”. Bahkan mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

Tafsir Jalalain: سَيَقُولُ ٱلۡمُخَلَّفُونَ (Orang-orang yang tertinggal itu akan berkata) yakni mereka yang telah disebutkan tadi إِذَا ٱنطَلَقۡتُمۡ إِلَىٰ مَغَانِمَ (apabila kalian berangkat menuju tempat barang rampasan) yang dimaksud adalah ganimah perang Khaibar لِتَأۡخُذُوهَا ذَرُونَا (untuk mengambilnya, “Biarkanlah kami) maksudnya janganlah kalian halangi kami نَتَّبِعۡكُمۡ (mengikuti kalian”) supaya kami dapat mengambil sebagian dari ganimah tersebut.

يُرِيدُونَ (mereka bermaksud) dengan sikap mereka yang demikian itu أَن يُبَدِّلُواْ كَلَٰمَ ٱللَّهِ (hendak merubah keputusan Allah) menurut suatu qiraat dibaca Kalimullah artinya, janji atau ancaman-Nya. Maksudnya, mereka mengubah ancaman Allah dengan ganimah Khaibar yang khusus hanya untuk mereka yang ikut dalam baiat Ridwan di Hudaibiyah.

قُل لَّن تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمۡ قَالَ ٱللَّهُ مِن قَبۡلُ (Katakanlah, “Kalian sekali-kali tidak boleh mengikuti kami; demikian Allah telah menetapkan sebelumnya”) sebelum kami kembali فَسَيَقُولُونَ بَلۡ تَحۡسُدُونَنَا (mereka akan mengatakan, “Sebenarnya kalian dengki kepada kami”) bila kami ikut memperoleh ganimah bersama kalian, karena bagian kalian akan berkurang jadinya.

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 84; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

بَلۡ كَانُواْ لَا يَفۡقَهُونَ (Bahkan mereka tidak mengerti) masalah agama إِلَّا قَلِيلًا (melainkan sedikit sekali) dari kalangan mereka yang mengerti tentangnya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman seraya memberitahukan tentang orang-orang yang tidak ikut serta bersama Rasulullah saw. dalam melaksanakan umrah pada saat terjadi perjanjian Hudaibiyyah.

Dimana ketika Nabi saw. dan para shahabatnya berangkat menuju Khaibar dalam rangka membebaskannya, mereka meminta agar bisa ikut pergi bersama mereka menuju ke tempat harta rampasan, tetapi mereka menolak ikut ketika hendak melawan dan menghancurkan musuh.

Kemudian Allah menyuruh Rasul-Nya untuk tidak memberi izin kepada mereka sebagai hukuman yang sesuai dengan kesalahan yang mereka lakukan. Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang ikut dalam perjanjian Hudaibiyyah itu dengan harta rampasan perang Khaibar yang melimpah.

Yang demikian itu hanya dikhususkan bagi mereka dengan tanpa menyertakan orang lain, termasuk orang-orang Badui yang memang tidak mau ikut. Sehingga mereka tidak mendapat harta rampasan itu, baik menurut syariat maupun takdir kauni.

Oleh karena itu Allah berfirman: يُرِيدُونَ أَن يُبَدِّلُواْ كَلَٰمَ ٱللَّهِ (“Mereka hendak merubah janji Allah.”) Mujahid, Qatadah, dan Juwaibir berkata: “Yaitu janji yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang ikut perjanjian Hudaibiyyah.” Pendapat ini menjadi pilihan Ibnu Jarir. Mengenai firman Allah Ta’ala:

يُرِيدُونَ أَن يُبَدِّلُواْ كَلَٰمَ ٱللَّهِ (“Mereka hendak merubah janji Allah.”)Ibnu Juraij berkata: “Yakni dengan cara melemahkan semangat kaum muslimin untuk berjihad.

قُل لَّن تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمۡ قَالَ ٱللَّهُ مِن قَبۡلُ (“Katakanlah: ‘Kamu sekali-sekali tidak [boleh] mengikuti kami, demikian Allah telah menetapkan sebelumnya.’”) yakni sebelumnya Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang ikut dalam perjanjian Hudaibiyyah sebelum kalian meminta pergi bersama mereka.

فَسَيَقُولُونَ بَلۡ تَحۡسُدُونَنَا (“Mereka akan mengatakan: ‘Sebenarnya kamu dengki kepada kami.’”) yakni, jika kami ikut serta bersama kalian dalam memperoleh harta rampasan perang. بَلۡ كَانُواْ لَا يَفۡقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا (“Bahkan, mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.”) maksudnya, masalahnya tidak seperti yang mereka katakan, melainkan mereka sama sekali tidak mempunyai pemahaman sedikitpun.

Baca Juga:  Surah Al-Fath Ayat 29; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Kemenag: Orang-orang Arab Badui yang tidak ikut mengerjakan umrah ke Mekah bersama Rasulullah saw berkata kepada Nabi Muhammad saw pada waktu beliau akan pergi ke Khaibar, “Hai Muhammad, berilah kesempatan kepada kami untuk ikut bersamamu ke Khaibar.”

Kesediaan mereka untuk pergi ke Khaibar itu karena mereka yakin bahwa Perang Khaibar akan dimenangkan oleh kaum Muslimin, sehingga akan memperoleh harta rampasan yang banyak dalam peperangan itu.

Rasulullah saw bersama sahabat pergi ke medan Perang Khaibar pada bulan Muharram tahun ketujuh, sekembali beliau dari Perjanjian Hudaibiyyah. Dalam peperangan itu, kaum Muslimin mendapat kemenangan dan memperoleh harta rampasan yang banyak dari orang Yahudi.

Dalam satu hadis sahih, diterangkan bahwa Allah telah menjanjikan kepada para sahabat yang ikut bersama Rasulullah saw ke Hudaibiyyah bahwa mereka akan mendapat kemenangan di Perang Khaibar dan harta rampasan yang banyak. Janji ini secara tidak langsung menolak kesediaan orang-orang Arab Badui yang ingin ikut berperang bersama Rasulullah saw karena perang ini khusus diikuti oleh kaum Muslimin yang ikut ke Hudaibiyyah.

Karena maksud mereka yang tidak baik, maka Allah memerintahkan kepada Rasul untuk mengatakan kepada orang-orang yang bersedia ikut ke Khaibar, tetapi tidak ikut ke Hudaibiyyah, “Kamu tidak perlu ikut dengan kami ke Khaibar karena kamu telah mengenal kami. Kamu hanya mau ikut jika akan memperoleh keuntungan diri sendiri, sedangkan jika tidak ada keuntungan bahkan yang ada hanya kesengsaraan dan malapetaka, maka kamu tidak mau pergi bersama kami, bahkan mengemukakan alasan yang bermacam-macam.

Demikianlah Allah telah membukakan rahasia hatimu kepada kami sebelum kami kembali dari Hudaibiyyah dan Allah telah menyatakan kepada kami bahwa rampasan Khaibar hanya akan diterima oleh orang-orang yang ikut ke Hudaibiyyah saja, itulah sebabnya kamu tidak boleh ikut bersama kami.”

Baca Juga:  Surah At-Taubah Ayat 64; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Orang-orang Arab Badui menjawab, “Wahai Muhammad, kamu mengadakan kebohongan terhadap kami. Sebenarnya Allah tidak mengatakan demikian. Kamu mengadakan kebohongan itu semata-mata karena rasa dengki yang timbul dalam hatimu terhadap kami.”

Pada akhir ayat ini diterangkan bahwa orang-orang munafik Arab Badui yang mengatakan hal itu adalah orang yang tidak mengetahui agama Allah. Mereka juga tidak mengetahui tujuan perintah jihad. Allah memerintahkan jihad bukan karena Dia tidak mampu menghancurkan mereka, melainkan untuk membedakan siapa di antara mereka yang beriman dan siapa pula yang kafir.

Tafsir Quraish Shihab: Penduduk Badui yang munafik dan tidak ikut perang bersamamu akan berkata, “Apabila kamu pergi untuk mengambil harta rampasan perang yang telah dijanjikan Allah kepadamu, maka izinkanlah kami mengikutimu untuk mengambilnya.”

Dengan begitu mereka ingin mengubah janji Allah untuk memberikan harta rampasan perang kepada orang-orang yang keluar bersama Rasulullah ke Hudaibiyah. Katakanlah kepada mereka, wahai Muhammad, “Kalian tidak akan boleh mengikuti kami.”

Ketentuan yang tidak membolehkan mereka ikut mengambil harta rampasan perang pernah ditetapkan Allah sebelumnya bagi orang-orang yang ikut berperang bersama Rasulullah. Mereka lalu akan mengatakan, “Allah tidak memerintahkan kalian demikian. Sebenarnya kalian hanya dengki kepada kami kalau kami bergabung dengan kalian dalam harta itu.” Dengan perkataan itu mereka sebenarnya tidak memahami syariat Allah kecuali sedikit.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Fath Ayat 15 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S