Surah Al-Hajj Ayat 15-16; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Hajj Ayat 15-16

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Hajj Ayat 15-16 ini, menegaskan bahwa Allah swt pasti akan membantu rasul-Nya didunia terlebih lagi diakhirat kelak. Berikutnya Allah menyampaikan bahwa Dia telah menurunkan ayat yang nyata dan jelas kepada Rasulullah saw.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Hajj Ayat 15-16

Surah Al-Hajj Ayat 15
مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ إِلَى السَّمَاءِ ثُمَّ لْيَقْطَعْ فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ مَا يَغِيظُ

Terjemahan: Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya, kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.

Tafsir Jalalain: مَن كَانَ يَظُنُّ أَن لَّن يَنصُرَهُ اللَّهُ (Barang siapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tiada menolongnya) menolong Nabi Muhammad saw. فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ (di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali) tambang إِلَى السَّمَاءِ (ke langit) yang dimaksud adalah atap rumahnya, kemudian tali itu diikatkan ke atap rumah dan ke lehernya ثُمَّ لْيَقْطَعْ (kemudian hendaklah ia memutuskan tali itu) yakni mencekik dirinya dengan tali itu, maksudnya menggantung diri. Demikianlah sebagaimana yang disebutkan di dalam hadis-hadis sahih,

فَلْيَنظُرْ هَلْ يُذْهِبَنَّ كَيْدُهُ (kemudian hendaklah ia pikirkan, apakah tipu dayanya itu sungguh dapat melenyapkan) dalam hal tidak ditolongnya nabi مَا يَغِيظُ (apa yang menyakitkan hatinya) apa yang membuat ia sakit hati. Maksudnya, hendaklah ia tercekik oleh kejengkelannya, karena sesungguhnya Allah pasti akan menolong nabi-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Ibnu Abbas berkata: “Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah tidak akan menolong Muhammad di dunia dan di akhirat; فَلْيَمْدُدْ بِسَبَبٍ (“Maka hendaklah dia merentangkan sebab,”) yaitu tali. إِلَى السَّمَاءِ (“Ke langit,”) yaitu, langit rumahnya. Tsummal yaqtha’ (“Kemudian hendaklah ia melaluinya,”) kemudian hendaklah dia mencekiknya.” Demikian yang dikatakan olehMujahid, ‘Ikrimah, ‘Atha’, Abul Jauza, Qatadah dan selain mereka.

Sedangkan perkataan Ibnu Abbas dan para sahabatnya lebih utama dan lebih jelas maknanya serta lebih bagus untuk mengejek. Karena maknanya adalah, barangsiapa yang menyangka bahwa Allah tidak akan menolong Muhammad, Kitab dan agama-Nya, maka hendaklah dia pergi dan membunuh dirinya sendiri, jika hal itu menjadi pendirian kerasnya. Karena, Allah adalah penolong semua itu, bukan mustahil.

Allah Ta’ala berfirman: إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَالَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ الْأَشْهَادُ (“Sesungguhnya Kami menolong para Rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi.”) (QS. Al-Mu’min: 51). Untuk itu Dia berfirman: fal yandhur Hal yudz-Hibanna kaiduHuu maa yaghiidh (“Kemudian hendaklah ia pikirkanapakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya.”)

Baca Juga:  Surah Hud Ayat 93-95; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

As-Suddi berkata: “Yaitu tentang keadaan Muhammad.” ‘Atha’ al-Khurasani berkata: “Maka hendaklah ia pikirkan apakah hal itu dapat menyembuhkan rasa marah yang terdapat dalam dadanya.”

Tafsir Kemenag: Para mufasir berbeda pendapat dalam menafsirkan ayat ini. Menurut Abu Ja`far an-Nahhas tafsir ayat ini yang paling baik ialah, “Siapa yang berpendapat bahwa Allah tidak akan menolong Muhammad di dunia dan di akhirat atau ingin menghentikan pertolongan Allah yang akan diberikan-Nya itu, maka hendaklah ia naik ke langit dan berusahalah dari sana menghentikan pertolongan itu. Hendaklah mereka lihat, apakah usaha itu berhasil atau tidak. Dan usaha yang seperti itu pun mustahil dapat dilakukannya.”

Az-Zamakhsyari menafsirkan, “Allah pasti menolong Rasul-Nya di dunia dan di akhirat. Jika musuh-musuh Muhammad mengira bahwa Allah tidak akan menolongnya atau bermaksud tidak akan menolongnya, sedang mereka mengetahui jaminan Allah terhadap pertolongan-Nya itu, tentulah mereka akan marah.

Mereka berusaha dengan segala cara untuk menghilangkan kemarahan mereka itu, yaitu melakukan apa saja bahkan menggantung diri. Setelah itu hendaklah dia memperhatikan apakah tindakannya dengan menggantung diri itu dapat menghentikan pertolongan Allah kepada Muhammad.”

Sebagian ahli tafsir menafsirkan, “Siapa yang berpendapat bahwa Allah tidak menolong Muhammad, maka hendaklah ia merentangkan tali ke loteng rumahnya, kemudian menggantung diri dengan tali itu. Mereka akan mengetahui bahwa segala usaha dan tipu daya mereka itu tidak berguna sedikit pun.

Sekalipun para mufasir berbeda pendapat tentang tafsir ayat di atas namun itu hanyalah lahiriyah, sedangkan maksudnya sama, yaitu seandainya orang-orang yang memusuhi Nabi Muhammad tidak merasa senang akan kemajuan Islam dan kaum Muslimin maka mereka disilahkan naik ke langit lalu akan melihat keadaan dari sana akan kemajuan Islam dan kaum Muslimin.

Sebagaimana diketahui dalam sejarah bahwa dengan berkembangnya agama Islam dalam waktu yang singkat di kota Mekah, dan semakin banyak penganutnya maka timbullah usaha di kalangan orang-orang musyrik Mekah untuk menghambat perkembangan Islam atau melenyapkan agama Islam itu.

Segala macam usaha untuk mencapai maksud itu, mereka lakukan seperti memutuskan hubungan, mengadakan pemboikotan, mengadakan penganiayaan terhadap orang-orang yang masuk Islam, terutama terhadap budak-budak yang masuk Islam, sehingga kaum Muslimin merasa teraniaya dan tersiksa.

Dalam pada itu orang-orang musyrik sendiri menyatakan bahwa Allah tidak menolong Muhammad dan kaum Muslimin, karena agama yang dibawanya itu bukanlah agama yang diridai Allah. Dalam keadaan yang demikian turunlah ayat ini memberikan semangat dan harapan kepada kaum Muslimin. Sehingga timbullah keyakinan dalam diri mereka bahwa agama yang telah mereka anut adalah agama yang benar, karena itu mereka wajib melanjutkan untuk menyebarkannya, dan Tuhan pasti akan menolong mereka itu.

Baca Juga:  Surah Al-Hajj Ayat 25; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Menurut Muqatil, ayat ini turun berkaitan dengan Bani Asad dan Bani Gathfan yang telah masuk Islam, mereka khawatir bahwa Allah tidak menolong Muhammad, lalu terputuslah hubungan mereka dengan pemimpin-pemimpin Yahudi yang menyebabkan kehidupan mereka tidak dibantu lagi. Dengan turunnya ayat ini, hilanglah segala kekhawatiran yang timbul dalam hati mereka itu.

Dari ayat di atas dipahami bahwa musuh-musuh Islam tidak mempunyai kemampuan sedikit pun untuk mematahkan perjuangan Nabi Muhammad dan kaum Muslimin dalam usaha menyebarluaskan agama Islam karena mereka selalu mendapat pertolongan Allah di dunia dan di akhirat. Pertolongan Allah ini ditegaskan pada ayat yang lain:

Sesungguhnya Kami akan menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari tampilnya para saksi (hari Kiamat). (al-Mu`min/40: 51).

Tafsir Quraish Shihab: Orang kafir yang mengira bahwa Allah tidak akan menolong Nabi-Nya, hendaknya menggantung tali di atas rumahnya dan memakainya untuk menggantung diri, kemudian memikirkan apakah perbuatannya itu dapat menghilangkan rasa sesak di dalam dadanya karena Allah telah menolong rasul-Nya.

Surah Al-Hajj Ayat 16
وَكَذَلِكَ أَنزَلْنَاهُ آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ وَأَنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يُرِيدُ

Terjemahan: Dan demikianlah Kami telah menurunkan Al Quran yang merupakan ayat-ayat yang nyata, dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki.

Tafsir Jalalain: وَكَذَلِكَ (Dan demikianlah) sebagaimana Kami turunkan ayat tadi أَنزَلْنَاهُ (Kami telah menurunkan dia) ayat-ayat Alquran selanjutnya آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ (yang merupakan ayat-ayat yang nyata) lafal Bayyinatin berkedudukan menjadi Hal, artinya ayat-ayat yang jelas,

وَأَنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يُرِيدُ (dan bahwasanya Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki) untuk mendapatkan petunjuk-Nya; bagian ayat ini di’athafkan kepada dhamir Ha yang terdapat pada lafal Anzalnaahu.

Tafsir Ibnu Katsir: Firman-Nya: وَكَذَلِكَ أَنزَلْنَاهُ (“Dan demikianlah Kami telah menurunkannya,”) yaitu al-Qur’an. آيَاتٍ بَيِّنَاتٍ (“Yang merupakan ayat-ayat yang nyata,”) yaitu jelas dalam lafazh dan maknanya sebagai hujjah dari Allah bagi manusia.

وَأَنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَن يُرِيدُ (“Dan Allah memberikan petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki,”) yaitu Dia menyesatkan siapa saja yang dikehendaki-Nya dan memberikan petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Dia memiliki hikmah yang sempurna dan hujjah yang qath’i di dalam hal tersebut.

Baca Juga:  Surah Yunus Ayat 98; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ (“Dia tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya, dan merekalah yang akan ditanyai.”) (QS. Al-Anbiyaa’: 23)
Sedangkan bagi kebijaksanaan, rahmat, keadilan, ilmu, pemaksaan dan keagungan-Nya, tidak ada yang mampu menandingi dan Dia Mahacepat perhitungan-Nya.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menerangkan bahwa Allah telah menurunkan bukti-bukti dan dalil-dalil yang kuat kepada Muhammad untuk membantah orang kafir yaitu Al-Qur’an. Makna dan petunjuknya cukup jelas, mudah dimengerti bagi orang-orang yang mau mencari kebenaran. Karena itu hendaklah manusia mengikuti dan mengamalkan ajaran Islam yaitu ajaran-ajaran Al-Qur’an agar mereka diberi Allah pertolongan dan kemenangan di dunia dan akhirat.

Al-Qur’an berguna bagi orang-orang yang tidak ada rasa dengki dalam hatinya, jiwa dan hatinya bersih, ingin mencari kebenaran dan mempunyai kesediaan beriman kepada yang gaib. Orang seperti yang dilukiskan itu, jika mereka membaca Al-Qur’an pasti ia akan beriman, semakin banyak membaca dan mengamalkan ajaran Al-Qur’an semakin bertambah pula imannya.

Hal ini senada dengan firman Allah: Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal kebajikan yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya. (Maryam/19: 76)

Sebaliknya orang yang dengki, hatinya berpenyakit, tidak ingin mencari kebenaran dan tidak mempunyai kesediaan beriman kepada yang gaib, maka ayat-ayat Al-Qur’an tidak akan berfaedah baginya bahkan akan menambah keingkaran dan kekafirannya.

Tafsir Quraish Shihab: Sebagaimana Kami telah menerangkan dengan jelas ayat-ayat yang telah Kami turunkan kepada para rasul terdahulu, Kami juga menurunkan keseluruhan Alquran kepada Muhammad dengan jelas, agar dijadikan bukti kebenaran bagi manusia. Allah benar-benar akan memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki, selama fitrahnya tetap suci dan menjauhi sikap keras kepala.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Hajj Ayat 15-16 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S