Surah Al-Isra ayat 100; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Isra ayat 100

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Isra ayat 100 ini, Allah swt menerangkan sebab-sebab mengapa Dia tidak memperkenankan permintaan orang-orang zalim itu, yaitu walaupun diperkenankan, mereka tetap tidak akan beriman, berlaku kikir, dan tidak mau memberikan sebagian kecil hartanya kepada orang lain yang memerlukannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mereka takut kenikmatan-kenikmatan yang telah diperoleh akan lenyap dari mereka. Padahal nikmat Allah tidak akan pernah habis seberapa pun manusia mengambilnya. Allah juga telah menjanjikan orang-orang yang menginfakkan harta mereka dengan imbalan yang berlipat ganda dari apa yang mereka infakkan.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Isra Ayat 100

قُل لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي إِذًا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْإِنفَاقِ وَكَانَ الْإِنسَانُ قَتُورًا

Terjemahan: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.

Tafsir Jalalain: قُل (Katakanlah) kepada mereka لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَائِنَ رَحْمَةِ رَبِّي (“Seandainya kalian menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Rabbku) berupa perbendaharaan rezeki dan hujan,

إِذًا لَّأَمْسَكْتُمْ (niscaya kalian tahan perbendaharaan itu) maksudnya niscaya kalian akan bersikap kikir خَشْيَةَ الْإِنفَاقِ (karena takut membelanjakannya.”) karena takut harta menjadi habis dibelanjakan oleh karenanya kalian bersikap kikir.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 22; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَكَانَ الْإِنسَانُ قَتُورًا (Dan adalah manusia itu sangat kikir) maksudnya sangat bakhil.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman kepada Rasul-Nya, Muhammad saw, katakanlah hai Muhammad kepada mereka: “Seandainya kalian hai sekalian manusia, dapat menguasai berbagai perbendaharaan Allah, niscaya kalian menahannya karena takut untuk menginfakkannya.”

Ibnu Abbas dan Qatadah berkata: “Yakni takut miskin. Dengan kata lain, takut perbendaharaan itu akan lenyap, padahal sebenarnya ia tidak akan pernah habis untuk selamanya, karena sesungguhnya yang demikian itu sudah merupakan karakter dan sifat kalian.”

Oleh karena itu, Allah k berfirman: وَكَانَ الْإِنسَانُ قَتُورًا (“Dan adalah manusia itu sangat kikir.”) Berkata Ibnu Abbas dan’Qatadah: “Qatur ialah sangat kikir.” Dan firman Allah Ta’ala: “Ataukab mereka mempunyai bahagian dari kekuasaan? Walaupun ada, mereka tidak akan memberikan sedikit pun (kebajikan) kepada manusia.” (QS. An-Nisaa’: 53).

Maksudnya, seandainya mereka mempunyai bagian dalam menjalankan kekuasaan Allah, niscaya mereka tidak akan memberi sesuatu pun kepada seorang pun walau sedikit saja.

Baca Juga:  Surah Ath-Thur Ayat 44-49; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Dan Allah Ta’ala telah menyifati manusia seperti adanya mereka, kecuali orang-orang yang diberi taufik dan hidayah. Sesungguhnya kikir dan bakhil, juga gelisah, merupakan sifat manusia. Hal itu sekaligus menunjukkan kemurahan, kedermawanan dan kebaikan-Nya.

Di dalam kitab ash-Shahihain telah ditegaskan, bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda: “Tangan Allah penuh dengan kekayaan, yang tidak akan berkurang oleh nafkah para dermawan pada malam dan siang hari. Tidakkah kalian mengetahui, apa yang Dia nafkahkan sejak penciptaan langit dan bumi, sama sekali tidak mengurangi apa yang ada di tangan kanan-Nya?”

Tafsir Kemenag: Pada ayat ini, Allah swt menerangkan sebab-sebab mengapa Dia tidak memperkenankan permintaan orang-orang zalim itu, yaitu walaupun diperkenankan, mereka tetap tidak akan beriman, berlaku kikir, dan tidak mau memberikan sebagian kecil hartanya kepada orang lain yang memerlukannya.

Mereka takut kenikmatan-kenikmatan yang telah diperoleh akan lenyap dari mereka. Padahal nikmat Allah tidak akan pernah habis seberapa pun manusia mengambilnya. Allah juga telah menjanjikan orang-orang yang menginfakkan harta mereka dengan imbalan yang berlipat ganda dari apa yang mereka infakkan.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 78-79 ; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sifat kikir adalah watak dan tabiat manusia dengan kadar yang berbeda. Watak dan tabiat yang tidak baik itulah yang menyebabkan manusia mendurhakai perintah Allah dan enggan memperhatikan larangan-larangan-Nya. Firman Allah:

Dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan. (al-Fajr/89: 20) Dan sesungguhnya cintanya kepada harta benar-benar berlebihan. (al-‘adiyat/100: 8).

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al- Isra ayat 100 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Kemenag. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S