Surah Al-Maidah Ayat 112-115; Seri Tadabbur Al Qur’an

Surah Al-Maidah Ayat 112-115

Pecihitam.org – Surah Al-Maidah Ayat 112-115 menjelaskan kisah hidangan (maidah) yang menjadi nama atas surah ini. Hidangan ini termasuk di antara dari banyaknya anugerah Allah SWT yang diberikan kepada hamba dan rasul-Nya, yakni Nabi Isa a.s. saat ia memohon agar diturunkan hidangan dari langit. Maka Allah SWT menurunkannya sebagai mukjizat dan hujjah yang nyata.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebahagian Ulama berpandangan bahwa kisah mengenai hidangan ini tidak disebutkan di dalam kitab Injil, dan orang-orang dari kalangan Nasrani tidak mengetahuinya kecuali melalui umat Islam.

Terjemahan dan Tafsir Surah Al-Maidah Ayat 112-115

Surah Al-Maidah Ayat 112
إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ رَبُّكَ أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ اتَّقُوا اللَّهَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

Penjelasan ayat: Ingatlah إِذْ قَالَ الْحَوَارِيُّونَ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ هَلْ يَسْتَطِيعُ (Saat pengikut-pengikut Isa mengatakan, “Hai Isa putra Maryam! Sanggupkah) artinya bisakah رَبُّكَ (Tuhanmu) menurut suatu qiraah dibaca tastathii’u lalu lafal setelahnya dibaca nashab/rabbaka, yang artinya apakah engkau bisa meminta kepada-Nya

أَنْ يُنَزِّلَ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ ۖ قَالَ (menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Menjawab) kepada mereka Isa اتَّقُوا اللَّهَ (“Bertaqwalah kepada Allah) di dalam meminta bukti-bukti itu/mukjizat-mukjizat إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ (jika betul-betul kalian orang-orang yang beriman”)

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 87-88; Seri Tadabbur Al Qur'an

Surah Al-Maidah Ayat 113
قَالُوا نُرِيدُ أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ قُلُوبُنَا وَنَعْلَمَ أَنْ قَدْ صَدَقْتَنَا وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ

Penjelasan ayat: قَالُوا نُرِيدُ (Mereka berkata, “Kami menginginkan) dengan permintaan ini agar أَنْ نَأْكُلَ مِنْهَا وَتَطْمَئِنَّ (agar bisa memakan hidangan tersebut dan agar menjadi tenteram) menjadi tenang/mantap قُلُوبُنَا (hati kami) semakin bertambah yakin وَنَعْلَمَ (dan agar kami mengetahui) kami makin bertambah pengetahuan أَنْ (bahwa) “أَنْ” mukhaffafah; artinya bahwa sesungguhnya قَدْ صَدَقْتَنَا (engkau telah berkata benar kepada kami) dalam pengakuanmu menjadi nabi وَنَكُونَ عَلَيْهَا مِنَ الشَّاهِدِينَ (dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.”)

Surah Al-Maidah Ayat 114
قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ ۖ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ

Penjelasan ayat: قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا (Isa Putra Maryam berdoa, “Yaa Allah! Turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit yang hal itu bagi kami) artinya pada hari turunnya hidangan itu عِيدًا (menjadi hari raya) yang kami hormati dan kami muliakan لِأَوَّلِنَا (bagi orang-orang sezaman dengan kami) kalimat ini menjadi badal/kalimat pengganti bagi lafal لَنَا, yang juga disertai pula dengan huruf jarnya

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 35-37; Seri Tadabbur Al Qur'an

وَآخِرِنَا (dan bagi orang-orang yang datang setelah kami) orang-orang yang akan datang setelah kami وَآيَةً مِنْكَ (dan menjadi tanda kekuasaan-Mu) yang menunjukkan akan kekuasaan-Mu dan kenabianku وَارْزُقْنَا (berilah kami rezeki) dengan hidangan tersebut وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ (dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama.”)

Surah Al-Maidah Ayat 115
قَالَ اللَّهُ إِنِّي مُنَزِّلُهَا عَلَيْكُمْ ۖ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ

Penjelasan ayat: قَالَ اللَّهُ (Allah berfirman) mengabulkan doanya إِنِّي مُنَزِّلُهَا (“Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu) boleh dibaca takhfif/munziluhaa dan boleh pula dibaca tasydid/munazziluhaa
عَلَيْكُمْ ۖ فَمَنْ يَكْفُرْ بَعْدُ (kepada kalian; siapa yang kafir setelahnya) artinya setelah diturunkannya hidangan itu مِنْكُمْ فَإِنِّي أُعَذِّبُهُ عَذَابًا لَا أُعَذِّبُهُ أَحَدًا مِنَ الْعَالَمِينَ (di antara kalian, maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seseorang pun di antara umat manusia.”) Lalu turunlah malaikat-malaikat seraya membawa hidangan dari langit berupa tujuh buah roti dan tujuh macam lauk-pauk. Lalu mereka memakan sebagian darinya hingga semuanya merasa kenyang.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 102-104; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Demikianlah berdasarkan riwayat Ibnu Abbas dalam haditsnya berkenaan dengan kisah tentang turunnya hidangan dari langit ini. Haditsnya itu menyebutkan, bahwa hidangan tersebut berupa roti dan daging, lalu mereka diperintahkan agar tidak berkhianat dan juga tidak boleh menyimpannya hingga esok hari. Namun, mereka berkhianat dan menyimpan sebagian hidangan itu, hingga akhirnya mereka dikutuk menjadi kera-kera dan babi-babi.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah sama-sama mempelajari kandungan dari Al Qur’an Surah Al-Maidah Ayat 112-115, dengan merujuk pada Tafsir Jalalain. Semoga menambah khazanah ilmu Al Qur’an kita. Aamiin

M Resky S