Surah Al-Qamar Ayat 41-46; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Qamar Ayat 41-46

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Qamar Ayat 41-46 ini, menerangkan bahwa sungguh peringatan demi peringatan telah berkali-kali disampaikan kepada kaum Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Namun mereka tetap mendustakannya. Peringatan-peringatan itu adalah semua tanda-tanda kerasulan dan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa.

Allah memperingatkan orang-orang kafir Mekah apakah mereka merasa lebih mulia dari kaum kafir sebelum mereka yang telah ditimpa hukuman Allah seperti kaum Nuh, kaum ‘Ad dan kaum Samud.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Qamar Ayat 41-46

Surah Al-Qamar Ayat 41
وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ٱلنُّذُرُ

Terjemahan: Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir’aun ancaman-ancaman.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ (Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Firaun) kepada Firaun dan kaumnya ٱلنُّذُرُ (ancaman-ancaman itu) ancaman-Ku melalui lisan Nabi Musa dan Nabi Harun, tetapi mereka masih tetap tidak mau beriman. Bahkan,.

Tafsir Ibnu Katsir: Alllah Ta’ala berfirman seraya menceritakan tentang Fir’aun dan bala tentaranya, dimana mereka telah didatangi oleh Rasul Allah, Musa dan saudaranya, Harun. Yang membawa kabar gembira jika mereka beriman dan peringatan jika mereka kafir. Dan di tangan keduanya terdapat mukjizat besar dan tanda-tanda kekuasaan yang beraneka ragam.

Tafsir Kemenag: Ayat-ayat ini menerangkan bahwa sungguh peringatan demi peringatan telah berkali-kali disampaikan kepada kaum Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Namun mereka tetap mendustakannya.

Peringatan-peringatan itu adalah semua tanda-tanda kerasulan dan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa sebagaimana diungkapkan dalam Surah al-A’raf/7: 133 dan al-Isra’/17: 101. Karena itu Allah menurunkan azab kepada mereka. Azab datang dari Zat yang Mahakuat dan Mahakuasa, yang menunjukkan bahwa azab itu amat hebat. Berupa tenggelamnya Fir’aun dan pengikutnya di Laut Merah.

Tafsir Quraish Shihab: Sungguh telah datang berbagai ancaman yang terus-menerus kepada kaum Fir’aun.

Surah Al-Qamar Ayat 42
كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كُلِّهَا فَأَخَذۡنَٰهُمۡ أَخۡذَ عَزِيزٍ مُّقۡتَدِرٍ

Terjemahan: Mereka mendustakan mukjizat Kami semuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa

Tafsir Jalalain: كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كُلِّهَا (mereka mendustakan ayat-ayat Kami kesemuanya) yakni sembilan ayat yang diberikan kepada Nabi Musa فَأَخَذۡنَٰهُمۡ (lalu Kami azab mereka) yakni, Kami turunkan azab kepada mereka أَخۡذَ عَزِيزٍ (sebagai azab dari Yang Maha Perkasa) Yang Maha Kuat مُّقۡتَدِرٍ (lagi Maha Kuasa) tiada sesuatu pun yang dapat melemahkan dan menghalang-halangi-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Maka mereka mendustakan semua itu sehingga Allah Ta’ala menjatuhkan hukuman kepada mereka dengan hukuman dari Raja Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Maksudnya, Allah ta’ala membinasakan mereka semua sehingga tidak ada seorangpun yang tersisa, tidak ada diri maupun bekas [jejak] mereka.

Tafsir Kemenag: Ayat-ayat ini menerangkan bahwa sungguh peringatan demi peringatan telah berkali-kali disampaikan kepada kaum Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Namun mereka tetap mendustakannya.

Peringatan-peringatan itu adalah semua tanda-tanda kerasulan dan mukjizat yang Allah berikan kepada Nabi Musa sebagaimana diungkapkan dalam Surah al-A’raf/7: 133 dan al-Isra’/17: 101. Karena itu Allah menurunkan azab kepada mereka. Azab datang dari Zat yang Mahakuat dan Mahakuasa, yang menunjukkan bahwa azab itu amat hebat. Berupa tenggelamnya Fir’aun dan pengikutnya di Laut Merah.

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 46-47; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Tafsir Quraish Shihab: Mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan mukjizat yang dibawa oleh para rasul Kami. Mereka Kami hancurkan dengan cara Sang Mahaperkasa dan Mahakuasa.

Surah Al-Qamar Ayat 43
أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٌ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٌ فِى ٱلزُّبُرِ

Terjemahan: Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu

Tafsir Jalalain: أَكُفَّارُكُمۡ (Apakah orang-orang kafir kalian) hai orang-orang Quraisy خَيۡرٌ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ (lebih baik daripada mereka itu) yang telah disebutkan yaitu, mulai dari kaum Nabi Nuh hingga sampai kepada Firaun dan kaumnya yang tidak mendapatkan ampunan أَمۡ لَكُم (atau apakah kalian telah mempunyai) hai orang-orang kafir Quraisy بَرَآءَةٌ (jaminan kebebasan) dari azab فِى ٱلزُّبُرِ (dalam kitab-kitab) yang terdahulu. Istifham yang terdapat pada dua tempat ini mengandung makna Nafi artinya, kenyataannya tidaklah demikian.

Tafsir Ibnu Katsir: Selanjutnya Allah Ta’ala berfirman: أَكُفَّارُكُمۡ (“Apakah orang-orang kafirmu”) Yakni, hai orang-orang yang meragukan diri dari kalangan kaum kafir Quraisy, خَيۡرٌ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ (“lebih baik dari mereka itu”) yakni, orang-orang yang telah disebutkan dari orang-orang yang telah dibinasakan karena pendustaan mereka terhadap para Rasul dan kekufuran mereka terhadap Kitab-Kitab, apakah kalian lebih baik dari mereka? أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٌ فِى ٱلزُّبُرِ (“Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan [dari azab] dalam Kitab-Kitab yang terdahulu?”) maksudnya, ataukah kalian memiliki jaminan kebebasan untuk tidak tertimpa azab dan siksaan?

Tafsir Kemenag: Allah memperingatkan orang-orang kafir Mekah apakah mereka merasa lebih mulia dari kaum kafir sebelum mereka yang telah ditimpa hukuman Allah seperti kaum Nuh, kaum ‘Ad dan kaum Samud. Apakah mereka akan selamat dari azab Allah karena kekafiran mereka terhadap-Nya dan kedustaan mereka terhadap rasulNya.

Ataukah mereka benar mendapat jaminan tertulis dalam kitabkitab suci bahwa mereka merasa bebas dari azab Allah walaupun selalu kafir dan berbuat jahat. Jika keyakinan mereka itu benar perlu menunjukkan landasan kebenaran keyakinan mereka itu.

Tafsir Quraish Shihab: Apakah kalian, hai orang-orang kafir, lebih kuat dari kaum-kaum terdahulu yang telah dimusnahkan itu? Bahkan, apakah kalian mempunyai jaminan akan bebas dari siksaan Kami dalam kitab-kitab samawi yang telah diturunkan?

Surah Al-Qamar Ayat 44
أَمۡ يَقُولُونَ نَحۡنُ جَمِيعٌ مُّنتَصِرٌ

Terjemahan: Atau apakah mereka mengatakan: “Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang”.

Tafsir Jalalain: أَمۡ يَقُولُونَ (Atau apakah mereka mengatakan) yakni orang-orang kafir Quraisy, نَحۡنُ جَمِيعٌ (“Kami adalah suatu golongan yang bersatu) orang-orang yang bersatu dalam satu golongan مُّنتَصِرٌ (yang pasti menang”) atas Muhammad. Sewaktu Abu Jahal mengatakan dalam perang Badar, bahwa sesungguhnya kami adalah golongan yang bersatu yang pasti menang. Maka turunlah firman-Nya,.

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 19-20; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Ibnu Katsir: Setelah itu Allah Ta’ala berfirman seraya menceritakan tentang mereka: أَمۡ يَقُولُونَ نَحۡنُ جَمِيعٌ مُّنتَصِرٌ (“Atau apakah mereka mengatakan: ‘Kami adalah golongan yang bersatu dan pasti menang’”) maksudnya, mereka berkeyakinan bahwa mereka akan saling menolong sebagian dengan lainnya, dan bahwasannya kesatuan mereka sudah memadai untuk menolak pihak yang akan berbuat jahat kepada mereka.

Tafsir Kemenag: Allah masih melanjutkan pertanyaan apakah mereka merasa merupakan suatu kekuatan yang sangat kompak sehingga begitu kuatnya dan tidak mungkin dikalahkan. Abu Jahal berkata, pasukan mereka banyak dan kuat, mereka pasti akan menang (pada peristiwa Perang Badar). (.

Tafsir Quraish Shihab: Atau apakah orang-orang kafir itu mengatakan, “Kami adalah golongan yang bersatu yang pasti menang dan tidak terkalahkan oleh musuh?”

Surah Al-Qamar Ayat 45
سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ

Terjemahan: Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.

Tafsir Jalalain: سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ (“Golongan Itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang”) akhirnya mereka dikalahkan oleh Nabi Muhammad saw. dalam perang Badar, dan Nabi Muhammad saw. mendapat kemenangan yang gemilang atas mereka.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah Ta’ala berfirman: سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ (“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.”) maksudnya, kesatuan mereka akan terpecah-pecah dan merekapun kalah.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi saw. bersabda yang ketika itu beliau berada di kemahnya pada peristiwa perang Badr: “Aku menagih sumpah dan janji-Mu ya Allah, jika Engkau berkehendak, niscaya setelah hari ini Engkau tidak akan diibadahi di muka bumi ini untuk selamanya.”

Kemudian Abu Bakr memegang tangan beliau dan berkata: “Cukup ya Rasulallah. Engkau telah meminta dengan sangat kepada Rabbmu.” Maka beliaupun keluar sambil melompat dengan baju besi beliau seraya membaca firman-Nya: سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ (Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang).

Tafsir Kemenag: Allah menegaskan bahwa kesatuan mereka akan diceraiberaikan dan kekuatan mereka akan dipatahkan oleh pasukan Islam. Janji Allah itu terbukti dalam Perang Badar, dimana lebih dari 70 orang pemuka-pemuka mereka tewas dan sisanya lari terbirit-birit kembali ke Mekah.

Bukti tentang benarnya kenabian Muhammad saw, karena ayat ini turun di Mekah, sedang Nabi saw belum mempunyai pasukan, bahkan pengikut-pengikut Nabi terpencarpencar, diburu dan disiksa oleh orang-orang musyrik di mana saja mereka berada, ‘Umar bin al-Khaththab berkata,

“Ketika ayat itu turun saya tidak mengerti apa maksudnya. Tetapi pada Perang Badar, saya lihat Nabi saw memakai baju besi dan saya dengan beliau membaca ayat ini, ‘Golongan itu pasti akan dikalahkan, waktu itu barulah saya mengerti maksud ayat tersebut.”

Baca Juga:  Surah Al-Qamar Ayat 33-40; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Diriwayatkan oleh al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas bahwa Nabi saw berkata ketika beliau masih dalam kemah, pada hari Perang Badar: “Aku menagih pesan-Mu dan janji-Mu! Ya Allah, jika Engkau menghendaki (kekalahan kami) niscaya Engkau tidak akan disembah lagi sesudah hari ini”.

Lalu Abu Bakar memegang tangan Nabi dan berkata, “Cukup sudah ya Rasulullah! Engkau telah begitu mendesak Tuhanmu.”Lalu beliau keluar (dari kemah) melompat dengan memakai baju besi sambil membaca ayat ini. (Riwayat alBukhari)

Kemudian Allah menyatakan bahwa yang tersebut itu adalah azab dunia dan mereka akan menemui azab yang lebih hebat lagi pada hari Kiamat.

Tafsir Quraish Shihab: Golongan ini pasti akan terkalahkan. Mereka akan lari mundur ke belakang.

Surah Al-Qamar Ayat 46
بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ

Terjemahan: Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

Tafsir Jalalain: بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ (Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka) yaitu azab akan ditimpakan kepada mereka وَٱلسَّاعَةُ (dan kiamat itu) azab hari kiamat itu أَدۡهَىٰ (lebih dahsyat) lebih besar bencananya وَأَمَرُّ (lagi lebih pahit) jauh lebih pahit daripada azab di dunia.

Tafsir Ibnu Katsir: بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ (“Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dasyat dan lebih pahit.”) hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari dan an-Nasa-i di beberapa tempat dari hadits Khalid Ibnu Mihran al-Hadza’.

Tafsir Kemenag: Peperangan tersebut adalah azab yang akan mereka rasakan di dunia, berupa kekalahan, dibunuh atau ditawan tetapi mereka masih akan menerima azab lain yang lebih dahsyat, yaitu azab neraka di akhirat. Azab akhirat itu lebih hebat dan berlangsung kekal dan kuat selama-lamanya.

Tafsir Quraish Shihab: Hari kiamat adalah saat penyiksaan mereka. Dan hari kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit lagi.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Qamar Ayat 41-46 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG