Surah Al-Waqiah Ayat 57-62; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Al-Waqiah Ayat 57-62

Pecihitam.org – Kandungan Surah Al-Waqiah Ayat 57-62 ini, menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia itu mengetahui bahwa Allah-lah yang menciptakan mereka dari semula dari sejak tidak ada, dan tidak pernah menjadi sebutan sebelumnya.

Cobalah mereka pikirkan dan renungkan bahwa Allah yang Mahakuasa menciptakan mereka pada penciptaan yang pertama, tentunya Ia Mahakuasa menciptakan mereka lagi pada penciptaan yang kedua, yakni bahwa Allah Mahakuasa menghidupkan mereka dari tulang-belulang, yang sekian lamanya berada di alam kubur, Allah Mahakuasa untuk menghidupkan kembali seperti keadaan sebelum mati.

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Al-Waqiah Ayat 57-62

Surah Al-Waqiah Ayat 57
نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ فَلَوۡلَا تُصَدِّقُونَ

Terjemahan: Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan?

Tafsir Jalalain: نَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ (Kami telah menciptakan kalian) dari tiada فَلَوۡلَا (maka mengapa tidak) kenapa tidak تُصَدِّقُونَ (kalian membenarkan) atau mempercayai adanya hari berbangkit, karena sesungguhnya Allah yang mampu menciptakan mereka. Dia mampu pula untuk menghidupkan mereka kembali.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah berfirman seraya menetapkan hari kebangkitan sekaligus membantah para pendusta dari kalangan orang-orang yang sesat dan atheis, yakni dari kalangan orang-orang yang mengatakan: (“Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?”) (ash-Shaaffaat: 16)

Ucapan mereka itu sebagai bentuk pendusataan dan pengingkaran, maka Allah berfirman: َنَحۡنُ خَلَقۡنَٰكُمۡ (“Kami telah menciptakanmu”) maksudnya Kami telah memulai penciptaan kalian setelah sebelumnya kalian sama sekali tidak berwujud sesuatu pun. Bukankah Rabb yang mampu melakukan permulaan mampu pula melakukan pengulangan?”

Oleh karena itu Allah berfirman: فَلَوۡلَا تُصَدِّقُونَ (“Maka mengapa kamu tidak membenarkan?”) maksudnya mengepa kalian tidak membenarkan hari kebangkitan?

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini Allah menciptakan manusia dari tidak ada sama sekali. Bukankah hal tersebut suatu dalil yang tidak dapat dibantah lagi tentang kekuasaan Allah? Dan hal tersebut bukankah suatu dalil yang kuat bahwa Allah Mahakuasa untuk menghidupkan kembali manusia dari kuburnya setelah ia mati, dan hancur tulangbelulangnya?

Hal tersebut adalah suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah lagi tentang adanya hari Kiamat, hari kebangkitan manusia dari dalam kuburnya; dan hal tersebut adalah merupakan penolakan atas anggapan orang-orang kafir dan orang-orang yang tidak mempercayai adanya hari Kiamat, yang ucapan mereka digambarkan pada ayat lain: Dan mereka berkata, “Apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali? (al-Waqi’ah/56: 47).

Tafsir Quraish Shihab: Kami mulai penciptaan kalian dari tidak ada. Lalu mengapa kalian tidak mengakui kekuasaan Kami dalam membangkitkan kalian?

Surah Al-Waqiah Ayat 58
فأَفَرَءَيۡتُم مَّا تُمۡنُونَ

Terjemahan: Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.

Tafsir Jalalain: فأَفَرَءَيۡتُم مَّا تُمۡنُونَ (Maka terangkanlah kepada-Ku nuthfah yang kalian tumpahkan) yakni air mani yang kalian tumpahkan ke dalam rahim wanita.

Tafsir Ibnu Katsir: فأَفَرَءَيۡتُم مَّا تُمۡنُونَ (Maka terangkanlah kepada-Ku nuthfah yang kalian tumpahkan) yakni air mani yang kalian tumpahkan ke dalam rahim wanita.

Tafsir Kemenag: Allah menekankan lagi berupa pertanyaan bagaimana orang kafir dapat memproses kejadian air mani (sperma) yang dipancarkan ke dalam rahim? Merekakah yang memproses air mani itu menjadi manusia yaitu tubuh yang lengkap dengan badan, kepala, kaki dan tangan, yang dilengkapi pula dengan mata, hidung, mulut dan telinga ataukah Allah yang menciptakannya? Pastilah orang kafir tidak dapat menjawab kecuali mengakui bahwa sebenarnya Allah yang menyebabkan air mani tersebut menjadi manusia, dan Allah pula yang menentukan apakah air mani tersebut menjadi manusia pria atau wanita; demikian pula, hanya Allah sajalah yang menetapkan berapa umur manusia tersebut.

Baca Juga:  Surah Al-Qashash Ayat 85-88; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Bukankah Allah yang berkuasa menciptakan manusia pertama kalinya, juga Mahakuasa menghidupkannya kembali sesudah matinya, dengan membangkitkannya pada hari Kiamat untuk menerima balasan yang paling sempurna.

Tafsir Quraish Shihab: Apakah kalian melihat air mani yang kalian pancarkan ke dalam rahim? Apakah kalian yang memberikan ukurannya dan menghantarkannya dalam beberapa fase hingga menjadi manusia, ataukah Kami yang menciptakannya?

Surah Al-Waqiah Ayat 59
ءَأَنتُمۡ تَخۡلُقُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡخَٰلِقُونٍَ

Terjemahan: Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?

Tafsir Jalalain: ءَأَنتُمۡ (Kamukah) dapat dibaca Tahqiq dan dapat pula dibaca Tas-hil تَخۡلُقُونَهُۥٓ (yang menciptakannya) yakni air mani itu kemudian menjadi manusia أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡخَٰلِقُونَ (atau Kami kah yang menciptakannya?).

Tafsir Ibnu Katsir: ءَأَنتُمۡ تَخۡلُقُونَهُۥٓ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡخَٰلِقُونَ (“Maka terangkanlah kepada-Ku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakan atau Kami kah yang menciptakannya?”) maksudnya, apakah kalian yang mengokohkan dan menciptakannya di dalam rahim ataukah Allah yang telah menciptakannya?”

Tafsir Kemenag: Allah menekankan lagi berupa pertanyaan bagaimana orang kafir dapat memproses kejadian air mani (sperma) yang dipancarkan ke dalam rahim? Merekakah yang memproses air mani itu menjadi manusia yaitu tubuh yang lengkap dengan badan, kepala, kaki dan tangan, yang dilengkapi pula dengan mata, hidung, mulut dan telinga ataukah Allah yang menciptakannya? Pastilah orang kafir tidak dapat menjawab kecuali mengakui bahwa sebenarnya Allah yang menyebabkan air mani tersebut menjadi manusia, dan Allah pula yang menentukan apakah air mani tersebut menjadi manusia pria atau wanita; demikian pula, hanya Allah sajalah yang menetapkan berapa umur manusia tersebut.

Bukankah Allah yang berkuasa menciptakan manusia pertama kalinya, juga Mahakuasa menghidupkannya kembali sesudah matinya, dengan membangkitkannya pada hari Kiamat untuk menerima balasan yang paling sempurna.

Tafsir Quraish Shihab: Apakah kalian melihat air mani yang kalian pancarkan ke dalam rahim? Apakah kalian yang memberikan ukurannya dan menghantarkannya dalam beberapa fase hingga menjadi manusia, ataukah Kami yang menciptakannya?

Surah Al-Waqiah Ayat 60
نَحۡنُ قَدَّرۡنَا بَيۡنَكُمُ ٱلۡمَوۡتَ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ

Terjemahan: “Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan,

Tafsir Jalalain: نَحۡنُ قَدَّرۡنَا (Kami telah menentukan) dapat dibaca Qaddarnaa atau Qadarnaa بَيۡنَكُمُ ٱلۡمَوۡتَ وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ (kematian di antara kalian dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan) dibuat tak berdaya.

Tafsir Ibnu Katsir: Setelah itu Allah berfirman: نَحۡنُ قَدَّرۡنَا بَيۡنَكُمُ ٱلۡمَوۡتَ (“Kami telah menentukan kematian di antara kamu.”) maksudnya Kami telah mengendalikannya di antara kalian. Adh-Dhahhak mengatakan: “Artinya, Dia telah memberlakukannya bagi penghuni bumi maupun penghuni langit.”

Baca Juga:  Surah Al-Waqiah Ayat 63-74; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

وَمَا نَحۡنُ بِمَسۡبُوقِينَ (“Dan Kami sekali-sekali tidak dapat dikalahkan”)

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan, bahwa sesungguhnya Allah menentukan kematian manusia, dan bahkan Ia telah menetapkan waktu tertentu bagi kematian setiap manusia, yang semuanya itu ditentukan dan ditetapkan menurut kehendak-Nya, suatu hal yang mengandung hikmah dan kebijaksanaan yang tidak dapat diketahui oleh manusia.

Ketentuan dan ketetapan Allah dalam menciptakan atau mematikan seseorang tidaklah dapat dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh siapa pun. Demikian juga Allah Mahakuasa untuk menggantikan suatu umat dengan umat lain yang serupa dan Mahakuasa melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh manusia, antara lain membangkitkan manusia kembali dari kuburnya, manusia tidak dapat mengetahui kapan terjadinya.

Tafsir Quraish Shihab: Kami telah menentukan kematian di antara kalian. Kematian itu akan terjadi pada waktu yang telah ditentukan. Tidak ada yang mengalahkan Kami untuk menggantikan bentuk kalian dengan yang lain. Dan kelak Kami akan menciptakan kalian kembali dalam bentuk yang tidak kalian ketahui.

Surah Al-Waqiah Ayat 61
عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمۡثَٰلَكُمۡ وَنُنشِئَكُمۡ فِى مَا لَا تَعۡلَمُونَ

Terjemahan: untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

Tafsir Jalalain: عَلَىٰٓ أَن (Untuk) maksudnya, supaya Kami نُّبَدِّلَ (menggantikan) menjadikan أَمۡثَٰلَكُمۡ (orang-orang yang seperti kalian) sebagai pengganti dari kalian وَنُنشِئَكُمۡ (dan menciptakan kalian kelak) di akhirat فِى مَا لَا تَعۡلَمُونَ (dalam keadaan yang tidak kalian ketahui) maksudnya, dalam bentuk yang belum kalian ketahui, seperti dalam bentuk kera atau babi, umpamanya.

Tafsir Ibnu Katsir: عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ أَمۡثَٰلَكُمۡ (“Untuk menggantikanmu dengan orang-orang sepertimu.”) maksudnya, merubah ciptaan kalian pada hari kiamat kelak. وَنُنشِئَكُمۡ فِى مَا لَا تَعۡلَمُونَ (“Dan menciptakanmu kelah [di akhirat] dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.”) dari berbagai sifat dan keadaan.

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan, bahwa sesungguhnya Allah menentukan kematian manusia, dan bahkan Ia telah menetapkan waktu tertentu bagi kematian setiap manusia, yang semuanya itu ditentukan dan ditetapkan menurut kehendak-Nya, suatu hal yang mengandung hikmah dan kebijaksanaan yang tidak dapat diketahui oleh manusia.

Ketentuan dan ketetapan Allah dalam menciptakan atau mematikan seseorang tidaklah dapat dipengaruhi atau dihalang-halangi oleh siapa pun. Demikian juga Allah Mahakuasa untuk menggantikan suatu umat dengan umat lain yang serupa dan Mahakuasa melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh manusia, antara lain membangkitkan manusia kembali dari kuburnya, manusia tidak dapat mengetahui kapan terjadinya.

Tafsir Quraish Shihab: Kami telah menentukan kematian di antara kalian. Kematian itu akan terjadi pada waktu yang telah ditentukan. Tidak ada yang mengalahkan Kami untuk menggantikan bentuk kalian dengan yang lain. Dan kelak Kami akan menciptakan kalian kembali dalam bentuk yang tidak kalian ketahui.

Surah Al-Waqiah Ayat 62
وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ

Terjemahan: “”Dan Sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?

Baca Juga:  Surah Ibrahim Ayat 38-41; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Tafsir Jalalain: وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ (Dan sesungguhnya kalian telah mengetahui penciptaan yang pertama) menurut suatu qiraat lafal An Nasyata boleh dibaca An-Nasyaata فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ (maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?) lafal Tadzakkaruuna asalnya adalah Tatadzakkaruuna, lalu huruf Ta yang kedua diidgamkan kepada huruf Dzal.

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَقَدۡ عَلِمۡتُمُ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُولَىٰ فَلَوۡلَا تَذَكَّرُونَ (“Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran [untuk penciptaan kedua]?”) maksudnya kalian telah mengetahui bahwa Allah telah menciptakan kalian setelah sebelumnya kalian sama sekali tidak pernah ada dan tidak pernah disebut.

Lalu Dia menciptakan kalian, memberi pendengaran, penglihatan dan hati kepada kaian semua. Lalu mengapa kalian tidak mengambil pelajaran? Dan kalian juga mengetahui bahwa Rabb telah mampu memulai penciptaan itu pasti mampu juga melakukan penciptaan yang lain, yaitu pengulangan, dan sudah pasti hal itu lebih mudah dan lebih ringan. Sebagaimana Dia telah berfirman:(“Dia lah yang telah memulai penciptaan, kemudian Dia akan mengulanginya lagi dan itu adalah lebih mudah bagi-Nya.”) (ar-Ruum: 27)

Tafsir Kemenag: Ayat ini menjelaskan bahwa sesungguhnya manusia itu mengetahui bahwa Allah-lah yang menciptakan mereka dari semula dari sejak tidak ada, dan tidak pernah menjadi sebutan sebelumnya. Cobalah mereka pikirkan dan renungkan bahwa Allah yang Mahakuasa menciptakan mereka pada penciptaan yang pertama, tentunya Ia Mahakuasa menciptakan mereka lagi pada penciptaan yang kedua, yakni bahwa Allah Mahakuasa menghidupkan mereka dari tulang-belulang, yang sekian lamanya berada di alam kubur,

Allah Mahakuasa untuk menghidupkan kembali seperti keadaan sebelum mati. Bahkan dinyatakan dalam ayat lain bahwa menghidupkan orang yang telah mati dari kuburnya itu lebih mudah daripada menciptakannya pada pertama kali, sebagaimana firman-Nya: Dan Dialah yang memulai penciptaan, kemudian mengulanginya kembali, dan itu lebih mudah bagi-Nya. (ar-Rum/30: 27).

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bagaimana Allah memulai penciptaan (makhluk), kemudian Dia mengulanginya (kembali). Sungguh, yang demikian itu mudah bagi Allah. Katakanlah, “Berjalanlah di bumi, maka perhatikanlah bagaimana (Allah) memulai penciptaan (makhluk), kemudian Allah menjadikan kejadian yang akhir. Sungguh, Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. (al-‘Ankabut/29: 19-20).

Tafsir Quraish Shihab: Kalian telah meyakini bahwa Allahlah yang menciptakan kalian pertama kali. Maka, apakah kalian tidak ingat bahwa barangsiapa yang kuasa menciptakan yang pertama, maka Dia lebih kuasa untuk menciptakan yang kedua.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama kandungan Surah Al-Waqiah Ayat 57-62 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG