Surah An Nisa Ayat 58; Seri Tadabbur Al Qur’an

An Nisa Ayat 58

Pecihitam.org – Surah An Nisa Ayat 58 ini menjelaskan tentang amanah dan menetapkan perkara diantara manusia dengan cara yang adil. Para mufassir juga banyak mengaitkanya dengan masalah pemerintahan atau urusan negara.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Seri Tadabbur Al Qur’an Surah An Nisa Ayat 58 ini akan kembali merujuk pada Kitab Tafsir Ibnu Katsir.

Allah SWT berfirman

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا

Artinya: Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

Penjelasan Surah An Nisa Ayat 58

Allah mengabarkan, bahwa Dia memerintahkan untuk menunaikan amanah kepada ahlinya. Di dalam hadits al-Hasan dari Samurah, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Tunaikanlah amanah kepada yang memberikan amanah dan jangan khianati orang yang berkhianat kepadamu.” (HR. Ahmad dan Ahlus Sunan).

Baca Juga:  Surah Al-An'am Ayat 141-142; Seri Tadabbur Al Qur'an

Hal itu mencakup seluruh amanah yang wajib bagi manusia, berupa hak-hak Allah terhadap para hamba-Nya, seperti shalat, zakat, puasa, kafarat, nadzar dan selain dari itu, yang kesemuanya adalah amanah yang diberikan tanpa pengawasan hamba-Nya yang lain.

Serta amanah yang berupa hak-hak sebagian hamba dengan hamba lainnya, seperti titipan dan selanjutnya, yang kesemuanya adalah amanah yang dilakukan tanpa pengawasan saksi.

Itulah yang diperintahkan oleh Allah untuk ditunaikan. Barangsiapa yang tidak melakukannya di dunia ini, maka akan dimintai pertanggunganjawabnya dihari Kiamat, sebagaimana yang terdapat di dalam hadits shahih bahwasanya Rasulullah saw. bersabda:

“Sungguh, kamu akan tunaikan hak kepada ahlinya, hingga akan diqishas untuk (pembalasan) seekor kambing yang tidak bertanduk terhadap kambing yang bertanduk.”

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Juraij, ia berkata, bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan Utsman bin Thalhah di saat Rasulullah saw. mengambil kunci Ka’bah darinya, lalu beliau masuk ke dalam Baitullah pada Fathu Makkah.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Ayat 29-30; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Di saat beliau keluar, beliau membaca ayat ini: إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا (“Sesungguhnya Allah memerintahkan kamu untuk menunaikan amanat kepada ahlinya,”) lalu beliau memanggil Utsman dan menyerahkan kunci itu kembali.

Di antara yang masyhur dalam masalah ini adalah bahwa ayat ini baik turun berkenaan dengan peristiwa tersebut atau tidak, yang pasti hukumnya tetap berlaku umum. Untuk itu, Ibnu Abbas dan Muhammad bin al-Hanafiyah berkata: “Hukumnya untuk orang yang baik dan yang zhalim. Yaitu perintah untuk setiap orang.”

Firman Allah: وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ (“Dan [menyuruhkamu] apabila menetapkan hukum di antara manusia, supaya kamu menetapkan dengan adil.”) Adalah perintah dari-Nya untuk menetapkan hukum di antara manusia dengan adil. Untuk itu Muhammad bin Ka’ab, Zaid bin Aslam Syahr bin Hausyab berkata: “Sesungguhnya ayat ini diturunkan untuk umara, yaitu para pemutus hukum di antara manusia.”

Firman-Nya: إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ (“Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-sebaiknya kepadamu.”) Artinya, Allah perintahkan kalian untuk menunaikan amanah, menetapkan hukum di antara manusia dengan adil dan hal lainnya, yang mencakup perintah-perintah dan syari’at-syari’at-Nya yang sempurna, agung dan lengkap.

Baca Juga:  Adakah Nilai Kebenaran dalam Tafsir al-Quran? Pahami Teori Berikut Untuk Memahaminya

Kemudian firman-Nya: إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا (“Sesungguhnya Allah Mahamendengar lagi Mahamelihat.”) Yaitu, mendengar seluruh perkataan kalian dan melihat seluruh perbuatan kalian. Sebagaimana Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari ‘Uqbah bin ‘Amir, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah membaca ayat ini: samii’am bashiiran (“Maha mendengar lagi Maha melihat.”) beliau bersabda: “(Allah) Mahamelihat segala sesuatu.”

Demikian penjelasan seputar Surah An Nisa Ayat 58. Semoga bermanfaat

M Resky S