Surah An Nisa Ayat 88-91; Seri Tadabbur Al Qur’an

An Nisa Ayat 88-91

Pecihitam.org – Surah An Nisa Ayat 88-91 menjelaskan di mana Allah SWT mengingkari orang-orang mukmin yang dalam perselisihan mereka mengenai kaum munafikun yang terpecah menjadi dua pendapat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Berkenaan dengan Surah An Nisa Ayat 88-91 ini, Imam Ahmad meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit, bahwa Nabi Muhammad SAW berangkat ke medan perang Uhud, namun ada orang-orang kembali, yang tadinya ikut berangkat bersamanya. Berkenaan dengan mereka itu, Sahabat Rasulullah terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama berkata: “Kita bunuh mereka” sedangkan kelompok lainnya berkata: “Tidak perlu, mereka adalah orang-orang mukmin”

Terjemahan dan Tafsir
Surah An Nisa Ayat 88-91

Surah An Nisa Ayat 88
فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا ۚ أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا

Terjemahan: Maka mengapa kalian (terpecah) menjadi dua golongan dalam (menghadapi) orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, dikarena usaha mereka sendiri? Apakah kalian bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) kepadanya.

Penjelasan: فَمَا لَكُمْ فِي الْمُنَافِقِينَ فِئَتَيْنِ (Maka mengapa kalian [terpecah] menjadi dua golongan dalam [menghadapi] orang-orang munafik”). Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya ia (Madinah) itu adalah kebaikan. Ia akan membersihkan keburukan sebagaimana alat peniup api pandai besi membersihkan kotoran besi.” (Ash-Shahihain).

وَاللَّهُ أَرْكَسَهُمْ بِمَا كَسَبُوا (Padalah Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran disebabkan usaha mereka sendiri) Yakni, mengembalikan mereka dan menjatuhkan mereka kembali dalam kesesatan dan kesalahan.

Ibnu Abbas berkata: أَرْكَسَهُمْ; adalah menjerumuskan mereka. Qatadah mengatakana: “Membinasakan mereka”, sedangkan as-Suddi mengatakan: “Menyesatkan mereka”

بِمَا كَسَبُوا; yakni dengan karena kemaksiatan dan penentangan mereka terhadap Rasul serta ikutnya mereka kepada kebathilan.

أَتُرِيدُونَ أَنْ تَهْدُوا مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ ۖ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَلَنْ تَجِدَ لَهُ سَبِيلًا (Apakah kalian bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan [untuk memberi petunjuk] kepadanya) Maksudnya adalah tidak ada jalan bagi mereka menuju hidayah serta tidak ada jalan keluar (dari kesesatan) kepada mereka (hidayah).

Surah An Nisa Ayat 89
وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً ۖ فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ ۖ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا

Baca Juga:  Surah An-Nisa Ayat 137-140; Seri Tadabbur Al Qur'an

Terjemahan: Mereka ingin supaya engkau menjadi kafir sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu engkau menjadi sama (dengan mereka). Maka janganlah engkau jadikan di antara mereka penolong-penolong(mu), hingga mereka berhijrah di jalan Allah. Maka jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan (pula) menjadi penolong,

Penjelasan: وَدُّوا لَوْ تَكْفُرُونَ كَمَا كَفَرُوا فَتَكُونُونَ سَوَاءً (Mereka ingin supaya engkau menjadi kafir, sebagaimana mereka telah menjadi kafir, lalu engkau menjadi sama [dengan mereka]”) Maksudnya, mereka inginkan kesesatan untuk kalian, agar kalian sama dengan mereka yang berada dalam kesesatan.

Maka dari itu Allah SWT berfirman: فَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ أَوْلِيَاءَ حَتَّىٰ يُهَاجِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ فَإِنْ تَوَلَّوْا (“Maka janganlah engkau jadikan di antara mereka penolong-penolongmu, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Maka jika mereka berpaling”) Yakni mereka meninggalkan hijrah seperti yang dikatakan oleh al-‘Aufi dari Ibnu Abbas.

Sedangkan as-Suddi mengatakan bahwa, mereka menampakkan kekafiran mereka; فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ وَجَدْتُمُوهُمْ ۖ وَلَا تَتَّخِذُوا مِنْهُمْ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا (Tawanlah dan bunuhlah mereka di mana saja engkau menemuinya dan janganlah engkau jadikan seorang pun di antara mereka menjadi pelindung dan jangan [pula] menjadi penolong) Artinya, janganlah kalian berpihak dan meminta tolong kepada mereka musuh-musuh Allah, selama mereka masih bersikap demikian.

Surah An Nisa Ayat 90
إِلَّا الَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ أَوْ جَاءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ أَنْ يُقَاتِلُوكُمْ أَوْ يُقَاتِلُوا قَوْمَهُمْ ۚ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ ۚ فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا

Terjemahan: kecuali orang-orang yang meminta perlindungan kepada sesuatu kaum, yang antara kamu dan kaum itu telah ada perjanjian (damai) atau orang-orang yang datang kepada kamu sedang hati mereka merasa keberatan untuk memerangi kamu dan memerangi kaumnya. Kalau Allah menghendaki, tentu Dia memberi kekuasaan kepada mereka terhadap kamu, lalu pastilah mereka memerangimu. tetapi jika mereka membiarkan kamu, dan tidak memerangi kamu serta mengemukakan perdamaian kepadamu maka Allah tidak memberi jalan bagimu (untuk menawan dan membunuh) mereka.

Baca Juga:  Surah An Nisa Ayat 82-83; Seri Tadabbur Al Qur'an

Penjelasan: Dan Allah SWT mengecualikan di antara mereka dengan firman-Nya: إِلَّا الَّذِينَ يَصِلُونَ إِلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِيثَاقٌ yang maksudnya adalah kecuali orang-orang yang berlindung atau meminta bantuan atas suatu kaum yang di antara kalian dan mereka ada perjanjian damai, atau akad dzimmah, maka hukumnya sama dengan hukum kaum tersebut. Ini pendapat as-Suddi, Ibnu Zaid, dan Ibnu Jarir. Dan pendapat ini lebih sesuai dengan konteks pembicaraan.

Di dalam kitab Shahih Bukhari mengenai kisah perjanjian Hudaibiyah, terdapat orang yang senang masuk dalam perjanjian damai Quraisy, dan ada pula yang senang masuk dalam perjanjian damai Muhammad dan para Sahabatnya.

أَوْ جَاءُوكُمْ حَصِرَتْ صُدُورُهُمْ Mereka adalah kaum lain yang dikecualikan dari perintah untuk diperangi. Yaitu orang-orang yang datang ke dalam barisan dalam kondisi sempit dada dan marah jika kalian diperangi. Akan tetapi, mereka pun tidak mudah bergabung bersama kalian untuk memerangi kaum mereka sendiri. Karena Mereka tidak berada di pihak kalian juga tidak di pihak mereka,

وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَسَلَّطَهُمْ عَلَيْكُمْ فَلَقَاتَلُوكُمْ Yakni di antara kasih sayang Allah kepada kalian adalah ditahannya mereka dari kalian. فَإِنِ اعْتَزَلُوكُمْ فَلَمْ يُقَاتِلُوكُمْ وَأَلْقَوْا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ (Tetapi jika mereka membiarkan kalian, dan tidak memerangi kalian serta mengemukakan perdamaian kepada kalian) yakni, menyerah.

فَمَا جَعَلَ اللَّهُ لَكُمْ عَلَيْهِمْ سَبِيلًا Maksudnya, tidak boleh bagi kalian memerangi mereka, selama mereka berada dalam keadaan tersebut. Mereka seperti sekelompok orang dari Bani Hasyim yang keluar pada perang Badar bersama orang-orang musyrik. Lalu mereka bertempur, padahal mereka membencinya, seperti Abbas dan lain-lain. Untuk itu, Rasulullah pada waktu itu melarang untuk membunuh Abbas, dan memerintahkan untuk menawannya.

Surah An Nisa Ayat 91
سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَا ۚ فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ ۚ وَأُولَٰئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُبِينًا

Terjemahan: Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 1-2; Seri Tadabbur Al Qur'an

Penjelasan: سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَنْ يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُوا قَوْمَهُمْ Artinya Mereka sama dengan yang disebutkan sebelum mereka, akan tetapi niat mereka bukan seperti niat mereka tadi. Karena mereka adalah orang-orang munafik yang menampakkan Islam kepada Nabi dan para Sahabatnya, agar mereka memperoleh keamanan atas darah, harta dan keturunan mereka. Dan mereka berbuat seperti perbuatan orang kafir dalam batin mereka, beribadah bersama apa saja yang diibadahi mereka, agar mereka aman di kalangan mereka (orang-orang kafir). Sesungguhnya dalam batin mereka bersama orang-orang kafir.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Baqarah: 14: “Dan bila mereka kembali kepada syetan-syetan mereka, mereka mengatakan: Sesungguhnya kami sependirian denganmu” Dan di sini Allah berfirman: كُلَّ مَا رُدُّوا إِلَى الْفِتْنَةِ أُرْكِسُوا فِيهَا Yang maknanya adalah mereka bergelimang di dalamnya. As-Suddi berkata: “Fitnah di sini adalah syirik.”

فَإِنْ لَمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُوا إِلَيْكُمُ السَّلَمَ Dimaknai bahwa Perjanjian menghentikan perang dan perdamaian; وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ (Serta tidak menahan tangan mereka) Yakni dari memerangimu; فَخُذُوهُمْ (Maka ambillah mereka) Sebagai tawanan; وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ (Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemui mereka) Yaitu di mana saja kalian menjumpai mereka.

وَأُولَٰئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُبِينًا (Dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata [untuk menawan dan membunuh] mereka.”) Yaitu jelas dan terang.

Alhamdulillah telah sama-sama kita Tadabburi Al Qur’an Surah An Nisa Ayat 88-91 dengan merujuk pada Tafsir Ibnu Katsir. Semoga bermanfaat dunia dan akhirat.

M Resky S