Surah Ar-Rum Ayat 46-47; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an

Surah Ar-Rum Ayat 46-47

Pecihitam.org – Kandungan Surah Ar-Rum Ayat 46-47 ini, menjelaskan tanda kemahakuasaan Allah adalah angin yang memberikan manfaat besar kepada manusia dalam empat hal: sebagai berita baik, membawa rahmat, kepentingan pelayaran, dan untuk memperoleh karunia Allah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an Surah Ar-Rum Ayat 46-47

Surah Ar-Rum Ayat 46
وَمِنْ آيَاتِهِ أَن يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِ وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Terjemahan: “Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya dan (juga) supaya kamu dapat mencari karunia-Nya; mudah-mudahn kamu bersyukur.

Tafsir Jalalain: وَمِنْ آيَاتِهِ (Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya) yang menunjukkan akan kekuasaan Allah swt. أَن يُرْسِلَ الرِّيَاحَ مُبَشِّرَاتٍ (ialah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira) membawa berita gembira buat kalian mengenai akan turunnya hujan وَلِيُذِيقَكُم (dan untuk merasakan kepada kalian) melalui angin itu مِّن رَّحْمَتِهِ (sebagian dari rahmat-Nya) berupa hujan dan kesuburan sesudahnya,

وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ (dan supaya kapal dapat berlayar) berkat adanya angin itu بِأَمْرِهِ (dengan perintah-Nya) berdasarkan kehendak-Nya وَلِتَبْتَغُوا (dan juga supaya kalian dapat mencari) berupaya mencari مِن فَضْلِهِ (karunia-Nya) rezeki dari-Nya dengan cara berdagang melalui jalan laut وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (mudah-mudahan kalian bersyukur) atas adanya nikmat ini, hai penduduk Mekah, oleh karenanya kalian mengesakan-Nya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah menceritakan nikmat-nikmat-Nya kepada para makhluk, yaitu dikirimnya angin sebagai pembawa berita dari Pemilik rahmat dengan datangnya hujan setelah itu. Untuk itu Allah berfirman: وَلِيُذِيقَكُم مِّن رَّحْمَتِهِ (“Dan untuk merasakan kepadamu sebagian dari rahmat-Nya.”) yaitu hujan yang diturunkan-Nya, sehingga dengan air itu para hamba dan negeri-negeri jadi hidup.

وَلِتَجْرِيَ الْفُلْكُ بِأَمْرِهِ (“dan supaya kapal dapat berlayar dengan perintah-Nya.”) di lautan. Kapal itu dilayarkan melalui perantaraan hembusan angin. وَلِتَبْتَغُوا مِن فَضْلِهِ (“Dan [juga] supaya kamu dapat mencari karunia-Nya.”) di dalam perdagangan, mencari nafkah serta melakukan perjalanan dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain.

وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (“Mudah-mudahan kamu bersyukur.”) yaitu bersyukur kepada Allah atas segala nikmat yang dilimpahkan kepada kalian, baik berupa nikmat-nikmat lahir maupun nikmat-nikmat bathin yang tidak dapat dihitung dan dicatat.

Tafsir Kemenag: Dalam ayat ini disampaikan bahwa di antara tanda kemahakuasaan Allah adalah angin yang memberikan manfaat besar kepada manusia dalam empat hal: sebagai berita baik, membawa rahmat, kepentingan pelayaran, dan untuk memperoleh karunia Allah.

Baca Juga:  Surah Ar-Rum Ayat 33-37; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Angin merupakan pendahuluan atau pertanda akan datangnya hujan. Hal itu karena angin membentuk awan. Ketika awan itu semakin padat dan mendingin, ia berubah menjadi butir-butir air, lalu turun berupa hujan. Dengan demikian, angin membawa berita gembira bagi manusia, yaitu kemungkinan turunnya hujan.

Dengan hujan itu, Allah ingin merasakan rahmat-Nya kepada manusia. Dengan hujan tersedialah air yang merupakan sumber kehidupan, baik bagi tanaman, hewan, maupun manusia sendiri. Merupakan suatu adagium dalam ilmu pengetahuan bahwa ada air berarti ada kehidupan, tidak ada air berarti tidak ada kehidupan. Karena ada air, tanaman dan hewan?yang merupakan makanan pokok manusia?bisa hidup. Karena ada air juga pertanian dan peternakan dapat dikembangkan.

Oleh karena itu, manusia perlu memelihara sumber air dan mengelola air hujan dengan baik agar tidak sampai terbuang percuma ke laut. Kegunaan lain angin yang disebutkan dalam ayat ini adalah untuk pelayaran.

Pada era kapal layar sampai era kapal mesin bahkan sampai era kapal bertenaga nuklir sekarang sekalipun, cuaca dan angin masih merupakan faktor yang menentukan atau berpengaruh dalam kesuksesan pelayaran. Angin bertiup atas perintah Allah, dalam artian berdasar hukum-hukum yang ditentukan-Nya.

Oleh karena itu, manusia perlu mengembangkan ilmu meteorologi yang mempelajari angin, cuaca, dan sebagainya agar pelayaran lancar dan maju. Kegunaan lebih lanjut angin adalah untuk mencari karunia Allah. Oleh karena itu, perlu dikembangkan berbagai teknologi pemanfaatan angin selain untuk pertanian, peternakan, dan pelayaran di atas.

Sekarang ini, yang sedang dikembangkan manusia adalah memanfaatkan angin sebagai sumber energi, misalnya untuk pembangkit tenaga listrik, menggerakkan mesin, dan sebagainya. Oleh karena itu, ilmu meteorologi perlu diperkuat agar bermanfaat bagi pertanian, peternakan, pelayaran, energi, perindustrian, dan kegiatan perekonomian lainnya.

Dengan berkembangnya kegiatan perekonomian, maka kesejahteraan akan meningkat. Keberadaan angin beserta hukum-hukumnya yang diciptakan Allah untuk kesejahteraan manusia, hendaknya disyukurinya. Mereka hendaknya mengakui adanya Allah, mengimani-Nya, mengakui rezeki itu karunia-Nya, menggunakan rezeki sesuai kehendak-Nya, dan taat beribadah menyembah-Nya.

Bila manusia bersyukur, maka hal itu untuk dirinya sendiri, sebagaimana dinyatakan ayat berikut: Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Lukman, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah! Dan barang siapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barang siapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya, Maha Terpuji.” (Luqman/31: 12)

Baca Juga:  Surah Al-Ahzab Ayat 37; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Bagi orang-orang yang mensyukuri nikmat-Nya, maka Allah akan menambah lagi nikmat-Nya kepada mereka, sebagaimana dinyatakan ayat berikut: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (Ibrahim/14: 7).

Tafsir Quraish Shihab: Di antara tanda-tanda kekuasaan Allah dan kasih sayang-Nya adalah bahwa Dia mengirimkan angin sebagai pemberi kabar gembira berupa turunnya hujan yang akan menyirami kalian dan untuk memberikan kepada kalian berbagai manfaat dari keluasan nikmat-Nya, yaitu dengan menumbuhkan segala macam tumbuhan dengan hujan itu. Juga agar bahtera dapat berlayar di air dengan perintah dan kekuasaan-Nya.

Selain itu, juga agar kalian dapat mencari rezeki dari karunia-Nya dengan berdagang dan mempergunakan apa-apa yang ada di darat dan di laut. Serta agar kalian bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya dengan cara taat dan beribadah kepada-Nya semata.

Surah Ar-Rum Ayat 47
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَانتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ

Terjemahan: “Dan Sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan (yang cukup), lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa. Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.

Tafsir Jalalain: وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُ (Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelum kamu beberapa orang rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan yang jelas) hujah-hujah yang jelas yang membenarkan kerasulan mereka terhadap kaumnya, akan tetapi mereka mendustakannya بِالْبَيِّنَاتِ فَانتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا (lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.) Kami binasakan orang-orang yang mendustakan para rasul-Nya.

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ (Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman) atas orang-orang kafir, yaitu dengan membinasakan orang-orang kafir dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.

Tafsir Ibnu Katsir: وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ رُسُلًا إِلَى قَوْمِهِمْ فَجَاءُوهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَانتَقَمْنَا مِنَ الَّذِينَ أَجْرَمُوا (“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus sebelummu beberapa orang Rasul kepada kaumnya, mereka datang kepadanya dengan membawa keterangan-keterangan [yang cukup], lalu Kami melakukan pembalasan terhadap orang-orang yang berdosa.”)

Baca Juga:  Surah An-Nahl Ayat 126-128; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

ini merupakan hiburan dari Allah swt. untuk seorang hamba dan utusan-Nya, yaitu Muhammad saw. yang didustakan. Sesungguhnya mayoritas kaumnya dan manusia telah mendustakan dan menentang para Rasul serta menyelamatkan orang-orang yang mengimani mereka.

وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ (“Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman.”) semua itu adalah hak yang diwajibkan pada diri-Nya Yang Mahamulia sebagai kehormatan dan keutamaan, seperti firman Allah: kataba ‘alaa nafsiHir rahmata (“Dia telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang.”)(al-An’am: 12)

Tafsi Kemenag: Bila angin yang dikirim Allah begitu besar manfaatnya bagi manusia, maka begitu juga dengan para rasul yang telah dikirimkan Allah kepada mereka. Mereka tentu membawa manfaat yang lebih besar lagi bagi manusia, karena membawa bukti-bukti nyata dari Allah berupa wahyu-Nya yang berisi ajaran-ajaran.

Bila ajaran-ajaran itu dilaksanakan oleh manusia, akan memberikan manfaat yang luar biasa. Namun manusia banyak yang mengingkarinya, sehingga di dunia mereka ditimpa oleh akibat perbuatan jahat mereka sendiri, dan di akhirat Allah memasukkan mereka ke dalam neraka.

Sebaliknya terhadap mereka yang beriman, Allah telah mewajibkan diri-Nya untuk menolong dengan menyelamatkan mereka dari kejahatan dan dampak buruk kejahatan orang-orang kafir. Di akhirat Allah akan membalas iman dan perbuatan baik mereka dengan surga.

Tafsir Quraish Shihab: Kami telah mengutus rasul-rasul sebelummu kepada kaum mereka, sehingga setiap rasul datang kepada kaumnya dengan membawa argumentasi-argumentasi yang jelas, yang menunjukkan kebenarannya.

Kemudian kaumnya mendustakannya. Maka Kami pun menghancurkan orang-orang yang melakukan dosa dan durhaka itu. Allah telah mewajibkan atas diri-Nya untuk menolong hamba-hamba-Nya yang beriman.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, kita telah pelajari bersama
kandungan Surah Ar-Rum Ayat 46-47berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir, Tafsir Kemenag dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga menambah khazanah ilmu Al-Qur’an kita.

M Resky S