Surah Yusuf Ayat 80-82; Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an

Surah Yusuf Ayat 80-82

Pecihitam.org – Kandungan Surah Yusuf Ayat 80-82 ini mengisahkan bahwa setelah saudara-saudara Yusuf gagal dan putus asa untuk menyelamatkan Benyamin dari tahanan, mereka bermaksud pulang ke rumah. Akan tetapi saudara tertua mereka tidak mau pulang.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Terjemahan dan Tafsir Al Qur’an Surah Yusuf Ayat 80-82

Surah Yusuf Ayat 80
فَلَمَّا اسْتَيْأَسُوا مِنْهُ خَلَصُوا نَجِيًّا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُمْ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ وَمِنْ قَبْلُ مَا فَرَّطْتُمْ فِي يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ الْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِي أَبِي أَوْ يَحْكُمَ اللَّهُ لِي ۖ وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ

Terjemahan: Maka tatkala mereka berputus asa dari pada (putusan) Yusuf mereka menyendiri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua diantara mereka: “Tidakkah kamu ketahui bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji dari kamu dengan nama Allah dan sebelum itu kamu telah menyia-nyiakan Yusuf. Sebab itu aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir, sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya”.

Tafsir Jalalain: فَلَمَّا اسْتَيْأَسُوا (Maka tatkala mereka berputus asa) tidak mempunyai harapan lagi مِنْهُ خَلَصُوا (daripada putusan Yusuf, mereka menyendiri) berkumpul menyendiri نَجِيًّا (sambil berunding dengan berbisik-bisik) lafal نَجِيًّا adalah mashdar yang maknanya boleh untuk seorang dan orang banyak; artinya sebagian dari mereka berbisik-bisik kepada sebagian yang lain

قَالَ كَبِيرُهُمْ (Berkatalah yang tertua di antara mereka) yang umurnya paling besar, yaitu Rubel atau Raya yang dikenal juga dengan nama Yahudza أَلَمْ تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُمْ مَوْثِقًا (“Tidakkah kalian ketahui bahwa sesungguhnya ayah kalian telah mengambil janji dari kalian) kalian telah bersumpah terhadapnya مِنَ اللَّهِ (dengan nama Allah) tentang saudara kalian ini, yaitu Bunyamin

وَمِنْ قَبْلُ مَا (dan sebelum itu) huruf مَا pada kalimat ini zaidah فَرَّطْتُمْ فِي يُوسُفَ (kalian telah menyia-nyiakan Yusuf) tetapi menurut pendapat yang lain huruf مَا di sini adalah mashdariyah dan berkedudukan menjadi mubtada, sedangkan khabarnya adalah lafal وَمِنْ قَبْلُ.

فَلَنْ أَبْرَحَ (Sebab itu aku tidak akan meninggalkan) tidak akan angkat kaki dari الْأَرْضَ (negeri ini) yaitu negeri Mesir حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِي أَبِي (sampai ayahku mengizinkan kepadaku) untuk kembali kepadanya

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 93-95; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

أَوْ يَحْكُمَ اللَّهُ لِي (atau Allah memberi keputusan terhadapku) tentang pembebasan saudaraku Bunyamin ini. وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ (Dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.”) yakni yang paling adil di antara kesemuanya.

Tafsir Ibnu Katsir: Allah memberitakan tentang saudara-saudara Yusuf as. bahwa tatkala mereka merasa berputus asa untuk dapat membebaskan Bunyamin, sedang mereka telah berjanji kepada ayah mereka dan bersumpah untuk membawanya kembali bersama mereka, tetapi al-‘Aziz menolak apa yang mereka usulkan, maka mereka menyendiri, menjauh dari orang-orang banyak dan berbisik-bisik di antara mereka:

قَالَ كَبِيرُهُمْ (Berkatalah yang tertua di antara mereka) yaitu yang dahulu memberikan pendapat agar melemparkan Yusuf ke dalam sumur, ketika mereka bermaksud membunuhnya, ia berkata:

أَلَمْ تَعْلَمُوا أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُمْ مَوْثِقًا مِنَ اللَّهِ (Tidakkah kamu ketahui, bahwa sesungguhnya ayahmu telah mengambil janji darimu atas nama Allah) bahwa kalian pasti akan membawanya kembali, dan sekarang kalian telah tahu bahwa kalian tidak dapat memenuhi janji itu, padahal dahulu kalian sudah pernah menyia-nyiakan (menghilangkan) Yusuf.

فَلَنْ أَبْرَحَ الْأَرْضَ (Sebab itu aku tidak akan meninggalkan bumi ini) maksudnya aku tidak akan meninggalkan negeri Mesir ini; حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِي أَبِي (Sampai ayah mengizinkanku untuk kembali) maksudnya, untuk pulang kepadanya dengan rela dan senang hati kepadaku;

أَوْ يَحْكُمَ اللَّهُ لِي (Atau Allah memberi keputusan terhadapku) ada yang mengatakan dengan pedang, ada pula yang mengatakan: “hingga aku dapat mengambil kembali adikku.”

وَهُوَ خَيْرُ الْحَاكِمِينَ (Dan Allah adalah hakim yang sebaik baiknya) Kemudian ia menyuruh adik-adiknya agar memberitahukan kepada ayah mereka apa yang sebenarnya telah terjadi, sehingga menjadi alasan bagi mereka dan mereka dapat terbebas dari peristiwa itu dengan keterangan mereka yang dapat diterima.

Tafsir Quraish Shihab: Ketika harapan anak-anak Ya’qub itu pupus, mereka pun berkumpul dan bermusyawarah menentukan sikap dalam menghadapi ayah mereka. Musyawarah itu berakhir dengan pendapat saudara tertua yang mengurus mereka selama ini.

Ia berkata, “Kita tidak boleh lupa dengan janji dan sumpah dengan nama Allah yang telah kita ucapkan kepada orangtua kita, bahwa kita akan menjaga Benyamin sampai kita kembali membawanya pulang kepada ayah. Kita juga tidak boleh lupa bahwa kita pernah berjanji kepadanya sebelum itu untuk menjaga Yusuf, kemudian Yûsuf kita lempar ke sumur.”

Baca Juga:  Inilah Alasan Kenapa Surat Al-Fatihah Disebut Sebagai Ummul Qur'an

Maka dari itu, aku akan menetap di Mesir. Aku tidak akan pergi dari Mesir kecuali kalau bapak kita memahami kenyataan yang sebenarnya dan mengizinkan aku pulang, atau kalau Allah menentukan aku pulang secara terhormat. Sesungguhnya Allah adalah Penentu ketetapan Yang Mahaadil.

Surah Yusuf Ayat 81
ارْجِعُوا إِلَىٰ أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَا إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَافِظِينَ

Terjemahan: Kembalilah kepada ayahmu dan katakanlah: “Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri, dan kami hanya menyaksikan apa yang kami ketahui, dan sekali-kali kami tidak dapat menjaga (mengetahui) barang yang ghaib.

Tafsir Jalalain: ارْجِعُوا إِلَىٰ أَبِيكُمْ فَقُولُوا يَا أَبَانَا إِنَّ ابْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَا (Kembalilah kepada ayah kalian, dan katakanlah, “Wahai ayah kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri; dan kami tiada menyaksikan) terhadapnya

إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا (melainkan berdasarkan apa yang telah kami ketahui) karena mereka merasa yakin setelah melihat dan menyaksikan adanya piala raja di dalam karung Bunyamin

وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ (dan sekali-kali terhadap barang yang gaib kami tidak) hal-hal yang gaib daripada kami sewaktu kami memberikan janji kepadamu حَافِظِينَ (dapat menjaganya.) seandainya kami mengetahui apa yang akan terjadi kemudian, yaitu bahwasanya dia akan mencuri, niscaya kami tidak akan membawanya ikut bersama kami.

Tafsir Ibnu Katsir: وَمَا كُنَّا لِلْغَيبِ حَافِظِينَ (Dan sekali-sekali kami tidak dapat menjaga [mengetahui] barang yang ghaib) Qatadah dan Ikrimah berkata: “Kami tidak tahu bahwa anakmu telah mencuri.”

Sedang Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan: “Kami tidak mengetahui yang ghaib bahwa dia telah mencuri sesuatu milik raja, tetapi dia bertanya kepada kami: Apakah hukuman bagi pencuri itu?

Tafsir Quraish Shihab: Kembalilah kalian kepada ayah dan ceritakan kepada beliau kisah ini. Katakan kepada beliau bahwa tangan Benyamin nakal hingga mencuri bejana raja yang kemudian ditemukan di dalam tasnya. Ia dihukum dengan dijadikan sebagai budak.

Katakan, ‘Kami memberitahukan kepadamu apa yang kami saksikan sendiri. Kami tidak tahu ketentuan Allah yang tersembunyi ketika kami meminta Benyamin dan berjanji akan menjaganya dan mengembalikannya kepadamu.

Baca Juga:  Surah Yusuf Ayat 16-18; Terjemahan dan Tafsir Al Qur'an

Surah Yusuf Ayat 82
وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا ۖ وَإِنَّا لَصَادِقُونَ

Terjemahan: Dan tanyalah (penduduk) negeri yang kami berada disitu, dan kafilah yang kami datang bersamanya, dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar”.

Tafsir Jalalain: وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا (Dan tanyalah penduduk negeri yang kami berada di situ) yakni negeri Mesir; artinya kirimkanlah utusan ke negeri Mesir kemudian tanyakanlah kepada penduduknya وَالْعِيرَ (dan kafilah) rombongan musafir

الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا (yang kami datang bersamanya) mereka adalah terdiri dari kaum Kan’an وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (dan sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar.”) di dalam perkataan kami ini. Kemudian mereka kembali kepada ayah mereka dan mengatakan seperti yang diajarkan oleh saudara mereka yang tertua.

Tafsir Ibnu Katsir: وَاسْأَلِ الْقَرْيَةَ الَّتِي كُنَّا فِيهَا (Dan tanyakanlah kepada [penduduk] negeri tempat kami berada pada waktu itu) maksudnya (penduduk) negeri Mesir; وَالْعِيرَ الَّتِي أَقْبَلْنَا فِيهَا (Dan kafilah yang kami datang bersamanya) maksudnya adalah yang menemani kami, tentang kebenaran dan kejujuran kami, serta usaha kami untuk menjaga dan memeliharanya;

وَإِنَّا لَصَادِقُونَ (sesungguhnya kami adalah orang-orang yang benar) dalam apa yang kami sampaikan kepadamu bahwa dia telah mencuri dan mereka menahannya karena pencurian itu.

Tafsir Quraish Shihab: Kalau engkau meragukan apa yang kami sampaikan ini, kirimlah utusan untuk mendengar persaksian penduduk Mesir. Mintalah persaksian teman-teman yang kembali bersama kami dalam satu kafilah, agar engkau tahu bahwa kami tidak bersalah dan telah kami katakan kepadamu bahwa kami benar dalam mengatakan itu semua.

Shadaqallahul ‘adzhim. Alhamdulillah, telah kita pelajari bersama kandungan Surah Yusuf Ayat 80-82 berdasarkan Tafsir Jalalain, Tafsir Ibnu Katsir dan Tafsir Quraish Shihab. Semoga Allah merahmati dan mengasihi kita semua. Amin

M Resky S