Tata Cara Sholat Istisqa dan Doa Turun Hujan

Tata Cara Sholat Istisqa dan Doa Turun Hujan

PeciHitam.org – Ketika musim kemarau yang berkepanjangan terjadi, seorang Muslim diajarkan untuk mengucap doa turun hujan dan Shalat meminta hujan kepada Allah SWT atau “Shalat Istisqa”.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Shalat Istisqa atau meminta hujan atau Salat Istisqa dilaksanakan dua rakaat seperti Solat id, dan perbedaan dari kedua sholat tersebut yaitu terletak pada pembacaan takbir, penempatan khutbah, dan arah khatib pada khutbah kedua.

Tata cara dan tuntunan Sholat Istisqo untuk meminta hujan kepada Allah SWT adalah sebagai berikut:

  • Shalat dua rakaat.
  • Rakaat pertama dengan takbir tujuh kali sebelum membaca Al-Fatihah.
  • Rakaat kedua dengan takbir lima kali sebelum membaca Al-Fatihah.
  • Dilanjutkan khutbah sekali atau dua kali sebelum atau sesudah shalat dan khutbah setelah shalat diutamakan.
  • Sebelum dimulai khutbah pertama khatib membaca istighfar sembilan kali.
  • Sebelum dimulai khutbah kedua khatib membaca istighfar tujuh kali.
  • Perbanyak doa dalam khutbah kedua.

Berikut ini merupakan doa shalat istisqa yang dikutip dari Syekh Sa‘id bin Muhammad Ba‘asyin:

اللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثًا مُغِيثًا مَرِيئًا هَنِيئًا مَرِيعًا غَدَقًا مُجَلَّلًا عَامَّا طَبَقًا سَحًّا دَائِمًا

اللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلَا تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِينَ

اللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلَادِ وَالْبَهَائِمِ وَالْخَلْقِ مِنَ الْبَلَاءِ وَالْجَهْدِ وَالضَّنْكِ مَا لَا نَشْكُو إِلَّا إِلَيْكَ

Baca Juga:  Bolehkah Melakukan Dzikir Setelah Sholat? Ini Dalil dan Panduan Lengkapnya

اللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ وَاسْقِنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْسَمَاءِ وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ الْأَرْضِ

اللَّهُمَّ ارْفَعْ عَنَّا الْجَهْدَ وَالْجُوعَ وَالْعُرْيَ وَاكْشِفْ عَنَّا الْبَلَاءَ مَا لَا يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ

اللَّهُمَّ إِنَا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّارًا فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَارًا

Artinya: “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan yang menolong, mudah, menyuburkan, yang lebat, banyak, merata, menyeluruh, dan bermanfaat abadi.”

Artinya: “Ya Allah, turunkan kepada kami air hujan. Jangan jadikan kami termasuk orang yang berputus harapan.”

Artinya: “Ya Allah, sungguh banyak hamba, negeri, dan jenis hewan, dan segenap makhluk lainnya mengalami bencana, paceklik, dan kesempitan di mana kami tidak mengadu selain kepada-Mu.”

Artinya: “Ya Allah, tumbuhkan tanaman kami, deraskan air susu ternak kami, turunkan pada kami air hujan karena berkah langit-Mu, dan tumbuhkan tanaman kami dari berkah bumi-Mu.”

Artinya: “Ya Allah, angkat dari bahu kami kesusahan paceklik, kelaparan, ketandusan. Hilangkan dari kami bencana yang hanya dapat diatasi oleh-Mu.”

Artinya: “Ya Allah, sungguh kami memohon ampun kepada-Mu, karena Kau adalah maha pengampun. Maka turunkan pada kami hujan deras dari langit-Mu.”

Niat dari shalat Istisqa adalah:

Baca Juga:  Adzan Maghrib, Amalan Sunnah Menjelang dan Doa Setelahnya

أُصَلِّيْ سُنَّةَ اْلإِسْتِسْقَاءِ رَكْعَتَيْنِ (……..) لِلَّهِ تَعَالَى

Artinya: “Saya Niat Salat Sunah Istisqa’ Dua Rakaat (jadi imam atau makmum) karena Allah Ta’ala.”

Waktu dari menjalankan shalat Istisqa, disunnahkan dikerjakan saat matahari mulai beranjak atau kira-kira 1/3 jam setelah terbitnya matahari seperti waktu shalat id.

Jadi penjelasan secara rinci tata cara shalat istisqo sekaligus doa turun hujaan ialah:

  • Pertama, shalat Isitisqo terdiri dari dua rakaat, tanpa adzan dan iqamah.
  • Kedua, rakaat pertama bertakbir tujuh kali setelah takbiratul ihram, dan sedangkan pada rakaat kedua jumlah takbirnya lima kali selain takbir ketika bangun dari sujud.
  • Ketiga, Kedua tangan diangkat pada setiap takbir, sambil memuji Allah SWT dan bersalawat kepada Rasulullah SAW antara setiap takbir.
  • Keempat, setelah shalat imam disunnahkan menyampaikan khutbah di hadapan jamaah yang hadir, memperbanyak istighfar.

Abdullah bin Zaid dalam haditsnya:

خرج النبي – صلى الله عليه وسلم – إلى المصلى فاستقبل القبلة وحول رداءه، وصلى ركعتين

Artinya: “Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam keluar menuju lapangan, beliau meminta hujan kepada Allah dengan menghadap kiblat, kemudian membalikan posisi surbannya, kemudian shalat dua rakaat.” (HR. Bukhari: 1024, Muslim: 894)

Sesuai hadits di atas dianjurkan bagi imam untuk menghadap kiblat kemudian membalik surban (kalau pakai) dengan meletakkan semula di sebelah kanan ke sebelah kiri maupun sebaliknya bersamaan melantunkan doa turun hujan kepada Allah SWT.

Baca Juga:  Doa Agar Bisa Diterima Jadi PNS, Amalkan Biar Lulus!

Adapun dalam hadits Ibnu ‘Abbas ra.:

إن رسول الله صلى الله عليه وسلم خرج متبذلا متواضعا متضرعا حتى أتى المصلى فلم يخطب خطبتكم هذه ، ولكن لم يزل في الدعاء ، والتضرع ، والتكبير ، وصلى ركعتين كما كان يصلي في العيد

Artinya: “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam berjalan menuju tempat shalat dengan penuh ketundukan, tawadhu’, dan kerendahan hati hingga tiba di tempat shalat. Lalu beliau berkhutbah tidak sebagaimana biasanya, melainkan beliau tidak henti-hentinya berdoa, merendah, bertakbir dan melaksanakan shalat dua raka’at sebagaimana beliau melakukan shalat ‘Id.” (HR. Tirmidzi: 558)

Jadi melalui shalat istisqo secara otomatis akan dilakukan doa turun hujan yang ditujukan kepada Allah SWT. dan semoga melalui amalan tersebut allah SWT mengabulkan doa kita sehingga akan diturunkan hujan yang memberikan berkah ke dunia.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *