Tiga Fadilah Surat al Mulk, Salah Satunya Pemberi Syafaat Bagi Pembacanya

Fadilah Surat al Mulk

Pecihitam.org – Al-qur’an merupakan kitab suci umat Islam, dimana kandungan didalamnya adalah pedoman hukum yang berlaku dalam kehidupan. Al-Qur’an memiliki beberapa surat yang memiliki keutamaan, serta ruangan masing-masing.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Surat dalam Al-Qur’an ada 114 surat yang dibagi kedalam 30 juz. Membaca Al-Qur’an walaupun satu ayat adalah anjuran yang wajib dilakukan oleh umat Islam. Dan membacanya apalagi menghafalnya akan mendapatkan pahala dan juga keutamaan, bahkan jaminan masuk surga.

Al-qur’an akan menjadi penolong diakhirat kelak, juga bisa sebagai pelindung. Salah satu surat yang dapat menjadi pelindung dari siksa kubur ialah surat Al-Mulk. Imam An Nawawi juga menjelaskan keutamaan membaca beberapa surah salah satunya ialah surat al-Mulk. Al-Mulk artinya kerajaan, merupakan surat yang ke 67 dan terdapat pada juz 29. surat ini terdiri dari 30 ayat.

Surat AL-Mulk memiliki beberapa keutamaan atau fadilah bagi yang membacanya. Keutamaan yang paling sering kita dengar ialah akan menjadi penyelamat dari siksa kubur. Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa:

وَقَالَ التِّرْمِذِيُّ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ أَبِي الشَّوَارِبِ ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ مَالِكٍ النُكْرِيُّ ، عَنْ أَبِيهِ ، عَنْ أَبِي الْجَوْزَاءِ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : ضَرَبَ بَعْضُ أَصْحَابِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – خِبَاءَهُ عَلَى قَبْرٍ ، وَهُوَ لَا يَحْسَبُ أَنَّهُ قَبْرُ إِنْسَانٍ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ حَتَّى خَتَمَهَا ، فَأَتَى النَّبِيَّ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، ضَرَبْتُ خِبَائِي عَلَى قَبْرٍ وَأَنَا لَا أَحْسَبُ أَنَّهُ قَبْرٌ ، فَإِذَا إِنْسَانٌ يَقْرَأُ سُورَةَ الْمُلْكِ ” تَبَارَكَ ” حَتَّى خَتَمَهَا ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : ” هِيَ الْمَانِعَةُ ، هِيَ الْمُنْجِيَةُ ، تُنْجِيهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ” ثُمَّ قَالَ : ” هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ .

Baca Juga:  Bahkan Antar Para Sahabat Pun Saling Bertabarruk Satu Sama Lain

At-Tirmidzi berkata: “Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abdul Malik bin Abissyawarib telah menceritakan kepada kami Yahya bin Malik an nukri dari ayahnya dari abiljauza dari Ibnu Abbas berkata: ‘salah satu sahabt Nabi membuat kemah di atas kuburan, dia tidak mengira itu kuburan. Tiba-tiba ada seseorang yang sedang membaca surah Al-Mulk sampai selesai.

Ia pun menghadap Nabi dan berkata: ‘wahai Rasulullah aku membuat kemahku diatas kuburan aku tidak mengira itu kuburan. Tiba-tiba ada suara seseorang sedang membaca surah Al-Mulk (Tabarak) sampai selesai’. Nabi bersabda: ‘surah Al-Mulk adalah surat yang mencegah dan menyelamatkan dari siksa kubur’’.

Kemudian keterangan dari hadits yang diriwayatkan oleh imam An-Nasa’i:

مَنْ قَرَأَ تَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ كُلَّ لَيْلَةٍ مَنَعَهُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَكُنَّا فِيْ عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نُسَمِّيْهَا الْمَانِعَةَ، وَإِنَّهاَ فِيْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، سُوْرَةٌ مَنْ قَرَأَ بِهَا فِيْ كُلِّ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطَابَ

“Barangsiapa membaca tabarakalladzi biyadihil mulk setiap malam, maka Allah menghalanginya dari azab kubur. Kami dahulu pada zaman Nabi shallallahu alaihi wasallam biasa menyebut surat Al-Mulku dengan Al-Mani’ah. Sesungguhnya ia benar-benar berada dalam kitab Allah. Ia adalah satu surat barangsiapa membacanya setiap malam maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.” (HR. An-Nasa’i )

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu dia berkata:

يُؤْتَى الرَّجُلُ فِيْ قَبْرِهِ فَتُؤْتَى رِجْلَاهُ فَتَقُوْلُ رِجْلَاهُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقُوْمُ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ صَدْرِهِ ـ أَوْ قَالَ: بَطْنِهِ ـ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى رَأْسُهُ فَيَقُوْلُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِيْ سَبِيْلٌ، كَانَ يَقْرَأُ بِيْ سُوْرَةُ الْمُلْكِ.

Baca Juga:  Kisah Awal Mula Senandung Adzan, Sejarah yang Jarang Diungkap

قَالَ: فَهِيَ الْمَانِعَةُ تَمْنَعُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَهِيَ فِيْ التَّوْرَاةِ: سُوْرَةُ الْمُلْكِ ـ مَنْ قَرَأَهَا فِيْ لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطْيَبَ.

“Seseorang dalam kuburannya didatangi. Ia didatangi pada kedua kakinya. Maka kedua kakinya berkata: Tidak ada jalan bagi kalian lewat saya. Karena dia biasa shalat malam denganku membaca surat AL-Mulk. Kemudian ia didatangi melalui dada, atau dikatakan melalui perutnya. Maka perut atau dada berkata: Kalian tidak ada jalan melalui saya. Karena dia biasa membaca surat Al-Mulk. Kemudian ia didatangi melalui kepalanya. Kepala berkata: Kalian tidak ada jalan melalui saya. Sebab dia biasa membaca surat Al Mulk denganku.”

Ibnu Masud berkata melanjutkan: “Surat Al Mulk adalah penghalang yang menghalangi seseorang dari azab kubur. Surat Al Mulk ini dalam Taurat dikatakan: Barangsiapa membacanya pada suatu malam maka dia telah memperbanyak pahala dan memperbagusnya.” (HR. Al-Hakim )

Kemudian fadilah selanjutnya ialah dimasukkan kedalam Surga, dalam sebuah hadits diterangkan tentang keutamaan orang yang membaca surat Al-Mulk dimana dia akan dijamin masuk surga.

عن أنس بن مالك قال : قال رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم : «سُوْرَةٌ فِى الْقُرْآنِ خَاصَمَتْ عَنْ صَاحِبِهَا حَتَّى أَدْخَلَتْهُ الْجَنَّةَ : تَبارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ». أخرجه الطبراني والحافظ الضياء المقدسي

Dari Anas bin Malik, ia berkata Rasulullah SAW bersabda: “surah yang didalam Al-Qur’an yang dapat bertengkar untuk (membela) pembacanya sampai ia dimasukkan ke dalam surga, yakni surah Tabarokalladzi biyadihil mulku.” (HR. At-Tabrani dan al-Hafidz al-Diya’ al-Maqdisi)

Dari hadits diatas tercantum bahwa seseorang yang membaca surat Al-Mulk akan dibela sampai orang tersebut masuk surga, hingga dalam riwayatnya dikatakan bahwa surat Al-Mulk akan mendebat bahkan akan menjadi penentang pertama bagi orang tersebut ketika tidak dimasukkan kedalam surga, Al-Mulk adalah tameng serta pembela bagi para pembacanya yang rutin.

Baca Juga:  Menjadikan Nilai-Nilai Agama Sebagai Salah Satu Alternative Untuk Psikoterapi

Kemudian keutamaan selanjutnya ialah, akan diberikan syafaat atau pertolongan dan ampunan. Dari hadits riwayat Abu Hurarah bahwa:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ سُوْرَةً فِى الْقُرْآنِ ثَلاَثِيْنَ آيَةً شَفَعَتْ لِصَاحِبِهَا غُفِرَ لَهُ تَبَارَكَ الَّذِيْ بِيَدِهِ الْمُلْكُ».أخرجه الإمام أحمد وأصحاب السنن الأربعة ، وقال الترمذي : هذا حديث حسن.

Dari Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: “sungguh surat yang ada di Al-Qur’an yang ayatnya ada 30 dapat memberikan syafaat untuk yang membacanya, ia diampuni, yakni surah tabarakalladzi biyadihil mulku.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i, At-Tirmidzi. Hadits ini hasan)

Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa orang yang rajin membaca surat Al-Mulk akan mendaptkan tiga keutamaan atau fadilah, pertama akan terhindar dari adzab kubur, kedua akan dimasukkan kedalam surga, dan ketiga akan mendapatkan pertolongan atau syafaat. Sehingga beruntunglah bagi orang yang mau melanggengkan membaca surat Al-Mulk setiap hari. Wallahu a’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik