Tiga Hal yang Semakin Langka di Zaman yang Semakin Maju

zaman semakin maju

Pecihitam.org – Saat ini kita sudah berada di zaman yang sudah sangat maju dan modern, apalagi dengan adanya teknologi yang semakin canggih. Hal tersebut pasti sangat berpengaruh pada pola pikir dan etika manusia. Sekarang ini sebagian besar orang sudah sibuk dengan kesibukan gadget nya, di tambah dengan media sosial yang sudah masif sekali dari berbagai kalangan dari yang muda, anak kecil bahkan para orang tua.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Bisa di katakan bahwa perkembangan teknologi seakan sudah mengalihkan perhatian manusia terhadap sesama dan orang-orang terdekatnya seperti keluarga atau sahabat. Sudah jarang sekali tegur sapa dan berkurangnya intensitas dalam berkomunikasi sehingga berpengaruh pada keakraban dan keharmonisan di antara keluarga dan kerabat lainnya.

Sekarang orang-orang banyak yang tidak mau ribet dalam setiap urusan karena pola pikir mereka yang maunya serba simple dan instan. Oleh sebab itu, tidak sedikit orang yang sampai rela menjual aqidah keimanan merekah hanya demi urusan dunia seperti harta, kekuasaan ataupun wanita. Berikut ini kita akah membahas tiga hal yang semakin langka di zaman modern ini.

Baca Juga:  Dialog antara Teks dan Konteks dalam Studi Al-Qur’an

Sangat di sayangkan sekali karena orientasi orang-orang saat ini hanyalah ingin menjadi pintar lalu sukses dan kaya raya kemudian mati masuk syurga, sedangkan urusan keimanan sudah di kesampingkan oleh banyak urusan duniawi saja.

Adapun menurut Imam al-Qusyairi, beliau merujuk pada penyataan dari al-Haris al-Muhasibi, bahwa di tengah-tengan perkembangan zaman yang modern saat ini, ada tiga hal sudah jarang di temukan. Tiga hal tersebut di antaranya adalah :

Pertama, Kecantikan dan ketampanan yang di dasari dengan kesadaran untuk menjaga harga diri seseorang. Hal ini sudah sangat jarang kita temukan karena banyak orang yang telah di berikan anugerah oleh Allah Swt berupa keindahan fisik dan paras. Namun mereka tidak mensyukuri hal tersebut dan justru mereka berlomba-lomba mempercantik diri tetapi tidak memperhatikan akhlak mereka.

Kedua, berkata-kata yang sopan dan amanah. Saat ini memang banyak sekali orang yang sering memberikan janji-janji manis namun tidak di sertai dengan tanggung jawab untuk memenuhinya. Sehingga mengurangi rasa amanah dari orang lain terhadap dirinya. Karena seseorang akan di hargai oleh orang lain kalau dirinya sanggup menjaga amanah, lisan, dan perilaku yang di sesuaikan dengan kenyataan.

Baca Juga:  Benarkah Islam Disebarkan dengan Pedang?

Keempat, hubungan persahabatan yang baik serta di dasari dengan saling percaya satu sama lain sehingga menumbuhkan solidaritas dan kebersamaan di antara mereka. Namun, saat ini sepertinya sudah banyak orang-orang yang menganggap orang lain sebagai temannya tatkala mereka sedang membutuhkan atau dengan maksud tertentu saja. Jika ada temannya yang sedang kesusahan maka ia pun akan menghindar seolah-olah tidak mengnali saudaranya.

Ketiga hal tersebut di atas merupakan sebuah tamparan juga bagi diri kita masing-masing karena realita yang terjadi memang sudah banyak yang seperti itu. Maka dari itu kita harus introspeksi diri dan menyadari bahwa bagaimanapun keadaannya kita harus tetap menjaga harga diri kita, sekalipun ingin mendapatkan harta ataupun kekuasaan maka gunakanlah cara yang baik yang tidak menjerumuskan harga diri kita ke jalan yang sesat.

Baca Juga:  Polemik RUU HIP yang Ditentang Keras oleh MUI, NU dan Muhammadiyah

Oleh sebab itu kita harus pandai menyikapi perkembangan zaman termasuk menggunanan teknologi secara bijaksana dengan berbagai hal yang bermanfaat dan tidak berlebihan. Sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai zaman semakin maju dan canggih malah membuat pola pikir dan adab manusia semakin mundur. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik