Tujuan Berdirinya Aliran Murji’ah dan Pengaruhnya

tujuan aliran murjiah

Pecihitam.org – Dalam sejarah, timbulnya aliran Murji’ah merupakan reaksi dari paham khawarij tentang kafir dan Imam. Sedangkan menurut Murji’ah berpendapat, jika seseorang didalam hatinya beriman, maka orang itu adalah Mukmin dan Muslim, walaupun dia tidak mengucap dua kalimat syahadat.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Awal terbentuknya aliran Murji’ah ini karena persoalan politik yaitu masalah khilafah (kekhalifahan). Setelah kholifah Usman bin Affan terbunuh dan Ali menggantikannya, muncullah sekelompok orang yang menyatakan diri tidak ingin terlibat dalam pertentangan politik yang terjadi.

Pertentangan kala itu adalah antara kelompok Ali yang terpecah menjadi (Syi’ah dan Khawarij) dengan kelompok Muawiyah yang dianggap telah merebut tahta kekhalifahan Ali dan keturunannya. Persoalan politik diatas oleh para pendukung maupun yang memberontak sama-sama saling menilai menyimpang dari ajaran Islam.

Dari situlah kemudian lahir kelompok Murjiah yang bertujuan untuk menjamin persatuan dan kesatuan umat Islam ketika terjadi pertikaian politik, itulah alasan awal berdirinya aliran Murji’ah

Dalam catatan sejarah aliran murji’ah akhirnya terpecah menjadi dua golongan yaitu Murji’ah moderat dan Murji’ah ekstrim. Hal ini terjadi karena dalam tubuh mereka sendiri ada suatu perpecahan dan perbedaan pendapat yang sama-sama keras.

Baca Juga:  Sejarah Munculnya Firqah Murji'ah dan Kesesatan Ajaran Mereka

Tokoh-tokoh murji’ah golongan moderat adalah:

Al-Hasan Ibnu Muhammad Ibnu Ali Ibn Abi Thalib, Abu Hanifah, Abu Yusuf dan beberapa ahli hadist. Golongan ini tidak menganggap amal shaleh itu kurang penting meskipun amal shaleh bukan bagian rukun iman.

Tokoh-tokoh murji’ah golongan ekstrim antara lain:

  1. Al-Jahmi’ah pengikut ajaran ibnu sahwan, pendapatnya bahwa orang islam yang percaya kepada Tuhan kemudian menyatakan dirinya kafir secara lisan, ia tidak menjadi kafir karena iman dan kafir letaknya di dlm hati.
  2. As-Sahihihah, Pengikut Abu Hasan Al-Saliki, pendapatnya iman ialah mengetahui Tuhan dan kufur tidak tahu Tuhan, sebab yang tidak merupakan ibadat kepada Allah, sebab ibadat itu ialah iman kepada Allah dengan arti mengetahui Tuhan.
  3. Al-Yunusiyah, pengikut yunus Ibnu Ain An-Nurmairi, pendapatnya melakukan maksiat atau perbuatan jahat, tidak merusak iman seseorang, karena iman adalah ma’rifat kepada Allah SWT.
  4. Al-Ghassaniyah, Pengikut Ghasanul kufi, pendapatnya Tuhan melarang makan babi, tetapi karena orang ini tidak tahu, apalagi babi yang diharamkan itu adalah kambing itu, maka orang yang makan babi itu tetap mukmin dan tidak kafir.
Baca Juga:  Sejarah Munculnya Firqah Murji'ah dan Kesesatan Ajaran Mereka

Pendapat murji’ah ekstrim tersebut timbul dilatarbelakangi adanya suatu pemikiran bahwa perbuatan atau amal manusia tidak sepenting iman. Lalu pemikiran itu menjadi lebih ekstrim, yakni yang menentukan mukmin dan tidaknya seseorang hanyalah faktor iman.

Pengaruh Aliran Murji’ah

Walaupun saat ini aliran Murji’ah dan paham serta pemikiran yang dikembangkan sudah tidak ditemukan lagi sebagaimana aliran yang lain. Atau mungkin saat ini hanya tinggal sejarahnya saja, Tetapi sampai saat ini tanpa kita sadari ajarannya masih sering kita jumpai dilingkungan sekitar kita.

Adapun pokok-pokok pikiran dalam bidang teologi yaitu:

  1. Iman itu mengenal Tuhan dan Rasul-Rasulnya.
  2. Orang beriman walaupun dalam hatinya berbuat dosa besar orang tersebut masih tetap mukmin.
  3. Orang beriman bila ia berbuat dosa besar, maka hukum baginya di tangguhkan sampai dihadapan Allah SWT di hari kiamat.
Baca Juga:  Sejarah Munculnya Firqah Murji'ah dan Kesesatan Ajaran Mereka

Sebagian kaum murji’ah ekstrim mengatakan, asalkan seseorang beriman dalam hati atas keberadaan Allah dan Rasul-Rasulnya maka orang itu sudah disebut mukmin, walaupun di lisannya ia mengatakan hal-hal yang menjadikan dia kafir.

Memang dalam islam sendiri terdapat berbagai macam aliran yang berbeda-beda, dengan ideologi dan pemikiran yang berbeda-beda pula. Namun pada dasarnya walaupun semua aliran-aliran tersebut mengklaim tidak keluar dari agama islam. Akan sangat berbahaya jika pemahamannya jauh menelenceng dengan apa yg diajarkan Nabi dan dicontohkan para sahabat maupun salafusshalih.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.