Sholawat Tibbil Qulub; Siapakah Penulis dan Apa Keutamaannya?

Sholawat Tibbil Qulub; Siapakah Penulis dan Apa Keutamaannya?

PeciHitam.orgDitengah pandemi Covid-19 sebagaimana terjadi pada masa sekarang, banyak sekali anjuran berbasis medikal atau non-medikal. Anjuran-anjuran dari dokter, spesialis dalam kesehatan, dan pemerintah bahkan datang dari tokoh spiritual.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Anjuran bersifat medikal merupakan anjuran untuk selalu mejaga imun tubuh, berusaha untuk menghindari konsentrasi massa dan kontak dengan orang asing. Anjuran lainnya datang dari para sesepuh atau dari Ulama-ulama thariqah untuk memperkuat benteng spiritual. Memperkuat benteng spiritual adalah salah satu bentuk ikhtiar doa kepada Allah agar terhindar dari penyakit.

Sejarah mencatat, thaun atau wabah penyakit pernah terjadi pada masa Rasulullah SAW dan Rasul juga mencontohkan metode isolasi dan doa dalam bentuk bacaan sholawat. Dan setelah masa Rasulullah, beberapa doa yang dijadikan benteng spiritual oleh para Ulama untuk menghadapi wabah penyakit.

Salah satunya adalah sholawat Tibbil Qulub. Ulama mendasarkan pada riwayat yang muttasil / sampai kepada Nabi Muhammad SAW sebagaimana dalam kitab-kitab mutabar.

Redaksi Sholawat Tibbil Qulub

Sholawat ini menjadi sangat populer pada zaman ditengah Pandemi Corona. Walaupun bukan sebuah waktu Ideal untuk mengetahui bahwa ada sholawat ini dalam Islam.

Keterkenalan Sholawat ini karena Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan dan meng Ijazahkan semua pengurus wilayah, cabang, lembaga, badan otonom dan pesantren di seluruh Indonesia bahkan dunia untuk dibaca sebanyak-banyaknya.

Pembacaan dengan bersama-sama sholawat Tibbil Qulub sebagai respon meluas dan mewabahnya virus menjadi pandemi Dunia. Sholawat ini boleh dibaca kapan-pun, baik setelah shalat wajib, sebelum shalat selagi menunggu Imam, atau diacarakan sendiri agar bisa memperbanyak bacaan.

Redaksi Sholawat ini adalah sebagai berikut;

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ الْقُلُوْبِ وَدَوَائِهَا، وَعَافِيَةِ الْاَبْدَانِ وَشِفَائِهَا، وَنُوْرِ الْاَبْصَارِ وَضِيَائِهَا، وَعَلٰى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّم

Baca Juga:  10 Adab dalam Menuntut Ilmu yang Wajib Kaum Pelajar Ketahui

Transliterasi; Allahumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin thibbil qulubi wa dawa ihaa wa’aafiyatil abdaani wa shifaa ihaa wa nuuril abshoori wa dhiyaa ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa sallim

Artinya: Ya Allah limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami Nabi Muhammad SAW, sebagai obat hati dan penyembuhnya, penyehat badan dan kesembuhannya, sebagai penyinar penglihatan mata beserta cahayanya. Dan semoga rahmat tercurah limpahkan kepada para sahabat beserta keluarganya.

Nama dan Pengarang Sholawat Tibbil Qulub

Sholawat Tibbil Qulub adalah sebuah sholawat yang berupa redaksi doa kepada Allah SWT. Doa yang dipanjatkan berupa doa untuk Nabi dengan berbagai sifat dan keutamaan beliau.

Sholawat Tibbil Qulub juga disebut sebagai Sholawat Syifa atau sholawat Thibbiyah. Sholawat Syifa bermakan sholawat Obat yang berfungsi sebagai penawar atau obat. Nama Sholawat Thibbiyah atau Tibbil Qulub juga dapat dimaknai sebagai sholawat penyembuh hati manusia.

Kandungan dalam sholawat Thibbiyah berupa tawasul / doa perantara kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Sholawat tersebut berharap kesehatan jasmani dan rohani, menjadi penawar bagi tubuh, menjadi cahaya bagi penglihatan, dan menjadi santapan rohani bagi jiwa.

Sholawat ini jika ditelisik ternyata merukuk kepada Shalawat yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW sebagaimana dalam kitab Mafatih as-Saadah fi Shalawat (Pintu-pintu pembuka kebahagiaan dalam Shalawat). Pengarang kitab ini adalah Habib Abu Bakar bin Abdullah bin Alwi bin Abdulloh bin Tholib Al-Athos.

Akan tetapi dalam riwayat lain disebutkan  bahwa shalawat Tibbil Qulub merupakan sholawat Gubahan dari seorang Ulama Mesir. Ulama yang dimaksud adalah Syaikh Ahmad ibn Ahmad Ibn Ahmad Al-Adawi Al-Maliki Al-Khalawati Al-Dardir.

Penggubah shalawat ini bergelar al-Maliki yang mana merujuk kepada Madzhab yang dijadikan tempat hukum Syaikh Ahmad bin Ahmad.

Beliau terkenal dengan nama Syaikh Dardir dan dijuluki sebagai Abu Barakat atau bapaknya keberkahan. Gubahan Sholawat Tibbil Qulub dapat ditemukan dalam kitab Saadah ad-Darain fi Shalat ‘Ala Sayyid Al-Kaunnain yang ditulis oleh Syaikh Yusuf bin Ismail. Pengarang kitab ini menisbatkan tulisan kepada Syaikh Ad-Dardir.

Baca Juga:  Cemburu dalam Islam: Kisah Kecemburuan Aisyah RA Kepada Khadijah dan Qibtiyah

Keutamaan Membaca Sholawat Tibbil Qulub

Melihat dari nama Sholawatnya, bisa dipahami bahwa sholawat Tibbil Qulub erat kaitannya dengan ketenangan hati. Ketenangan hati belakangan ini sangat mahal, karena beratnya masalah yang dihadapi oleh Umat Muslim dan Umat Manusia seluruh dunia.

Cobaan dan Ujian dari Allah dengan diturunkannya Bala penyakit Covid-19 bukan menjadi satu-satunya ancaman. Keresahan semakin menjadi-jadi karena kesimpang-siuran berita dari sumber berita yang tidak valid atau cenderung menjadi momok tersendiri.

Berita bohong yang banyak dikonsumsi oleh Umat Islam juga menjadikan penyakit Covid-19 menjelma bagaikan malaikat maut. Ketenangan dalam beribadah sangat terganggu dengan berita ini. Belum lagi anjuran-anjuran tidak bertanggung jawab dari oknum tokoh agama.

Perlu adanya sebuah doa untuk menenangkan hati supaya Allah menjaga hati kita dari kegelisahan yang seharusnya tidak perlu. Berikut Keutamaan dari kita membaca sholawat Tibbil Qulub;

Mengurangi Gelisah dan Rasa Resah,

Majmuah Maqruat Yaumiyah wa Usbuiyah atau Kumpulan doa-doa dan amalan Harian-Mingguan mencantunkan Sholawat Tibbil Qulub di dalamnya,

 صلوات طب القلوب منيكا مجرب كاغكى أنجاكي كصحاتان بدان لن دادوس تومبا سدايا فياكيت ظاهر أتاوي باطن

Dituliskan bahwa faidah sholawat Tibbil Qulub adalah menjaga kesehatan Tubuh dari segala penyakit baik bersifat lahiriyah atau batiniyah berupa Gelisah yang berlebihan atau resah kepada selain Allah SWT. Gus Muhammad bin Abdullah Faqih dari Pesantren Langitan Tuban menjelaskan makna yang terkandung dalam Sholawat Tibbil Qulub;

Artinya: Shalawat Tibbil Qulub ini teruji (berfaedah) untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjadi obat segala penyakit dzahir ataupun batin (bisa berupa resah dan susah)

Siapapun yang membaca sholawat Tibbil Qulub dalam bilangan berapapun, niscaya akan diberikan kesehatan lahir dan batin serta akan disembuhkan dari berbagai penyakit atas seizin Allah. Disarankan juga untuk membaca sholawat ini dengan menghayati maknanya.

Baca Juga:  Ternyata Disinilah Letak Lokasi Makam Nabi Adam

Mengobati dan Menyembuhkan Penyakit

Manfaat Sholawat tidak ada yang meragukannya. Karena pada dasarnya bersholawat kepada Rasulullah memiliki banyak sekali khasiat. Sebagaimana disebutkan pada poin pertama, Gus Muhammad menjelaskan bahwa melantunkan Sholawat Tibbil Qulub, yang dapat mengobati dan menyembuhkan berbagai macam penyakit. Baik penyakit lahiriyah atau batiniyah atau penyakit hati.

Memberikan pertahanan diri kepada tubuh dari Penyakit

Manusia mempunyai banyak sekali kekurangan dalam hidup. Bukti kekurangan dan kelemahan manusia adalah bisa terserang penyakit. Sakit yang diderita oleh manusia merupakah sebuah kewajaran, karena sakit merupakan sifat manusiawi.

Membaca sholawat Tibbil Qulub menjadikan seorang Muslim akan menjadi beban pikiran semakin ringan, yang bisa meringankan penyakit. Biasanya orang dengan banyak pikiran yang terlalu dalam akan mudah terserang penyakit.

Sama seperti keadaan kita saat ini, konsumsi informasi yang kurang benar terlalu banyak menjadikan banyak pikiran yang menyebabkan imunitas menurun.

Jika imunitas menurun akan berdampat negatif kepada kekebalan tubuh. Maka simpulannya adalah ketenangan hati sangat penting untuk menghadapi berbagai permasalahan dan wabah penyakit yang melanda dunia.

Benar kiranya kata Ibnu Sina yang mengatakan bahwa separuh kesehatan adalah bersikap tenang dalam menghadapi penyakit. Karena ketenangan akan memperkuat daya tahan tubuh. Sedangkan setangah lainnya adalah kepanikan.

Jika kita panik dalam menghadapi pandemi, maka niscaya sugesti negatif akan menyebabkan tubuh mudah terserang penyakit. Ash-Shawabu Minallah.

Mohammad Mufid Muwaffaq